Showing posts with label Skripsi. Show all posts
Showing posts with label Skripsi. Show all posts

Pasword Rar Karya Ilmiah

Dikarenakan masih banyak saja yang merasa kesulitan dengan pasword rar karya ilmiah yang saya unggah, maka agar lebih mudah bagi Anda untuk mengaksesnya, saya berikan saja langsung pswordnya lewat postingan ini.

Maksud saya sebelumnya untuk mempasword RAR karya ilmiah yang saya share adalah hanya untuk meng-track atau mengetahui saja dimana karya ilmiah yang ada di blog ini terdistribusi. Karena terus terang saya khawatir akan terjadinya penyalahgunaan dari karya ilmiah yang ada disini. Namun setelah saya pikir, tidak ada salahnya saya memberikan sedikit kemudahan para sobat semua dalam mengakses tanpa perlu kirim SMS maupun email ke saya.

Walaupun begitu, saya mengajukan syarat kepada sobat semua yang mendownload karya ilmiah, agar meninggalkan jejak dengan memberikan nama, dan lokasi sobat lewat kotak komentar yang sudah tersedia di setiap postingan. Dan saya yakin sobat semua akan jujur untuk memberikan nama asli dan juga lokasi sobat.

Pasword rar: bintangbulanbumi

Sebelum saya akhiri postingan ini perlu saya ingatkan kembali, bahwa semua karya ilmiah yang ada disini hanya boleh dijadikan rujukan, contoh dalam pembuatan karya ilmiah. Tidak dibenarkan untuk menduplikat (mengganti nama, dan diakui sebagai karya sendiri). Dan saya mengharap kerelaan sobat semua untuk memberikan +1 (Google+) pada karya ilmiah yang didownload yang letaknya berada dibawah tiap-tiap postingan. Semoga karya ilmiah yang ada disini bermanfaat bagi sobat.

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah Skripsi - Celotehan Warung Kopi

Dasar Penulisan Karya Ilmiah Skripsi


Penulisan karya ilmiah merupakan salah satu ciri pokok kegiatan perguruan tinggi. Melalui penulisan karya ilmiah, anggota masyarakat akademik pada suatu perguruan tinggi dapat mengkomunikasikan informasi baru, gagasan, kajian, dan hasil penelitian. Untuk mendukung kegiatan ilmiah tersebut diperlukan suatu pedoman tentang penulisan karya ilmiah. Pedoman penulisan karya ilmiah memberikan petunjuk cara menulis skripsi.

penulisan karya ilmiah

Skripsi merupakan salah satu karya ilmiah dalam suatu bidang studi yang ditulis oleh mahasiswa Program Sarjana (S1) pada akhir studinya. Karya ilmiah ini merupakan salah satu persyaratan untuk menyelesaikan program studi mahasiswa yang dapat ditulis berdasarkan hasil penelitian lapangan, hasil kajian pustaka, atau hasil kerja pengembangan (proyek).

Penulisan Karya Ilmiah Skripsi Berdasarkan Jenis Penelitiannya


Skripsi hasil penelitian lapangan adalah jenis penelitian yang berorientasi pada pengumpulan data empiris di lapangan. Ditinjau dari pendekatan yang digunakan, penelitian lapangan dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. Penelitian kuantitatif adalah suatu penelitian yang pada dasarnya menggunakan pendekatan deduktif-induktif. Pendekatan ini berangkat dari suatu kerangka teori, gagasan para ahli, maupun pemahaman peneliti berdasarkan pengalamannya, kemudian dikembangkan menjadi permasalahan-permasalahan beserta pemecahan-pemecahannya yang diajukan untuk memperoleh pembenaran (verifikasi) dalam bentuk dukungan data empiris di lapangan.

Sedangkan penelitian kualitatif adalah penelitian yang dimaksudkan untuk mengungkapkan gejala secara holistik-kontekstual melalui pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri peneliti sebagai instramen kunci. Penelitian kualitatif bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Proses dan makna (perspektif subjek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Ciri-ciri penelitian kualitatif mewarnai sifat dan bentuk laporannya. Oleh karena itu, laporan penelitian kualitatif disusun dalam bentuk narasi yang bersifat kreatif dan mendalam serta menunjukkan ciri-ciri naturalistik yang penuh keotentikan.

Kajian pustaka adalah telaah yang dilaksanakan untuk memecahkan suatu masalah yang pada dasarnya bertumpu pada penelitian kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan. Telaah pustaka semacam ini biasanya dilakukan dengan cara mengumpulkan data atau informasi dari berbagai sumber pustaka yang kemudian disajikan dengan cara baru dan atau untuk keperluan baru. Dalam hal ini bahan-bahan pustaka itu diperlukan sebagai sumber ide untuk menggali pemikiran atau gagasan baru, sebagai bahan dasar untuk melakukan deduksi atau sebagai dasar pemecahan masalah.

Kerja pengembangan adalah kegiatan yang menghasilkan rancangan atau produk yang dapat dipakai untuk memecahkan masalah-masalah aktual. Dalam hal ini, kegiatan pengembangan ditekankan pada pemanfaatan teori-teori, konsep-konsep, prinsip-prinsip, atau temuan-temuan penelitian untuk memecahkan masalah. Skripsi yang ditulis berdasarkan hasil kerja pengembangan menuntut format dan sistematika yang berbeda dengan skripsi ditulis berdasarkan hasil penelitian, sebab karakteristik kegiatan pengembangan dan kegiatan penelitian tersebut berbeda. Kegiatan penelitian pada dasarnya berupaya menguji jawaban yang diajukan terhadap suatu permasalahan, sedangkan kegiatan pengembangan berupaya menerapkan temuan atau teori untuk memecahkan suatu permasalahan. Setiap mahasiswa wajib mengetahui dan memahami tentang pedoman penulisan karya ilmiah skripsi.

Pengetahuan Ibu Primipara tentang Penurunan Berat Badan Fisiologis Pada Bayi Dalam 1 Minggu Pertama

PENDAHULUAN 

 1.1 Latar Belakang 

(Skripsi) Kelahiran bukanlah awal kehidupan melainkan interupsi dalam pola perkembangan yang dimulai pada saat pembuahan, itulah saat individu harus melakukan peralihan dari lingkungan intern di dalam rahim ke dunia luar tubuh ibu (Hurlock EB, 1997). Setelah bayi lahir ke dunia ia mulai menyesuaikan diri dengan usaha sendiri pula, misal dengan menghisap, menelan atau bahkan menangis. Hal itu berbeda selama ia dalam kandungan, si bayi mendapat makanan dari ibu melalui plasenta. Dengan demikian selama di dunia bayi merupakan orang yang paling tahu berapa kebutuhan kalorinya yang dibutuhkan dan bagaimana kemampuan pencernaannya sendiri (Budi, 2000).

Menurut Hurlock, EB 1997 masa bayi merupakan waktu penyesuaian yang radikal dan sulit. Hal ini terlihat dalam salah satu bukti paling penting yaitu kehilangan berat badan, sebenarnya penurunan berat badan pada bayi dalam minggu-minggu pertama disebabkan oleh kesulitan penyesuaian bayi terhadap kehidupan pasca natal. Penyesuaian pada bayi neonatal diantaranya : perubahan suhu, menghisap, menelan dan pembuangan. Padahal hal itu merupakan fenomena yang sering terjadi pada bayi di minggu-minggu pertama kehidupannya. Berat badan tersebut akan pulih kembali setelah 10 hari dan akan terjadi kenaikan berat badan secara cepat pada bulan-bulan berikutnya.

Bayi baru lahir umumnya kehilangan berat badan sekitar 10% dari berat badan lahir dalam 7 hari. Menurut Judith Groner Assosiate Profesor Bidang Penyakit Anak Pada Fakultas Ohio State University Of Colombia Amerika Serikat. Bayi tidak memerlukan cairan yang ada dalam tubuhnya begitu ia lahir.

Berdasarkan catatan yang didapat dari sub bagian tumbuh kembang pediatrik komunitas bagian ilmu kesehatan anak FKUI RSCM didapatkan dari 126 ibu bersalin, 105 (83,3%) bayi mengalami penurunan berat badan fisiologis yaitu sekitar 1-3% dan berat badan lahir sedangkan 21(16,7%) bayi tidak mengalami penurunan berat badan, sedangkan dari studi pendahuluan yang dilakukan di desa Bendo pada tanggal 23-24 September 2004, peneliti memperoleh data bahwa dari 15 ibu didapatkan bayi yang mengalami penurunan berat badan fisiologis sebanyak 11 bayi (73,3%) yaitu sekitar 1-4% dan ibu tidak tahu cara mengatasi agar bayi tidak mengalami penurunan berat badan fisiologis yang berlebihan dan apa dampak dari itu semua sedangkan yang tidak mengalami penurunan berat badan sebanyak 4 bayi (26,6%).

Beberapa orang tua cemas apalagi ibu primipara yang baru berpengalaman dalam mengasuh bayi. Meraka khawatir bayi akan kekurangan cairan dalam tubuhnya dan bayi akan mengalami penurunan berat badan. Tapi mereka tidak tahu apa dampak dari semua itu dan tidak tahu apa yang harus dilakukan padahal itu semua bisa berakibat fatal pada bayi bila penurunan berat badan pada 1 minggu pertama melampaui 10% dari berat badan lahir, mungkin pada hari pertama bayi hanya rewel, tidak mau minum ASI ibunya lalu akan jatuh sakit dan bila keadaan ini terus berlanjut, maka akan terjadi kematian.

Untuk itu dibutuhkan pengetahuan tentang penurunan berat badan fisiologis pada bayi dalam 1 minggu pertama dari segi pengertian maupun sebab sebab penurunan berat badan, dan setelah ibu-ibu mengetahui tentang penurunan berat badan diharapkan adanya perubahan perilaku misalnya : bayi jangan terlalu lama dimandikan dan segeralah selimuti bayi mulai dari ubun-ubun sampai kaki agar tidak terjadi hipotermi, susui bayi secepatnya agar dapat mengetahui reflek menghisap bayi, merawat tali pusat untuk mencegah terjadinya infeksi. Menurut Soekijo, 1997 pengetahuan merupakan dominan yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang.

Dari fenomena tersebut, peneliti ingin mengadakan penelitian yang berjudul “Pengetahuan ibu primi para terhadap penurunan berat badan fisiologis pada bayi dalam 1 minggu pertama”.

File lengkap silahkan unduh di sini

pelaksanaan kegiatan ekstra kurikuler dalam meningkatkan keberhasilan pendidikan agama islam

Fitria Sari, Yuli, 2006. pelaksanaan kegiatan ekstra kurikuler dalam meningkatkan keberhasilan pendidikan agama islam di MAN Malang I. Skripsi, jurusan pendidikan agama islam, fakultas tarbiyah, universitas islam negeri malang.

Pembimbing: Muhammad asrori alfa, M.Ag

Kata Kunci: Kegiatan Ekstra Kurikuler, Keberhasilan Pendidikan Agama Islam.

Pelaksanaan kegiatan ekstra kurikuler sangat membantu dalam meningkatkan pengetahuan siswa khususnya dalam bidang pendidikan agama islam. Dengan adanya pelaksanaan kegiatan ekstra kurikuler sebagai kegiatan tambahan, maka siswa mempunyai bekal yang ukup untuk membentengi dirinya dari berbagai pengaruh negatif.

Kekurangan jam pelajaran serta terbatasnya materi pendidikan agam islam yang diberikan dianggap sebagai penyebeb utama timbulnya para pelajar dalam memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran agama islam.

Pada dasarnya kegiatan ekstra kurikuler dalam dunia sekolah ditujukan untuk menggali dan memotivasi siswa dalam bidang tertentu. Dalam hal ini kegiatan ekstra kurikuler bertujuan untuk membantu dan meningkatkan pengembangan wawasan anak didik khusus dalam bidang pendidikan agama islam.

Disamping itu, pembahasan skripsi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sedangkan untuk memperoleh data dengan menggunakan pengumpulan data yang meliputi metode observasi, interview, dokumentasi dengan jumlah sampel 25 orang siswa, yang sebagian aktif dalam kegiatan ekstra kurikuler keagamaan ditambah Kepala Sekolah, Wakasek Kurikulum, Guru Bidang Studi Pendidikan Agama Islam, Pengurus Kegiatan Ekstra Kurikuler Keagamaan, Pembina Kegiatan Ekstra Kurikuler Keagamaan, sehingga berjumlah 30 orang.

Hasil yang diperoleh dari penelitian yang dilakukan di MAN Malang I, dalam pelaksanaan kegiatan ekstra kurikuler yang bernuansa keagamaan ini ada berbagai macam kegiatan diantaranya: qiro’ah, shalawat, kajian islami, shalat dhuhur berjama’ah, shalat dhuha, pondok ramadhan dan lain-lain.

Berpijak dari hal diatas, maka skripsi ini mengkaji tentang “Pelaksanaan Kegiatan Ekstra Kurikuler Dalam Meningkatkan Keberhasilan Pendidikan Agama Islam di MAN Malang 1” dengan tujuan untuk mengetahui tentang pelaksanaan, usaha-usaha yang dilakukan, faktor yang menunjang dan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan ekstra kurikuler di MAN Malang 1.

Dari hasil penelitian dan didukung oleh beberapa kajian teori dalam penulisasn skiripsi ini, maka dapat ditari kesimpulan bahwa kegiatan ekstra kurikuler yang bernuansa keagamaan benyak memberikan dampak kualitas keberagamaan terhadap civitas sekolah. Guru dan siswa secara aktif menyelenggarakan sejumlah kegiatan yang ditujukan untuk meningkatkan kesadaran beragama.

Dalam skripsi ini, penulis akhiri dengan beberapa kesimpulan dan saran yang ditujukan kepada pengurus dan Pembina kegiatan ekstra kurikuler keagamaan, kepala sekolah, serta guru-guru yang lain agar melalui kegiatan ekstra kurikuler keagamaan ini dapat lebih meningkatkan keberhasilan Pendidikan Agama Islam

Download file disini

Pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala Madrasah Terhadap Motivasi Belajar Siswa

Juairiah, Siti, 2002. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala Madrasah Terhadap Motivasi Belajar Siswa Di MAN Kota Blitar, Skripsi, Jurusan Pendidikan Islam, Fakultas TArbiyah, Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, Dosen Pembimbing: Prof. Dr. M. Djunaidi Ghoni

Gaya kepemimpinan seorang pemimpin atau manajer biasanya dipakai sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. Salah satu pendekatan yang digunakan untuk mempelajari kesuksesan pemimpian yaitu dengan mempelajari gaya yang akan melahirkan berbagai tipe atau gaya kepemimpinan. Berdasarkan sifat dan cara-cara pemimpin atau pelaksanaannya dan mengembangkan kegiatan kepemimpinan dalam lingkungan kerja yang dipimpin: gaya kepemimpinan otokratis/ otoriter, gaya kepemmimpinan laissez-fire, dan gaya kepemimpinan demokratis.Untuk memilih gaya kepemimpinan yang akan digunakan perlu dipertimbangkan berbagai factor yang mempengaruhi: (1) factor dalam organisasi, (2) factor pimpinan manajer, (3) factor bawahan, (4) factor situasi penugasan.

Motivasi belajar merupakan satu kebutuhan dalam belajar yang sangat penting yang tidak dapat dipisahkan dengan kegiatan belajar. Motivasi belajar ada yang berasal dari diri sendiri yang biasa disebut motivasi intrinsic, ada juga yang berasal dari luar diri yang mana munculnya membutuhkan rangsangan dari luar yang biasa disebut dengan motivasi ekstrinsik.

Penelitian ini dilakukan di MAN Kota Blitar yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan kepala madrasah terhadap motivasi belajar siswa.

Untuk membuktikan hipotesis dalam penelitian ini metode mengumpulan data yang digunakan adalah tehnik angket, interview, observasi dan dokumen. Sedangkan pengambilan sample mengunakan random sampling yaitu siswa kelas II MAN Kota Blitar yang berjumlsh 156 siswa. Uji validitas menggunakan tehnik korelasi product moment dari person. Sedangkan uji relibialitas mengunakan tehnik alpha dengan bantuan computer. Selanjutnya untuk mengetahui hasil data yang dikumpulkan di lakukan perhitungan dengan menggunakan tehnik product moment.

Hasil pengujian hipotesis menunjukkan (1) ada pengaruh antara gaya kepemimpinan otokrasi terhadap motivasi belajar, dengan koefisien korelasi 0.262 %. (2) ada pengaruh gaya kepemimpinan laissez-fire terhadap motivasi belajar, dengan koefisien korelasi 0.927 %. (3) ada pengaruh gaya kepemimpinan demokratis terhadap motivasi belajar, dengan koefisien korelasi 0.589 %. Sedangkan sumbangan efektif penelitian sebesar (r2 x 100 % =24 % ).

Berdasarkan data yang terkumpul dan analisis didapatkan hasil yang signifikan ( F =16.033, P< 0.005 ) artinya semakin tinggi gaya kepemimpinan maka motivasi belajar semakin baik dan sebaliknya.

Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan, Motivasi Belajar

Download file disini

Putusan Hakim Tentang Perkara Pembatalan Nikah

Oleh: Abdul Malik Hasan, NIM/DNI: 3222993032, Putusan Hakim Tentang Perkara Pembatalan Nikah Salah Wali Di Pengadilan Agama Tulungagung, Program Studi: Al-Akhwal Al-Syahsiyah, Jurusan: Syari’ah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Tulungagung, Pembimbing: Drs. H. Abdul Manab, Tahun 2003.


Permasalahan Penelitian: 1. Apakah yang bisa dijadikan alasan untuk melakukan pembatalan pernikahan di Pengadilan Agama Tulungagung? 2. Apakah dasar pertimbangan hakim dalam memutuskan perkara pembatalan Pernikahan karena salah wali di Pengadilan Agama Tulungagung? 3. Bagaimana proses putusan hakim tentang perkara pembatalan Pernikahan karena salah wali di Pengadilan Agama Tulungagung?

Tujuan Penelitian: 1. Untuk mengetahui faktor-faktor yang bisa dijadikan alasan untuk melakukan pembatalan Pernikahan di Pengadilan Agama Tulungagung. 2. Untuk mengetahui dasar pertimbangan hakim dalam memutuskan perkara pembatalan Pernikahan karena salah wali di Pengadilan Agama Tulungagung. 3. Untuk mengetahui proses putusan hakim tentang perkara pembatalan Pernikahan karena salah wali di Pengadilan Agama Tulungagung.

Manfaat Penelitian: 1. Kegunaan secara teoritis yaitu dapat menjadi bahan acuan dan pertimbangan bagi penelitian-penelitian lain yang senada dengan pembahasan skripsi ini. 2. Kegunaan secara praktis yaitu dapat dijadikan bahan untuk merumuskan program pembinaan dan kemasyarakatan sebelum Pernikahan berlangsung sehingga kasus salah wali tidak terulang lagi.

Prosedur Penelitian: 1. Lokasi Penelitian: Penelitian ini dilakukan di Pengadilan Agama Tulungagung. 2. Obyek Penelitian: Putusan Pengadilan Agama Tulungagung yang berkaitan dengan masalah pembatalan pernikahan karena salah wali. 3. Metode pengambilan sampel: Purpossive Sampel. 4. Populasi adalah semua Pengadilan Agama yang pernah menangai masalah kasus perkara pembatalan pernikahan karena salah wali. 5. Sampel : Pengadilan Agama Tulungagung. 6. Sumber data : a. Sumber data primer. (1) Para anggota majelis hakim Pengadilan Agama Tulungagung. (2) Panitera Pengadilan Agama Tulungagung. (3) Putusan tentang pembatalan Pernikahan karena salah wali di Pengadilan Agama Tulungagung. b. Sumber data sekunder: Buku-buku karya ilmiah yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. 7. Tehnik Pengumpulan Data: a. Wawancara (interview), b. Studi dokumen. 8. Tehnik Pengolahan Data: a. Editing, b. Organizing, c. Analizing. 9. Teknik Analisis Data: a. Metode deduktif, b. Metode deskriptif.

Hasil Penelitian: Jika kita lihat putusan Pengadilan Agama Tulungagung No. 211/pdt.G/2002 dinyatakan telah sesuai dan sah menurut hukum yaitu mengenai alasan untuk melaksanakan pembatalan nikah, dasar pertimbangan hakim dalam memutus perkara pembatalan nikah karena salah wali dan proses putusan hakim yang meliputi proses pengajuan permohonan, proses pemeriksaan dan proses pembuktian sehingga Pengadilan Agama Tulungagung memutuskan mengabulkan permohonan pemohon dan membatalkan pernikahan pemohon dengan termohon yang hal itu dikuatkan oleh dalil-dalil syara’, kitab perundang-undangan yang berlaku dan didasarkan realitas-realitas yang ada serta alat-alat bukti yang diajukan oleh para pihak, maka putusan Pengadilan Agama Tulungagung sudah sesuai dan tidak menyimpang dari hukum yang berlaku.

Saran-Saran: 1. Dalam melaksanakan pernikahan bagi orang-orang Islam, pejabat KUA harus meneliti secara cermat dan efektif. Surat-surat atau bukti-bukti yang diperlukan untuk melaksanakan pernikahan, baik syarat formal ataupun syaratmateriil, dipenuhi. 2. Pengadilan agama hendaknya dapat dijadikan tempat untuk mencari keadilan bagi pihak-pihak yang merasa dirinya atau haknya ditindas oleh pihak lain. 3. Hendaknya di dalam diri setiap praktisi hukum benar-benar ditanamkan jiwa keikhlasan lahir batin dan lebih menekankan pada asas perdamaian serta menjadi agen penyadar hukum bagi masyarakat, sehingga tidak terjadi kasus seperti ini.

Download file disini

Analisis Nilai Edukatif dalam Novel Love in Pesantren Karya Shachree M. Daroini Sebagai Reformulasi Pola Interaksi Guru dan Murid di Pesantren.

Kamilah, Nisaul. Analisis Nilai Edukatif dalam Novel Love in Pesantren Karya Shachree M. Daroini Sebagai Reformulasi Pola Interaksi Guru dan Murid di Pesantren. Skripsi, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah, Universitas Islam Negeri Malang. Marno, M. Ag



Seiring dengan semakin bertambahnya jumlah santri dalam sebuah pesantren, kyai tidak bisa berdiri sendiri untuk mengayomi seluruh santri. Oleh karena itu, kyai banyak dibantu oleh para guru dalam menggerakkan roda pendidikan di tubuh pesantren. Dalam skripsi ini, penekanan lembaga pendidikan yang dimaksud adalah guru dan murid yang terlibat dalam pendidikan sekolah, dimana sekolah itu sendiri menjadi otoritas pesantren. Sehingga semua kebijakan, baik terkait anggaran, mata pelajaran, bahkan seragam dan lain-lain ditentukan oleh kebijakan pesantren sebagai pengayomnya. Pengejawantahan kitab ta’limul muta’allim yang sporadis membuat pondok pesantren menanamkan nilai-nilai sakti yang terkait dengan interaksi guru dan murid semisal; murid harus sam’an wa to’atan (mendengarkan dan taat), sendhiko dhawuh dengan satu iming-iming klasik, apalagi kalau bukan barokah. Adanya doktrin-doktrin inilah yang seringkali menjadikan murid mandek, stagnan dan tidak kritis. Mereka dituntut untuk menerima segala pengetahuan yang dicekokkan pada mereka sebagai kebenaran mutlak yang tidak bisa diganggu gugat. Guru yang seharusnya demokratis justru menjadi sosok yang bisa jadi memenggal progresifitas, memancung pluralitas, dan membunuh dialektika dan dinamika keilmuan yang senantiasa berkembang. Pada akhirnya, realitas semacam itulah yang membuat banyak pihak melontarkan kritik terhadap pola pendidikan di pesantren. Kritik tajam itu tak hanya dilisankan tapi juga melalui tulisan, dalam bentuk fiksi maupun non fiksi. Salah satu dari banyak tulisan tersebut adalah novel Love in Pesantren karya Shachree M. Daroini yang notabene alumni pondok pesantren. Banyak kritik yang kemudian lahir dari tangan-tangan kreatif yang bisa mensintesiskan antara realitas yang terjadi di lapangan dengan imajinasi sehingga membuahkan novel yang menurut penulis apik, kritis. Relevansi novel Love in Pesantren karya Shachree M. Daroini dengan realitas interaksi guru-murid yang berkembang di sekolah dalam lingkungan pesantren inilah yang membuat penulis tertarik unuk mengadakan analisis novel yang tertuang dalam judul: Analisis Nilai Edukatif dalam Novel Love in Pesantren Karya Shachree M. Daroini Sebagai Reformulasi Pola Interaksi Guru dan Murid di Pesantren.

Tujuan dilakukannya analisis ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis nilai-nilai edukatif yang terdapat dalam novel ”Love in Pesantren” serta mengetahui dan menganalisis nilai edukatif dari novel yang bisa kita terapkan sebagai reformulasi pola interaksi guru dan murid di pesantren. Penelitian yang penulis lakukan ini termsuk penelitian deskriptif kualitatif dengan metode analisis reflektif. Yakni menganalisis berdasarkan narasi kemudian direfleksikan dalam realitas yang terjadi di dunia nyata dan menggunakan teknik dokumentasi dalam pengumpulan datanya. Peneliti berfungsi sebagai instrumen penelitian karena peneliti merupakan perencana, pelaksana pengumpulan data, analisis, penafsir data, dan pada akhirnya menjadi pelapor hasil penelitian. Kegiatan yang dilakukan peneliti sehubungan dengan pengambilan data yaitu, kegiatan membaca teks novel Love in Pesantren dan peneliti bertindak sebagai pembaca yang aktif membaca, mengenali, mengidentifikasi satuan-satuan tutur yang merupakan penanda dalam satuan-satuan peristiwa yang di dalamnya terdapat gagasan-gagasan hingga menjadi sebuah keutuhan makna.

Hasil dari analisis novel ini menunjukkan bahwa nilai-nilai edukatif yang terdapat dalam novel ”Love in Pesantren” karya Shachree M. Daroini adalah: upaya meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, semangat melakukan ritual keagamaan, tolong menolong, menyadari keterbatasan diri, amar ma’ruf nahi munkar, sigap menghadapi masalah, pengembangan pendidikan, kemandirian, prinsip keadilan, menciptakan kondisi lingkungan yang sarat nuansa religius, menghargai perbedaan, menghargai dan menghormati sesama manusia, berfikir kritis mengenai kehidupan, mau memaafkan, mampu menerima kritik, bersikap lembut, welas asih dan ramah pada orang lain, bersikap optimis dan tidak putus asa. Sedangkan dari nilai-nilai edukatif di atas, yang bisa kita terapkan sebagai reformulasi pola interaksi guru dan murid di pesantren adalah: Upaya meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, menciptakan kondisi lingkungan yang sarat nuansa religius, menghargai dan menghormati sesama manusia, bersikap lembut, welas asih dan ramah pada orang lain, menghargai perbedaan, prinsip keadilan, berfikir kritis mengenai kehidupan, mampu menerima perubahan, mampu menerima kritik, dan mau memaafkan.

Oleh karena itulah, menurut hemat penulis, pesantren, sebagai lembaga yang sakral dan disakralkan, hendaknya senantiasa mengembangkan keilmuan dan tidak bersikap ekskulusif dalam bersudut pandang. Tidak mengekalkan pengkelasan serta feodalisme yang berakibat pada pengkultusan yang berlebihan. Oleh karenanya, pesantren sepatutnya senantiasa membuka diri untuk mau memahami perbedaan sudut pandang agar tidak terburu-buru memandang segala sesuatunya secara hitam-putih. Baik guru maupun murid di lingkungan pesantren, hendaknya sesegera mungkin menyadari, bahwa dunia telah mengalami kemajuan pesat. Kehidupan global menanti intelektual muslim yang menguasai teknologi dan informasi. Bukan sekedar orang-orang puritan yang gagap teknologi, membenci globalisasi dan mengurung diri tanpa mampu berbuat apa-apa untuk menjadi pioneer di era global. Jika umat muslim tetap terkungkung dalam doktrin yang mengkerdilkan, membatasi nalar kritis dan kreatifitas, mencampakkan kemajuan atas dalih moralitas dan sekulerisme, maka umat Islam takkan pernah lepas dari imperialisme Barat.

Kata Kunci: Nilai Edukatif, Reformulasi Pola Interaksi Guru dan Murid, Pesantren

Download file disini

Implementasi Program Akselerasi Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam

Kata Kunci: Program, Akselerasi, Percepatan Belajar, Pembelajaran, dan Pendidikan Agama Islam.

Anak berbakat memiliki kepribadian yang unik Umumnya mereka memiliki minat yang kuat terhadap berbagai bidang yang menjadi interestnya, sangat tertarik terhadap berbagai persoalan moral dan etika, sangat otonom dalam membuat keputusan dan menentukan tindakan, dipadu dengan task commitment yang tinggi. Mereka membutuhkan layanan pendidikan spesifik agar potensi keberbakatannya dapat berkembang sehingga mencapai aktualisasi diri yang optimal. Mendorong aktualisasi potensi keberbakatan anak, pada perkembangannya akan menjadi salah satu pilar kekuatan bangsa dalam pertarungan dan persaingan antar bangsa-bangsa di era global. Tanpa pelayanan  pendidikan yang relevan, anak berbakat akan menjadi kelompok marjinal yang gagal memberikan sumbangan signifikan bagi kemajuan bangsa ini. Jika hal itu dibiarkan terus berlangsung maka sesungguhnya kita telah melakukan “penganiayaan” dan menyia-nyiakan anugerah Ilahi yang amat besar.
Salah satu bentuk pelayanan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa adalah melalui program akselerasi (percepatan belajar). Dengan kata lain program untuk mempercepat masa studi bagi peserta didik yang memiliki tingkat kecerdasan tinggi. Yang berhak untuk mendapat perhatian khusus agar dipacu perkembangan prestasi dan bakatnya. Misalnya SD diselesaikan dalam 4 tahun, SMP dalam 2 tahun begitu juga dengan tingkat SMA.
Pendidikan agama adalah salah satu pendidikan yang mempunyai fokus untuk lebih memberikan nilai-nilai dan norma-norma yang memberi arah, arti dan tujuan hidup manusia. Dicantumkannya pendidikan Agama dalam Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dalam Bab VI pasal 15 yang berbunyi: “jenis pendidikan mencakup pendidikan umum, kejuruan, akademik, profesi, vokasi, keagamaa, dan khusus”. Hal ini merupakan suatu kebijakan politik pemerintah yang sekaligus memberikan rambu-rambu kepada pengelola dan pelaksana pendidikan Agama  yaitu untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang memiliki implikasi moral dan etika yang tinggi.
Oleh karena itu, menjadi penting Pendidikan Agama Islam bagi anak yang memiliki kecerdasan dan bakat tinggi. Sebagai proses penanaman nilai-nilai Islam kepada siswa. Sehingga tidak hanya menjadi siswa yang pintar, tapi juga siswa yang bermartabat dan bermoral. Yaitu memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosi, sosial dan spiritual. Berangkat dari latar belakang inilah, kemudian dalam penelitian ini diambil rumusan masalah: (1) Bagaimana Implementasi Program Akselerasi Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di SMA Negeri 3 Malang; dan (2) Apa Saja Faktor Pendukung Dan Penghambat Implementasi Program Akselerasi Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di SMA Negeri 3 Malang.
Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Untuk Mengetahui Implementasi Program Akselerasi Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di SMA Negeri 3 Malang; dan (2) Untuk Mengetahui Apa Saja Faktor Pendukung Dan Penghambat Implementasi Program Akselerasi Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di SMA Negeri 3 Malang.
Penelitian ini menggunakan pendekatan berparadigma Deskriptif-Kualitatif. Yaitu berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Dan jenis penelitiannya adalah menggunakan teknik analisis Deskriptif (non statistik), yang dilakukan dengan menggambarkan data yang diperoleh dengan kata-kata atau kalimat yang dipisahkan untuk kategori untuk memperoleh kesimpulan.
Hasil dari penelitian ini adalah bahwa pada dasarnya, secara umum pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di kelas akselerasi SMA negeri 3 Malang adalah tidak jauh berbeda dengan pelaksanan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di kelas reguler. Meliputi: sistem  pembelajaran, dan sistem evaluasinya. Demikian pula halnya dengan kegiatan-kegiatan di luar kelas, seperti kegiatan ekstrakurikuler. Hanya saja yang membedakannya dengan kelas reguler bahwa kelas  akselerasi diperuntukkan bagi anak-anak yang luar biasa cerdas dan memiliki keunggulan dalam kecepatan berfikir. Dengan kurikulum yang dikembangkan (secara berdiferensiasi) disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan siswa berbakat. Yaitu waktu yang diperlukan dalam menyelesaikan pendidikan program akselerasi lebih cepat dari pada program reguler pada umumnya.
         Untuk mencapai hasil yang maksimal dalam pelaksanaan proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas akselerasi, ada Beberapa faktor yang mempengaruhi. Baik faktor pendukung maupun faktor penghambat. Salah satu faktor pendukung tersebut -disamping pihak sekolah- yang diharapkan mampu menyelenggarakan program akselerasi khususnya dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) ini secara efektif dan efisien, dukungan positif dan partisipasi aktif pihak orang tua dan masyarakat serta pemerintah juga diperlukan. Sedangkan beberapa faktor yang menjadi penghambat dalam pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas akselerasi, diantaranya seperti: minimnya standar kompetensi guru, metode pembelajaran yang kurang variatif, dan alokasi waktu yang sedikit untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Pada kenyataannya, yang demikian itu memang sudah menjadi polemik nasional yang menjadi kendala dalam pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam di tanah air. Terlepas dari itu semua, permasalahan yang berhubungan dengan siswa akselerasi dalam pelaksanaannya di SMA Negeri 3 Malang tidak menjadi suatu problem yang berarti.
 
Download file disini

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TENTANG PROFESIONALISME GURU DENGAN KEBERHASILAN BELAJAR SISWA KELAS III DI MTS.N GRABAG KABUPATEN MAGELANG

Nur Alamsiyah (NIM. 3199102). Hubungan antara Persepsi Siswa tentang Profesionalisme Guru dengan Keberhasilan Belajar Siswa Kelas III di MTs.N Grabag Kabupaten Magelang. Skripsi. Semarang : Program Strata 1 Jurusan Pendidikan Agama Islam IAIN Walisongo, 2004.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Tingkat persepsi siswa tentang profesionalisme guru di MTs.N Grabag, (2) Tingkat keberhasilan belajar siswa di MTs.N Grabag, (3) Hubungan antara persepsi siswa tentang profesionalisme guru dengan keberhasilan belajar siswa di MTs.N Grabag Kabupaten Magelang. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan teknik korelasi. Subyek sebanyak 58 responden, menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen kousioner untuk memperoleh data (X) atau profesionalisme guru, dan informasi dokumenter untuk memperoleh data (Y)
atau nilai raport.

Data penelitian yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif. Pengujian hipotesis penelitian menggunakan analisis regresi dan korelasi (Analisis Regresi Satu Prediktor dengan Skor Deviasi). Pengujian hipotesis penelitian menunjukkan bahwa :
1. Tingkat persepsi siswa tentang profesionalisme guru di MTs.N Grabag termasuk dalam kategori cukup dengan rata-rata sebesar 83,93.
2. Tingkat keberhasilan belajar siswa di MTs.N Grabag termasuk dalam kategori baik dengan rata-rata sebesar 112,38.
3. Ada hubungan yang positif atau signifikan antara persepsi siswa tentang profesionalisme guru dengan keberhasilan belajar siswa di MTs.N Grabag Kabupaten Magelang. Hal ini ditunjukkan oleh nilai F hitung : 8,335 yang lebih besar daripada F tabel untuk taraf signifikan 5 % (4,02) dan taraf signifikan 1 % (7,12).

Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan akan menjadi bahan informasi dan masukan bagi semua pihak terutama yang berada di MTs.N Grabag, baik bagi Kepala Sekolah, tenaga pengajar (guru), para staf dan semua siswa MTs.N Grabag. Diharapkan kepada para guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai guru benar-benar profesional atau dilakukan secara benar agar senantiasa dapat meningkatkan motivasi belajar siswa secara lebih baik lagi.

Download file disini

Peranan Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Pribadi Muslim

Manusia sebagai khalifah dimuka bumi ini perlu menempatkan diri sepanjang fitrahnya. Al-Qur’an adalah sumber pemberi arah, bagaimana seorang muslim memilih metode geraknya sesuai dengan kehendak Allah SWT. Dia lebih mengetahui, apa yang baik diperlukan manusia untuk memenuhi hasratnya, yaitu keselamatan dan kesejahteraan hidupnya didunia dan akhirat. Untuk mencapai itu, Allah SWT menurunkan perintah dan larangan dalam berbagai bentuk bagi manusia yang dinukilkan didalam Al-Qur’an dengan tersurat dan tersirat. Semua bentuk larangan dan perintah diukur sedemikian rupa, sehingga seluruhnya sesuai dengan daya kemampuan manusia itu sendiri.
            Pendidikan Agama Islam sejak awal merupakan salah satu usaha untuk menumbuhkan dan memantapkan kecenderungan tauhid yang telah menjadi fitrah manusia. Agama menjadi petunjuk dan penuntun kearah yang benar.
            Oleh karena kepribadian manusia meliputi tiga aspek, yaitu aspek jasmaniyah, kejiwaan dan kerohanian, akan dapat menjadi sesuatu yang sangat penting bagi kehidupan manusia bila dilandasi dengan dasar agama. Karena itu, pendidikan agama sangat berperan dalam membentuk kepribadian seseorang, terutama kepribadian muslim Lebih-lebih pendidikan agama itu diberikan secara intensif dan kentinew. Karena pada dasarnya memiliki kepribadian yang baik adalah dambaan semua orang. Karena dengan itu, ia akan dihormati, disegani dan dicintai oleh orang di sekitarnya.
Berdasarkan pernyataan diatas, penulis merasa tertarik mengadakan penelitian dengan judul “Peranan Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Pribadi Muslim Siswa SMP Lab Universitas Negeri Malang”, dalam hal ini rumusan masalahnya adalah: 1). Bagaimana pelaksanaan Pendidikan Agama Islam di SMP Lab Universitas Negeri Malang. 2). Bagaimana Perilaku siswa. 3). Bagaimana peranan Pendidikan Agama Islam dalam membentuk kepribadian muslim siswa. Dan bertujuan untuk:1). Mengetahui pelaksanaan pendidikan agama islam. 2). Mengetahui kepribaian muslim siswa.
Penulis Menggunakan pendekatan teoritis yang disajikan dalam bab pertama dan kedua, yang masing-masing membahas pendahuluan dan tinjauan teoritis, sedangkan dalam analisa data ada dalam bab ketiga. Dalam pemabahasan ini penulis mengganakan metode interviuw, observasi, angket dan dokumentasi.
Dari hasil penelitian penulis menemukan bahwa pelaksanaan Pendidikan Agama Islam sudah cukup baik terbukti sudah mengikuti prosedur-prosedur yang dipergunakan dalam melangsungkan proses belajar mengajar. Sedangkan mengenai kepribadian muslim yang dimiliki oleh siswa banyak variabel kearah yang baik, sehingga dapat dikatakan cukup. Dari sini maka Pendidikan Agama Islam berperan penting dalam membentuk kepribadian siswa di SMP lab Universitas Negeri Malang.

Download file disini

DEMOKRATISASI PENDIDIKAN ISLAM

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) konsep dasar demokrasi (2)
konsep demokratisasi pendidikan Islam menurut Abdul Munir Mulkhan (3)
relevansi demokratisasi pendidikan Islam menurut Abdul Munir Mulkhan
terhadap tujuan pendidikan Islam.
Penelitian ini menggunakan metode riset kepustakaan (Library Research).
Kemudian data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan metode induktif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dasarnya prinsip demokrasi itu
memberi hak semua orang untuk mengambil keputusan dan juga demokrasi
memandang semua orang mempunyai posisi yang setara. Oleh karena itu dalam
demokrasi harus ada yang namanya kebebasan, harus ada penghormatan akan
martabat orang lain, harus ada persamaan dan juga harus dapat menjamin
tegaknya keadilan.
Atas dasar konsep demokrasi tersebut, Abdul Munir Mulkhan berusaha
untuk menghadirkan konsep pendidikan Islam yang demokratis dalam rangka
menjembatani permasalahan-permasalahan yang ada. Selama ini pendidikan Islam
di anggap tidak demokratis, karena hanya sekedar transfer of knowledge atau
transfer of value. Sehingga murid hanya sekedar menerima nilai-nilai yang sudah
ada tanpa bisa berpikir kritis dalam mengembangkan dirinya. Untuk itu,
pendidikan Islam yang demokratis haruslah pendidikan yang bisa memberikan
kesempatan kepada semua siswa untuk terlibat langsung dalam mengembangkan
kemampuannya, sehingga bisa menjadi manusia yang kritis dan kreatif.
Selain itu pendidikan Islam juga harus dapat memberi peluang kepada
semua orang di semua zaman untuk dapat membaca, memahami, menafsirkan Alqur’an
diatas dasar prinsip keterbatasan dan kemampuan manusia. Karena pada
Al-qur’an diturunkan dimuka bumi ini adalah untuk semua orang di semua zaman.
Oleh karena itu Al -qur’an sebagai pedoman dan petunjuk perlu dan pasti
dipahami dalam kapasitas dan keterbatasan manusia. Sehingga akan menjadikan
umat Islam kaya akan ilmu pengetahuan dan juga terhindar dari pengertian
dikotomik serta dapat bersaing dengan negara maju.

Download file disini

Ajaran Jihad Menurut Islam Dan Implikasinya Terhadap Guru Pai

Jihad merupakan istilah dan ajaran yang tidak asing di dalam
kehidupan
. Apalagi jika ia dikaitkan dengan konteks kehidupan luas,
mencakup banyak makna sejauh kesepakatan suatu kelompok yang
menyepakatinya, baik di kalangan media massa maupun media cetak dan
elektronik. Di Indonesia, sejak berlangsungnya kasus Bom Bali juga kasus
Azhari
, istilah jihad menjadi marak kembali sehingga sering dikutip berbagai
media, untuk memberi konteks pada munculnya gerakan-gerakan perlawanan
yang dilakukan oleh sebagian kelompok kegamaan terhadap lainnya secara
tidak adil.1 Media massa tidak jarang memberikan ulasan munculnya berbagai
aksi pengeboman di berbagai tempat di Indonesia, sebagai bentuk perlawanan
kelompok Islam terhadap lainnya. Dalam pada itu tak jarang, ajaran jihad
dipahami secara sederhana sebagai bentuk perang suci atas nama agama untuk
memerangi kezhaliman di muka bumi.

Istilah jihad dalam mainstreem umat Islam seringkali dipahami dengan
dua pengertian
. Pertama, dalam pengertian etimologis bahasa Arab. Kedua,
dalam pengertian teologis, yakni jihad dalam konsep hukum Islam, baik
didasarkan al-Qur’an, al-sunnah, atau pun ijma’ para ulama. Namun,
betapapun dua pengertian di atas dibedakan, tetap saja pengertian jihad tidak
dipahami dalam posisi yang benar, karena konsep jihad yang dibangun tidak
jarang didasarkan pada dua pengertian sekaligus, baik bahasa maupun teologi.

Download file disini

Peranan Perkawinan Dalam Pendidikan Anak Menurut Perspektif Islam

Oleh: Titik Nurhidayati, NIM: 321973121/2958, Peranan Perkawinan Dalam Pendidikan Anak Menurut Perspektif Islam, Program Studi: Pendidikan Agama Islam, Jurusan: Tarbiyah, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Tulungagung, Pembimbing: Drs. H. Muhadi Latief, M.Ag., Tahun 2001.
Permasalahan Penelitian: 1. Bagaimana peranan perkawinan dalam pendidikan contoh dan keteladanan orang tua? 2. Bagaimana peranan perkawinan dalam pendidikan keimanan anak? 3. Bagaimana peranan perkawinan dalam pendidikan ibadah anak?   4.  Bagaimana  peranan  perkawinan  dalam pendidikan akhlak anak? 5. Bagaimana peranan perkawinan dalam pendidikan kemasyarakatan anak? 6. Bagaimana peranan perkawinan dalam pendidikan jasmani dan kesehatan anak?
Tujuan Penelitian: 1. Untuk mengetahui peranan perkawinan dalam pendidikan contoh dan keteladanan orang tua. 2. Untuk mengetahui peranan perkawinan dalam pendidikan keimanan anak. 3. Untuk mengetahui peranan perkawinan dalam pendidikan ibadah anak. 4. Untuk mengetahui peranan perkawinan dalam pendidikan akhlak anak. 5. Untuk mengetahui peranan perkawinan dalam pendidikan kemasyarakatan anak. 6. Untuk mengetahui peranan perkawinan dalam pendidikan jasmani dan kesehatan anak.
Kegunaan Penelitian: 1. Hasil penelitian ini akan berguna sebagai informasi dan bahan pertimbangan bagi masyarakat mengenai besarnya peranan perkawinan dalam ikut membina pendidikan bagi anak supaya menjadi sosok yang mempunyai nilai tambah, baik dari segi keteladanan, keimanan, ibadah, akhlak, kemasyarakatan, maupun dari segi jasmani dan kesehatan. 2. Berguna bagi penulis untuk menambah wawasan tentang pembuatan karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Agama Islam di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Tulungagung, serta untuk menambah wawasan tentang perkawinan dan cara-cara mendidik anak kelak bila sudah berkeluarga. 3. Untuk menambah koleksi buku di perpustakaan.
Metode Penelitian: 1. Jenis penelitian: studi kepustakaan. 2. Subyek penelitian: sumber yang digunakan atau informasi yang meliputi keseluruhan pembahasan dari permasalahan perkawinan, pendidikan anak-anak, serta peranan perkawinan dalam pendidikan anak menurut perspektif Islam. 3. Metode pengumpulan data: a. Library research, b. Metode dokumentasi. 4. Teknik analisa data: Teknik analisa data kualitatif, a. Metode induktif. b. Metode deduktif. c. Metode komparasi.

Hasil penelitian: 1. Peranan perkawinan dalam pendidikan contoh dan keteladanan orang tua: Ayah dan ibu memberi contoh dan teladan yang baik kepada anak-anaknya agar berkembang ke arah kedewasaan, sebab apabila kelakuan mereka tidak sesuai dengan nasehat-nasehat yang diberikan, maka anak-anak tidak akan mau melaksanakan. 2. Peranan perkawinan dalam pendidikan keimanan anak: Ayah dan ibu mengajarkan dasar-dasar agama kepada anak-anaknya dengan cara memantapkan rukun iman yang enam. 3. Peranan perkawinan dalam pendidikan ibadah anak: Ayah dan ibu memberikan perlengkapan shalat kepada anak-anaknya yang suka menirukan shalat agar mereka gembira. 4. Peranan perkawinan dalam pendidikan akhlak anak: Ayah dan ibu mendidik anak-anaknya ke arah akhlak yang baik serta mencegah pergaulan dengan teman-teman yang jahat. 5. Peranan perkawinan dalam pendidikan kemasyarakatan anak: Ayah dan ibu membiasakan anak-anaknya untuk hidup saling tolong-menolong, bersikap ramah-tamah, toleransi, bisa mengendalikan diri, serta pandai menyesuaikan diri dengan anggota keluarga. 6. Peranan perkawinan dalam pendidikan jasmani dan kesehatan anak: Ayah dan ibu membantu pertumbuhan dan perkembangan anak-anaknya dari segi jasmani (misalnya senam) juga dari segi kesehatan (misalnya pengetahuan tentang makanan sehat, menjaga kebersihan badan, kebersihan gigi, mandi, mencuci tangan sebelum makan, memotong kuku, buang air di tempat yang sudah disediakan, dan sebagainya).
Download file disini

Urgensi Kemampuan Siswa Membaca Al-Qur’an dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam di SMP

Winarni. Urgensi Kemampuan Siswa Membaca Al-Qur’an dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 13 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah, Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. Mohammad Asrori Alfa, M.Ag.


Kemampuan membaca al-Qur’an khususnya bagi siswa yang ada di sekolah umum (SMP) sangat penting sekali dalam meningkatkan prestasi belajar bidang studi pendidikan agama Islam. Dikatakan penting karena al-Qur’an sebagai salah satu ruang lingkup pendidikan agama Islam menjadi dasar pokok dari materi pendidikan agama Islam. Berangkat dari permasalahan tersebut, maka yang menjadi masalah yang ingin dijawab dalam penelitian ini adalah bagaimana kemampuan dan urgensi siswa dalam membaca al-Qur’an di SMP Negeri 13 Malang, untuk dapatnya meningkatkan prestasi balajar pendidikan agama Islam. 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam membaca al-Qur’an di SMP Negeri 13 Malang untuk mengetahui urgensi kemampuan siswa dalam membaca al-Qur’an dalam rangka meningkatkan prestasi balajar pendidikan agama Islam di SMP Negeri 13 Malang.

Untuk mengetahui kemampuan siswa dalam membaca al-Qur’an, penulis melakukan penelitian dengan menggunakan metode observasi, angket, interview, dan dokumentasi. Sedangkan untuk menganalisisnya, penulis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif terhadap data hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dan untuk data yang diperoleh melalui angket, penulis menggunakan teknik analisa deskriptif kuantitatif dengan menggunakan teknik analisis prosentase.

Dari hasil penelitian yang dilakukan ternyata kemampuan siswa SMP Negeri 13 Malang dalam membaca al-Qur’an sudah cukup baik (75%). Sebagaimana dalam data angket, bahwa siswa yang mampu membaca al-Qur’an sebanyak 56 atau 58%, siswa yang sangat mampu membaca al-Qur’an sebanyak 6 atau 6%, dan siswa yang kurang mampu membaca al-Qur’an sebanyak 35 atau 36%. Kemampuan yang dimiliki siswa dalam membaca al-Qur’an tersebut sekaligus sebagai alat yang sangat urgen khususnya dalam meningkatkan prestasi belajar mereka. Hal tersebut sesuai dengan data angket menunjukkan bahwa siswa yang menjawab suka dengan pelajaran Pendidikan Agama Islam sebanyak 54 atau 55%, yang menjawab sangat suka sebanyak 19 atau 20% siswa, dan yang menjawab biasa saja sebanyak 24 atau 25% siswa.  Sehingga pengaruh sikap siswa yang demikian itu, juga berdampak positif pada nilai materi pendidikan agama Islam yang non al-Qur’an. Dengan demikian diharapkan siswa mampu memahami, mengerti, sekaligus menghayati isi bacaan al-Qur’an tersebut demi tercapainya prestasi pendidikan agama Islam di SMP Negeri 13 Malang.
 
Download file disini

Peranan Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Siswa Di Sekolah Menengah Umum Negeri 1 Ngantang

Pendidikan agama Islam bertujuan untuk membentuk pribadi anak, yang mana bukan saja semata-mata hanya menyangkut masalah intelek saja, bahkan dalam pendidikan agama tersebut diharapkan sekaligus dapat mencapai tiga macam kemampuan, yaitu: kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik.

Disamping itu tanggung jawab masyarakat terhadap pendidikan adalah sebagaimana masing-masing anggota masyarakat ikut menciptakan suatu sistem pendidikan dalam masyarakat hingga mendorong masing-masing anggota masyarakat untuk mendidik dirinya sendiri agar bersedia mendidik anggota masyarakat lainnya. Itu berarti masyarakat merupakan lembaga ketiga setelah keluarga dan sekolah untuk memberi pengaruh dan arahan kepada anak begitu juga lembaga sekolah yang biasa disebut pendidikan formal yang merupakan salah satu usaha pemerintah dalam membina dan meningkatkan potensi serta kepribadian anak melalui pendidikan dan pengajaran untuk mencapai pendidikan nasional. Dan salah satu mata pelajaran dalam kurikulum pendidikan nasional adalah pendidikan agama.

Jadi pendidikan sangat penting dalam kehidupan dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Pendidikan sangat dibutuhkan baik dalam kehidupan seseorang, keluarga, maupun bangsa dan negara. Maju dan mundurnya sesuatu bangsa banyak ditentukan oleh maju dan mundurnya pendidikan negara itu. Mengingat sangat pentingnya dalam kehidupan, maka pendidikan harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, sehingga akan dapat dicapai suatu hasil yang diharapkan.

Berangkat dari pemikiran diatas, penulis mengadakan penelitian pada sebuah lembaga pendidikan yaitu sekolah menengah umum negeri 1 Ngantang dengan judul : Peranan pendidikan agama Islam dalam meningkatkan mutu pendidikan siswa di sekolah menengah umum negeri 1 Ngantang.

Adapun tujuan penulis membahas masalah ini adalah untuk mengetahui peranan pendidikan agama Islam yang ada di sekolah menengah umum negeri 1 Ngantang dan usaha dalam meningkatkan mutu pendidikan siswa. Dalam pendekatan teoritis, pembahasannya sengaja penulis fokuskan pada masalah-masalah pokok sebagai penyebab timbulnya masalah lain, diantaranya masalah dasar, tujuan, fungsi serta upaya-upaya yang dilakukan oleh guru agama dalam meningkatkan mutu pendidikan siswa dalam peranan pendidikan agama Islam.

Untuk mendapatkan data yang berkenaan dengan masalah diatas maka penulis menggunakan metode pembahasan yang diterapkan adalah metode deduktif, dan komperatif untuk mendapatkan data dari lokasi penelitian, metode pendekatan adalah metode angket, metode obserwasi, metode interview dan metode domentasi. Sedangkan untuk menganalisa data yang bersifat kualitatif dianalisa dengan diskriptif kualitatif dan adat yang bersifat kuantitatif atau yang diungkapkan dengan angka dianalisa dengan teknik analisis statistik prosentasi dengan rumus sebagai berikut :

Dari hasil analisis data ini didapatkan hasil penelitian bahwa peranan pendidikan agama Islam di sekolah menengah umum negeri 1 Ngantang, menunjukkan bahwa peranan guru, sekolah, kurikulum serta masyarakat sekitarnya harus ditingkatkan, sedangkan usaha pemecahkannya dengan mengirimkan beberapa guru mengikuti penataran, up grading, pemenuhan fasilitas secara bertahap, dan pemberian jam tambahan pada siswa yang menginginkan pendalaman dalam pemahaman pendidikan agama Islam.

Selanjutnya dalam penenlitian tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut :
1.       Keadaan mutu pendidikan SMUN 1 Ngantang, SMUN 1 Ngantang yang pada kenyataannya adalah sebuah komponen pendidikan agama Islam yang dalam kondisi yang cukup.
Upaya peningkatan mutu pendidikan agama Islam yang dilakukan adalah dengan mengupayakan pembinaan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan agama Islam terhadap keseluruhan komponen secara kontinyu.

Filenya ada dizini

Telaah Pemikiran Nasionalisme Soekarno Dalam Prespektif Pendidikan Islam

Terbentuknya Indonesia sebagai negara kesatuan merupakan kesadaran seluruh komponen bangsa tanpa mempersoalkan latar belakang agama, suku dan bahasa. Kesadaran itu lahir dari kehendak bersama untuk membebaskan diri dari belenggu penjajahan dan kolonialisme yang tidak sesuai dengan semangat dan nilai-nilai kemanusiaan universal. Semangat ini menjadi modal dasar dan landasan kuat untuk menyatukan dan meleburkan diri dengan penuh kerelaan dalam bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Keinginan untuk bernegara ini tercermin secara nyata dalam Sumpah Pemuda tahun 1928 yang melahirkan nasionalisme Indonesia yang sekaligus mampu mendorong dalam proses pencapaian kemerdekaan Republik Indonesia.

Perjuangan masyarakat Indonesia untuk menyatukan berbagai bentuk kepentingan yang ada pada saat itu, terutama pada masa kerajaan sangatlah tidak mudah. Hal ini karena berbagai corak pemikiran maupun cita-cita masing-masing daerah dipengaruhi oleh karakteristik budaya dan prilaku pemimpin daerah masing-masing. Jika dilihat dari dimensi Sejarah bangsa Indonesia pada awalnya terdiri dari beberapa kerajaan, yang masing-masing kerajaan mempunyai hukum ketatanegaraan sendiri-sendiri, misalnya kerajaan Sriwijaya (+ abad ke-7 s/d abad 13) dan kerajaan besar lainnya yakni, kerajaan Majapahit (+ abad ke- 13 s/d abad 15)1 serta masih banyak kerajaan yang timbul pada masa itu termasuk kerajaan-kerajaan Islam yang muncul pada abad-abad sesudahnya.

Donlot file dizini

Efektifitas Penggunaan Metode Jigsaw Learning Dalam Pembelajaran Agama Islam (PAI) di SMP

Kata Kunci: Efektifitas, Metode Jigsaw Learning, Pembelajaran Agama Islam.
            Proses belajar mengajar merupakan inti dari kegiatan pendidikan di sekolah. Disini guru sebagai pendidik memiliki peran yang sangat besar, disamping sebagai fasilitator dalam pembelajaran siswa juga sebagai pembimbingdan mengarahkan peserta didiknya sehingga mejadi manusia yang mempunyai pengetahuan luas baik pengetahuan agama, kecerdasan, kecakapan hidup, keterampilan, budi pekerti luhur dan kepribadian baik dan bisa membangun dirinya untuk lebih baik dari sebelumnya serta memiliki tanggung jawab besar dalam pembengunan bangsa.
            Dalam proses belajar mengajar, salah satu faktor yang sangat mendukung keberhasilan guru dalam melaksanakan pembelajaran adalah kemampuan guru dalam menguasai dan menerapkan metode pembelajaran. Guru dituntut untuk menguasai macam-macam metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi dan siswa.
            Mengaktifkan belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran merupakan salah satu cara menghidupkan dan melatih memori siswa agar bekerja dan berkembang secara optimal. Guru harus memberi kesempatan kepada siswa untuk mengoptimalkan memorinya bekerja secara maksimal dengan bahasanya dan melakukan dengan kreatifitasnya sendiri.
            Dengan metode belajar aktif, siswa akan mampu memecahkan masalahnya sendiri, yang paling penting melakukan tugasnya sesuai dengan pengetahuan yang mereka miliki.
            Persoalannya bagaimana mengaktifkan siswa agar senantiasa tumbuh kesadaran mau dan senanag belajar, guru harus mempunyai strategi yang baik supaya pendidikan dan pengajaran yang disampaikan memperoleh respon positif, menarik perhatian, dapat dikembangkan dan terimplementasi dalam sikap yang positif pula. Untuk mencapainya, seorang guru harus dapat memilih metode pengajaran yamg menarik.
            Salah satu alternatif yang dapat dilakukan oleh guru lebih mangaktifkan belajar siswa di kelas yaitu dengan menggunakan metode Jigsaw Learning. Strategi ini dapat diterapkan pada pembelajaran untuk mencapai kompetensi yang sudah ditetapkan.
            Berdasarkan latar belakang di atas, maka dalam penelitian ini rumusan masalahnya adalah (1). Bagaimana pelaksanaan metode Jigsaw Learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI)? (2). Sejauh mana efektifitas penggunaan metode Jigsaw Learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI)? (3). Apa faktor pendukung dan penghambat penggunaan metode Jigsaw Learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI)?. Adapun tujuannya adalah, (1). Untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan metode jigsaw Learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), (2). Untuk mengetahui sejauh mana efektifitas penggunaan metode Jigsaw Learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), (3). Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat penggunaan metode Jigsaw Learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama islam (PAI).
            Metode Jigsaw Learning adalah suatu tipe pembelajaran koopertaif yang terdiri dari beberapa anggota dalam satu kelompok yang bertanggung jawab atas penguasaan bagian materi belajar dan mampu mengajarkan bagian tersebut kepada anggota lain dalam kelompoknya.
            Pembelajaran pendidikan agama Islam adalah upaya membelajarkan siswa untuk dapat mengubah tingkah laku individu dalam kehidupan kemasyarakatannya dan dalam alam sekitarnya melalui proses pendidikan yang dilandasi dengan nilai-nilai Islami.                       
            Untuk penerapan metode jigsaw dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam sangat cocok sekali, selain dapat meningkatkan keaktifan siswa di kelas, juga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Sehingga siswa mampu memahami dan menghayati agama Islam dengan baik.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, yaitu data yang dikumpulkan berasal dari naskah wawancara, catatan lapangan, dokumen pribadi dan dokumen lainnya. Data yang terkumpul penulis analisis dengan menggunakan tehnik analisi deskriptif.
Efektifitas penggunaan metode Jigsaw Learning selain didukung oleh prosedur penerapan yang baik, hasil belajar yang memuaskan juga merupakan salah satu pendukung keefektifan pemggunaan metode ini.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Jigsaw Learning pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 13 Malang sudah cukup efektif. Metode ini sangat membantu guru PAI karena dapat melibatkan siswa secara aktif dan dapat meningkatkan kerjasama siswa. Penerapan metode ini didukung oleh beberapa sarana yang cukup lengkap yang disediakan oleh SMP Negeri 13 Malang. Dan ada beberapa penghambat yang dihadapi oleh guru-guru khususnya guru PAI yaitu kurangnya waktu dan banyaknya siswa dalam satu kelas. Akan tetapi untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, seorang guru harus memiliki keterampilan sendiri.
           Berdasarkan penelitian ini, dapat disarankan perlu adanya pelatihan-pelatihan Kurikulum Berbasis Kompetensi untuk guru agar penerapan metode belajar aktif lebih efektif lagi sesuai dengan yang diharapkan. Serta diadakannya jam-jam tambahan diluar jam sekolah untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam agar siswa dapat lebih memahami Islam seperti diadakan pengajian al-Qur’an, praktek-praktek ibadah dan lain-lain.
Donlotnya ada dizini ya

Asimilasi Wni Keturunan Tionghoa Di Kota Malang

Negara Indonesia terletak di 98oBT - 141oBT dan 64oLU - 111oLS, juga terletak diantara dua Benua yaitu Benua Asia dan Australia serta dua samudra yaitu Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Selain itu keadaan geografis Indonesia terdiri atas 13.667 pulau besar dan kecil yang tersebar disepanjang ekuator kurang lebih 3.000 mil dari Barat ke Timur, dan lebih dari 1.000 mil dari Utara ke Selatan. (Taufik Rahman, Tarsius Wartono, Didi Wiraatmaja, dkk., 2000 : 34)

Karena letak Negara Indonesia yang berada di tengah-tengah lalu lintas perdagangan laut melalui kedua samudera tersebut dan kaya akan rempah-rempah maka masyarakat Indonesia telah sejak lama memperoleh pengaruh dari kebudayaan lain yang dibawa oleh para pedagang asing. Pengaruh yang pertama kali menyentuh masyarakat Indonesia berupa pengaruh kebudayaan Hindu dan Budha dari India sejak 400 SM. Sejak kedatangan pedagang dari India inilah, Indonesia mulai didatangi oleh pedagang-pedagang dari manca negara.

Salah satu pedagang yang pernah datang ke Indonesia adalah orang-orang dari Tionghoa. Mereka datang ke Indonesia terbagi dalam dua gelombang, yaitu :
1. Gelombang Pertama Terjadi pada ratusan tahun silam karena adanya pergolakan politik di Tionghoa, yakni pada munculnya dinasti baru Manchu.
2. Gelombang kedua Terjadi pada masa pemerintahan Hindia Belanda karena desakan ekonomi dan kepadatan penduduk di Tionghoa.

Pedagang yang berasal dari Tionghoa, umumnya laki-laki, mereka menetap di Indonesia dan kawin dengan perempuan pribumi. Sejak saat itu muncul ras campuran baru yaitu golongan peranakan. Penduduk peranakan Tionghoa di Indonesia sudah memainkan peranan penting dalam apa yang sekarang dinamakan perdagangan Internasional, karena mereka menjadi tulung punggung perdagangan antar Tiongkok-Indonesia dan India-Indonesia serta tempat tempat lainnya.

Di dalam negeri, mereka-pun memegang peranan penting dalam jaringan distribusi, sehingga hasil bumi rakyat di pedalaman bisa masuk ke kota-kota, dan barang barang dari kota bisa masuk ke pedalaman.
Laksamana Sukardi mengatakan bahwa WNI Keturunan Tionghoa memiliki peran ekonomi yang besar, 50% perekonomian Indonesia atau senilai US$ 100 M, padahal jumlah mereka 4 % atau delapan juta orang dari populasi penduduk Indonesia. Pendapatan pribumi atau WNI asli hanya US$ 520 per kapita, sedangkan WNI Keturunan Tionghoa US$ 12.500. WNI Keturunan Tionghoa menguasai hampir 73 % perusahaan go public. (Dalam Dialog Nasional Pri – Non Pri 1997)

File ada dizini

Inventarisasi Alga Hijau Bentuk Koloni di Rawa Senggreng

Alga hijau sebagian besar hidup di perairan tawar dengan bentuk talus berupa sel tunggal, filamen, koloni bukan filamen dan pseudoparenkim. Di perairan alga hijau bentuk koloni dapat bersifat plankton atau bentos yang menempel pada tumbuhan, pasir, batu, lumpur dan hewan.
Rawa Senggreng merupakan suatu tempat genangan air tawar yang permanen, Dengan kondisi tersebut dapat diduga bahwa alga hijau bentuk koloni kemungkinan besar dapat hidup dan ditemukan di rawa Senggreng.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui marga-marga alga hijau bentuk koloni yang ditemukan di rawa Senggreng dan marga yang paling sering ditemukan dalam setiap strata stasiun.
Penelitian ini menggunakan metode survei, data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif eksploratif dengan menggunakan kunci identifikasi alga menurut Smith (1950).
Populasi dalam penelitian ini adalah semua marga alga hijau bentuk koloni yang hidup di rawa Senggreng. Sampel penelitian ini adalah semua marga alga hijau bentuk koloni yang terdapat dalam 300 ml air dan yang menempel pada 5 potong, batang dan tangkai daun eceng gondok dan batang kangkung yang diambil dari setiap strata stasiun.
Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Maret sampai Mei 2002. Lokasi penelitian dibagi menjadi 5 stasiun yang masing-masing dibagi menjadi 3 strata yaitu permukaan, kedalaman 0,5 meter dan epifit pada batang dan tangkai daun eceng gondok serta batang kangkung dan setiap strata diambil 3 tempat secara acak. Pengambilan sampel plankton dengan menggunakan botol kaca, sedangkan sampel epifit diambil dengan cara menyikat seluruh permukaan batang dan tangkai daun eceng gondok serta kangkung.
Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa di rawa Senggreng ditemukan Enam alga hijau bentuk koloni. Marga-marga tersebut adalah: Volvox, Gonium, Sphaerocystis, Gloeocystis, Tetraspora dan Stephanosphaera. Marga yang paling sering ditemukan adalah Volvox dan Tetraspora.
Donlotnya ada dizini

Modernisasi Pendidikan Pesantren dalam Perspektif Azyumardi Azra.

Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang memiliki keunggulan baik dari aspek tradisi keilmuannya maupun sisi transmisi dan intensitas umat Islam. Derasnya arus globalisasi telah mengancam eksistensi, pesantren sehingga muncul gagasan modernisasi dilingkungan pesantren demi menjawab tantangan kebutuhan transformasi sosial. Akan tetapi banyak kalangan mengkhawatirkan tentang gagasan modernisasi pesantren yang berorientasi kekinian dapat mempengaruhi idenitas dan fungsi pokok pesantren.

Yang menjadi fokus penelitan ini: Bagaimana Problematika dan upaya Reformulasi Kelembagaan, Kurikulum, dan Metodologi Pesantren dalam Prespektif Azyumardi Azra? Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui Problematika dan Upaya Reformulasi Kelembagaan, Kurikulum, Metodologi Pesantren dalam prespektif Azyumardi Azra.

Skripsi ini bermanfaat dalam pengembangan, pembangunan dan peningkatan khazanah ilmiah dalam dimensi pendidikan Islam serta bermanfaat juga bagi para pembaca dan penambahan Karya Ilmiah Perpustakan UIN Malang.
Dalam penelitian ini menggunakan metodologi penelitian : 1. Jenis Penelitian: Kajian Pustaka, 2. Sumber Data : Sumber Data Primer; Karya-karya Azyumardi Azra dan sumber sekunder yang Relevan. 3. Metode Kajian : Metode Deskriptif.
Kesimpulan: Modernisasi pesantren dalam bentuk kelembagaan seperti pertanian, perikanan atau sekolah-sekolah umum didalam lingkungan pesantren telah menimbulkan kemrosotan identitas pesantren sebagai lembaga pendidikan untuk Tafaqquh fi Al-Din dan memproduksi ulama'. Menurut Azra pesantren harus memberikan apresiasi semua perkembangan yang terjadi dimasa kini dan mendatang sehingga tetap dapat memproduksi ulama' yang berwawasan luas. Memasukkan ilmu-ilmu umum dalam kurikulum pesantren telah menimbulkan persoalan yaitu bagaimana tepatnya secara epistomologi menjelaskan Ilmu-ilmu empiris atau ilmu-ilmu sekuler secara sistematis. Menurut Azyumardi Azra, gagasan untuk mengorientasiakan pesantren pada kurikulum "kekinian" perlu ditinjau kembali sebab mungkin gagasan tersebut akan berdampak negatif terhadap eksistensi tugas pokok pesantren. Azra mengharapkan pesantren harus mengorientasikan peningkatan kualitas santrinya kearah penguasaan ilmu-ilmu agama Islam. Penggunaan metodologi yang ketat dan kaku dalam sistem kurikulum yang mengutamakan penguasaan kognitif semata, menurut Azra dapat mengakibatkan proses pembentukan watak dan kepribadian anak didik terabaikan. Azra mengharapkan pesantren tetap mempertahankan metodologinya yaitu kearah proses belajar, taklim dan takdib sehingga pesantren dapat membentuk santri menjadi muslim yang sholeh.

Donlotnya dizini
 
Copyright © Celotehan Warung Kopi