Showing posts with label Budaya. Show all posts
Showing posts with label Budaya. Show all posts

Democracy or Democrazy?

Kasian banget ente mas bowo dan mas joko
sudah menjadi bahan ejekan orang yang akan dipimpin nya nanti
sudah dijadikan bahan saling menghina antar manusia
sudah dijadikan bahan untuk memecah belah umat dan rakyat
padahal kalian adalah calon pemimpin negeri ini
suka maupun tidak suka salah satu dari mereka pasti memimpin negeri ini 5 th ke depan
beginikah seharusnya democracy?
atau mungkinkah #democracy sudah berganti #democrazy ?

Kesalehan Ritual Dan Kesalehan Sosial - Celotehan Warung Kopi

Memahami Prilaku Keagamaan Umat Tentang Kesalehan Ritual Dan Kesalehan Sosial


KESALEHAN RITUAL DAN KESALEHAN SOSIAL
Kedua istilah yang menjadi tema tulisan ini, yakni saleh ritual dan saleh sosial, muncul untuk memberikan penamaan terhadap tipologi sikap dan perilaku keagamaan umat yang boleh dikatakan tidak utuh, parsial. Seperti narasi di atas, kesalehan ritual merupakan jenis kesalehan yang ukurannya ditentukan berdasarkan seberapa taat seseorang menjalankan salat lima waktu, seberapa panjang zikir-zikir sesudah salat, dan seberapa sering salat sunat ia lakukan. Pokoknya kesalehan dalam jenis ini ditentukan berdasarkan ukuran serba legal formal sebagaimana kata ajaran. Dan biasanya, orang yang memiliki perilaku ini merasa memiliki otoritas buat menilai kredibilitas moral orang lain, ia menjadi semacam tim pemeriksa dan penilai keimanan orang lain.

Sementara itu kesalehan sosial merupakan bentuk kesalehan yang lebih ditentukan oleh kehidupan praktis seseorang, seberapa banyak kegiatan-kegiatan sosial yang ia lakukan, seberapa jauh rasa toleransi, kepedulian terhadap sesama, cinta kasih, harga-menghargai, dan perilaku lainnya yang berdimensi sosial. Kesalehan sosial memandang bahwa kesalehan tidak ditentukan oleh doa-doa, zikir-zikir, dan ritualitas keagamaan lainnya yang lebih mengesankan sikap hidup egoistis, tetapi kesalehan itu ada pada perwujudan, manifestasi dan apresiasi keimanan dalam praksis sosial. Dalam bentuknya yang lebih ekstrim, kesalehan sosial ini kadang menafikan keimanan dan legal formal agama tetapi mereka aktif dalam kegiatan kemanusiaan dan kegiatan-kegiatan sosial, prilaku demikian dikatakan oleh Nurcholis sebagai “kesalehan sosial tanpa iman” (piety without faith).

Kedua tipologi kesalehan di atas hadir dalam praktis kehidupan keagamaan umat dan menjadi wacana serta diskursus dalam diskusi dan forum-forum ilmiah untuk mendapatkan gambaran antara realitas dengan pesan moral-ideal agama.

Kesalehan Ritual

Diantara kedua kesalehan di atas, kesalehan dalam bentuk pertama sering diapresiasikan oleh sebagian besar umat, sebuah sikap dan perilaku keagamaan yang parsial, egoistis dan individualistik. Orang lebih bersemangat menjalankan sebagian ibadah-ibadah sunnah seperti zikir, salat, puasa, dll. dari pada ibadah-ibadah sosial seperti mengurus kepentingan umum, bersilaturrahmi, membantu kesulitan tetangga, dan menyelesaikan problem kemiskinan. Orang merasa lebih beragama dibanding yang lain jika telah memperhatikan aspek simbol-simbol (syiar) keagamaan, kuantitas dan masalah-masalah furu’ seperti memelihara jenggot, membangun masjid. Tetapi mereka hampir tidak mempedulikan terhadap persoalan-persoalan subtansial, esensial dan kualitas masyarakat. Orang lebih memprioritaskan ibadah haji thathawwu” (haji kedua dst) dari pada membiayai anak tetangga yang hampir putus sekolah karena tidak dapat membayar SPP, atau orang lebih suka meng-haji-kan orang miskin yang belum mempunyai tempat tinggal daripada membantunya agar mempunyai rumah, dan seterusnya.

Dalam perspektif syariah, Qardlawi ((1995) juga melihat praktek-praktek keagamaan di berbagai negara muslim yang dinilai: (1) mementingkan hal-hal yang bersifat simbul (syiar) daripada yang subtansial; (2) memperhatikan hal-hal yang bersifat kuantitatif dan artifisial daripada yang bersifat kualitatif dan esensial; (3) mendahulukan pembentukan apa yang kita sebut ‘kesalehan individual’ daripada ‘kesalehan sosial’; (4) memprioritaskan tuntutan-tuntutan subyektif, kelompok dan golongan daripada tuntutan-tuntutan obyektifitas, masyarakat, nasional, dan dunia Islam; (5) menonjolkan pemikiran-pemikiran keagamaan skolastik dan dialektik daripada pemikiran empirik dan praktis.

Kesalehan Sosial

Kesalehan sosial, sebagaimana dijelaskan di atas, merupakan anti tesis dari perilaku dan pemahaman keagamaan umat yang mengarah pada simbolis ritual-partikularistik. Istilah kesalehan sosial juga menjadi wacana yang relatif baru seiring dengan isu seputar universalitas, kemajemukan dan pluralisme budaya dan agama. Perdebatan yang muncul ke permukaan, misalnya pertanyaan “apakah semua agama itu sama ?”, “adakah titik temu antara suatu ajaran agama tertentu dengan agama-agama lain di dunia ?”. Bahwa setiap agama dipahami mempunyai dua dimensi antara esoteris dan eksoteris, antara simbolik dan nilai-nilai yang dianggap esensi dan hakiki. Dan juga telah dipahami bahwa dalam wilayah eksoteris-historis keberbedaan itu ada, tetapi pada wilayah esoteris setiap agama menawarkan pesan perdamaian dan keselamatan, keadilan sosial dan cinta kasih”. Dalam wilayah inilah agama dipahami memiliki kesamaan (kalimatun sawa’). Bahkan menurut perspektif teologi inklusif, kesamaan itu juga ada pada wilayah tauhid, bahwa seluruh isi al-Qur’an dan kitab suci sebelumnya adalah pesan Tuhan. Pesan-pesan tersebut menegaskan bahwa perintah Tuhan itu sama untuk pengikut Muhammad saw. dan mereka yang menerima kitab suci Muhammad saw, yaitu pesan yang berisi untuk selalu taqwa kepada Allah.

Implikasi perdebatan di atas, bagi kalangan muslim tertentu (misalnya mahasiswa) yang memiliki pemikiran yang agak liberal, adalah munculnya pandangan dan sikap bahwa esensi ajaran agama itu lebih penting dari simbol-simbol agama, bahwa nilai-nilai hakiki itulah yang harus dijalankan bukan ajaran yang berupa legal formal, sebab itu mereka kadang memiliki sikap dan perilaku keagamaan yang mementingkan pesan moral agama berupa perdamaian, toleransi, kerja sosial dan perilaku lain yang mengarah pada pemupukan saleh sosial, tetapi pada dimensi lain mereka kadang menafikan ritualitas keagamaan, seperti tidak menjalankan salat, puasa, haji, dan seterusnya. Impliksi yang lebih parah lagi ketika mereka menafikan kedua-duanya, perdebatan seputar universalitas dan pluralitas hanya memunculkan arogansi dan liberalisasi pemikiran semata dan tidak dimaksudkan untuk mencari kebenaran hakiki. Meskipun dimaksudkan untuk mencari kebenaran itu, tetapi hanya dalam bentuk wacana, karena pada saat bersamaan tidak ada follow up berupa sikap dan tindakan. (sumber : makalah "KESALEHAN RITUAL DAN KESALEHAN SOSIAL")

Guru Dipecat Karena Membintangi Video Tak Senonoh

Berita Warung Kopi - Seorang guru sekolah menengah di Oxnard dipecat dari jabatannya lantaran membintangi film tak senonoh. Suatu hal yang sudah cukup pantas dia terima mengingat profesinya sebagai tenaga pendidik yang seharusnya menjadi teladan bagi siswanya. Seperti yang dikatakan pengacaranya “dia dipecat dari pekerjaan setelah vidionya ditemukan para guru dan siswa di internet.”

Para hakim pengadilan  dengan suara bulat sepakat bahwa Stacie Halas, 32th, tidak layak untuk mengajar di kelas. Halas dipecat pada bulan April dari pekerjaannya sebagai guru science di sekolah menengah Heydock yang terletak di Oxnard.

"Meskipun karir pornografi ('Halas) telah selesai,namun video tak senonohnya di Internet akan terus menghalangi dia dari profesinya menjadi seorang guru yang efektif dan dihormati rekan-rekannya," tulis Hakim Julie Cabos-Owen dalam keputusan 46 halaman yang dikeluarkan oleh Komisi Kompetensi Profesional.

Pengacaranya Richard Schwab mengatakan bahwa Halas telah mencoba untuk jujur tapi malu oleh pengalaman sebelumnya dalam industri dewasa. "Nona Halas adalah lebih dari sekedar pertempuran individu untuk pekerjaannya sebagai seorang guru" kata pengacaranya. "Saya pikir dia mewakili banyak orang yang mungkin memiliki masa lalu yang mungkin tidak melibatkan sesuatu yang ilegal atau apapun dan yang menyakiti siapa pun" lanjutnya.

Schwab juga mengatakan dalam pembelaannya bahwa Halas tidak membintangi film porno saat mengajar di distrik manapun. Dia mengatakan dia melakukannya hanya selama periode delapan bulan antara 2005-2006 karena masalah keuangan setelah pacarnya meninggalkannya.

Kepala daerah Jeff Chancer memuji keputusan pengadilan. Keputusan Halas yang terlibat dalam pornografi jelas tidak sesuai dengan tanggung jawabnya sebagai panutan bagi siswa dan akan menyajikan gangguan, bagi sekolah apabila ia teta menjadi guru," kata Chancer dalam sebuah pernyataan. (Diterjemahkan dari dailynews)

Catatan redaksi Warung Kopi ; Suatu pelajaran yang tak patut dicontoh oleh guru khususnya yang ada di Indonesia yang notabene beradat ke-timuran. Guru seharusnya bisa menjadi contoh dan teladan yang baik bagi muridnya. Kalau gurunya saja berkelakuan seperti ini, bagaimana dengan muridnya? Semoga guru di Indonesia tidak ada yang berkelakuan seperti itu.

3 Penghargaan Ketty Perry di People Choice Awards

Ketty Perry Memenangkan Tiga Penghargaan

Ketty Perry di People Choice Awards
courtesy of nydailynews.com
Berita Terkini Warung Kopi - Siapa yang tak kenal penyanyi top dunia saat ini Ketty Perry. Penyanyi dengan nama asli Katheryn Elizabeth Hudson ini baru saja menyabet tiga dari lima penghargaan dalam ajang People Choice Awards yang diadakan di Nokia Theatre L.A. yang berlangsung Rabu malam kemarin. 

Seperti yang dilansir oleh nydailynews.com, Perry memboyong penghargaan pada kategori fans' favourite female artist dan pop artist. Selain itu vidionya pada "part of me" juga memenangkan penghargaan. Selain Perry artis lain yang juga memboyong penghargaan adalah Jennifer Lawrence, Josh Hutcherson and Liam Hemsworth pada kategori film dan aktris favorit.

Biografi Singkat Ketty Perry

Perry lahir di Santa Barbara, California dengan nama Katheryn Elizabeth Hudson dari orang tua pendeta kristen. Sejak kecil dia menyanyi lagu-lagu rohani di gereja setempat. Dia mulai karir dengan merilis album rohani yang sama seperti namanya pada tahun 2001 sebagai Katy Hudson, namun kurang sukses. Dia kemudian merekam album dengan tim produksi The Matrix dan menyelesaikan sebagian besar album solo 2004-05, yang keduanya tidak satu pun dirilis.

Pada tahun 2007 dia menandatangani kontrak dengan Capitol Music Group dengan mengadopsi nama panggung Ketty Perry dan ini mulai membuatnya terkenal. Pada bulan November Perry merilis singel pertamanya di internet, "Ur So Gay" yang cukup mendapatkan perhatian publik namun masih gagal memasuki tangga lagu. 

Katy menjadi terkenal dengan merilis singel keduanya, "I Kissed a Girl" pada tahun 2008, yang menduduki puncak tangga lagu internasional. Pada tahun yang sama, album pertama Perry One of the Boys menjadi album terlaris ke-33 di seluruh dunia pada tahun 2008. Perry mendapatkan sertifikasi Platinum dari Recording Industry Association of America, sementara "I Kissed a Girl" dan singel keduanya, "Hot n Cold" menerima sertifikasi multi-platinum. Pada tahun keduanya, album Teenage Dream dirilis pada bulan Agustus 2010 dan memulai debutnya di nomor satu Billboard 200. Album ini memasukkan hit singel "California Gurls", "Teenage Dream", "Firework", "E.T." dan "Last Friday Night (T.G.I.F.)", yang semuanya telah menduduki puncak tangga lagu di Billboard Hot 100. Dengan "E.T." yang bertengger di nomor satu tangga lagu pada 12 Mei 2011, Perry menjadi artis pertama dalam sejarah yang melewatkan satu tahun penuh, selama 52 minggu berturut-turut di 10 besar Billboard Hot 100. Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Katy_Perry

Masyarakat Madani Hanya Khayalan?

Pengertian Masyarakat Madani

Masyarakat Madani Hanya Khayalan

Masyarakat Madani merupakan salah satu tatanan masyarakat baru yang diidam-idamkan oleh semua orang. Istilah masyarakat Madani itu sebenarnya merujuk pada masyarakat islam yang pernah dibangun Nabi di Negeri Madinah. Kata Madani merupakan adopsi dari bahasa Arab Ad-din, at-tamadun atau al-madinah yang secara harfiah berarti masyarakat kota. Namun secara ketatabahasaan Kata madani bisa diartikan sebagai peradaban. (Nurcholis Madjid :1996. hal 51-55) (istilah yang kedua inilah yang dipakai untuk lebih lanjut). Sehingga menurut Dawam Rahardjo konsep masyarakat Madani menyangkut tiga hal, yaitu Agama sebagai sumbernya, peradaban sebagai prosesnya dan perkumpulan atau masyarakat kota sebagai hasilnya (Dawam Rahardjo:1996:hal 1-16)

Masyarakat Madani Yang Dibangun Nabi Muhammad SAW

Di kota Madinah Nabi telah membangun masyarakat yang berperadaban dengan landasan ajaran agama islam dan masyarakat bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini dituangkan dalam bentuk “Piagam Madinah” yang didalamnya menyangkut antara lain wawasan kebebasan, terutama dibidang agama dan ekonomi, tanggung jawab sosial politik, serta pertahanan secara bersama.

Masyarakat Madinah mampu menyeimbangkan antara dimensi vertikal (hablum minalloh) yakni tali hubungan dengan Alloh dimana nilai etika dan moral selalu didasarkan pada norma-norma agama dengan dimensi horizontal(hablum minan nas) yang berupa semangat perikemanusiaan yang memancarkan hubungan antar manusia yang penuh budi luhur.

Ciri-ciri Masyarakat Madani Yang Dibangun Nabi

Ada beberapa ciri masyarakat madani pada zaman Nabi S.A.W. antara lain:
1. Egalitarianisme
2. Penghargaan kepada orang berdasarkan prestasi (bukan kesukuan, keturunan, ras dan sebagainya)
3. Keterbukaan partisipasi seluruh anggota masyarakat aktif
4. penegakan hukum dan keadilan
5. Toleransi dan pluralisme
6. Musyawarah.

Apakah ciri-ciri masyarakat madani diatas terdapat di Indonesia?

Pengaruh Sikap Kerja Guru dengan Kompetensi Guru

Pengertian Sikap Kerja Guru dan Kompetensi Guru


Sikap kerja guru adalah suatu kecenderungan seorang guru dalam merespon suka atau tidak suka terhadap pekerjaannya, yang pada akhirnya diungkapkan dalam bentuk tindakan atau perilaku yang berkenaan dengan profesinya. Respon dan perilaku seorang guru terhadap pekerjaannya dapat diungkapkan dalam bentuk kepercayaan dan kepuasan guru terhadap pekerjaannya maupun dalam bentuk perilaku yang ditampilkan. Kompetensi guru merupakan kemampuan dasar seorang guru dalam melaksanakan tugas keguruannya dengan kemampuan tinggi, baik kompetensi pedagogic, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, maupun kompetensi sosial.


Sikap merupakan kecenderungan merespon suka atau tidak suka terhadap suatu obyek. Selain itu sikap juga mengandung motivasi, yang berarti bahwa sikap mempunyai daya dorong bagi individu untuk berperilaku secara tertentu terhadap obyek. Sikap kerja guru mengandung makna sebagai suatu bentuk evaluasi atau reaksi perasaan seseorang guru terhadap pekerjaan yang diembannya, dalam hal ini sebagai tenaga pendidik dan pengajar disekolah.

Korelasi Sikap Guru dengan Kompetensi Guru


Guru yang memiliki sikap positif terhadap pekerjaannya, sudah barang tentu akan menampilkan persepsi dan kepuasan yang baik terhadap pekerjaannya maupun motivasi kerja yang tinggi, yang pada akhirnya mencerminkan seorang guru yang mampu bekerja secara professional, baik dalam kompetensi pedagogic, kompetensi kepribadian, kompetensi professional, maupun kompetensi sosial.

Sikap kerja guru dengan indikator: (1) Percaya terhadap pekerjaan, yaitu kesesuaian pekerjaan dengan kemampuan, dan kesesuaian dengan minat guru, akan membawa dampak terhadap kompetensi guru. (2) Kepuasan terhadap pekerjaan, misalnya merasa senang terhadap pekerjaan yang digeluti, puas dengan gaji yang diterima, memiliki harapan untuk dipromosikan ke posisi atau jabatan yang lebih tinggi, dan lingkungan kerja yang kondusif, akan membawa dampak terhadap kompetensi guru. (3) Perilaku guru, yaitu sikap tanggung jawab guru terhadap pekerjaan, etos kerja, disiplin, dan kreatifitas guru, juga akan membawa pengaruh terhadap kompetensi guru.

Oleh karena itu, maka sejalan dengan kerangka berfikir tersebut dapat diduga bahwa terdapat hubungan atau korelasi positif antara sikap kerja guru dengan kompetensi guru, yang berarti sikap kerja guru pengaruh terhadap kompetensi guru.
Sumber: Tesis Bambang Irawan, Program IPS, Universitas Kanjuruhan Malang

Tahun Baru Harapan Baru?

Tahun Baru Harapan Baru, Benarkah Demikian?

Banyak orang mengatakan, tahun baru adalah harapan baru. Benarkah itu? Mengapa harus tahun baru dulu untuk membuat harapan baru? Padahal sudah banyak fakta, bermacam-macam harapan baru di tahun baru yang telah dibuat ternyata tidak menimbulkan suatu perubahan sama sekali.



Sudah banyak orang mengalami kegagalan dengan pandangan harapan baru di tahun baru. Bahkan tidak sedikit pula yang sudah meninggalkan atau melupakan “ritual” harapan baru di tahun baru. Apa sebabnya? Jawabannya karena harapan baru yang dibuat tidak pernah tercapai. Apa penyebabnya?

Sebenarnya hanya satu penyebabnya, yaitu harapan baru hanya akan menjadi khayalan tingkat tinggi bila tidak dipersiapkan matang-matang sebelumnya agar harapan baru itu terwujud. Kebanyakan orang hanya mengharap akan hasil, tapi tidak memikirkan dan menjalankan proses menuju tercapainya hasil dari harapan itu. Hanya mengharap untuk mendapatkan suatu hal yang baru, tapi pada kenyataannya tidak pernah mau berubah.

Hilangkan Tradisi Masa Lalu Yang Menghambat

Bila Anda ingin mencapai keberhasilan terhadap harapan baru, maka lupakan tradisi masa lalu yang dapat menghambat kesuksesan dan keberhasilan kita. Tradisi masa lalu ini jelaslah sangat berpengaruh besar terhadap tercapainya harapan baru Anda. Lantas yang menjadi pertanyaan, tradisi masa lalu yang manakah yang menghambat tercapainya target baru yang lebih baik?

Yaitu tradisi disaat kita tidak pernah mengambil hikmah dari setiap pencapaian. Kebanyakan orang selalu mengatakan “dibalik kegagalan pasti ada hikmah yang dapat kita petik”, sedangkan mereka biasanya lupa kalau juga ada hikmah yang bisa dipetik dibalik keberhasilan. Apakah Anda setuju dengan ini?

Suatu misal; Jika kita melakukan ikhtiar A maka kita akan menghasilkan A. Hikmah yang dapat dipetik adalah, jika Anda ingin menghasilkan B, maka Anda harus melakukan ikhtiar B. Namun kebanyakan orang yang ingin menghasilkan B, apa yang dikerjakannya / tindakannya masih tetap A.

Sebenarnya teorinya cukup mudah, namun mengapa tetap saja ikhtiar A yang dilakukan padahal kita ingin B? Hal ini disebabkan tradisi masa lalu itu sudah mengakar dalam pikiran dan tubuh kita. Manusia lebih cendrung melakukan hal yang biasa dan bisa atau dengan istilah lain dalam bisnis MLM disebut zona nyaman.

Lakukan Cara Berikut Untuk Merubahnya

Harapan Baru Berasal Dari Adanya Keyakinan Baru

Langkah pertama untuk menghapus tradisi masa lalu itu adalah dengan menetapkan keyakinan yang baru. jika Anda memiliki keyakinan kuat tercapainya suatu harapan, maka Anda sudah memiliki 65% dari keberhasilan dari harapan baru itu. Jadi, kuatkanlah keyakinan Anda agar tradisi masa lalu itu akan hilang dengan sendirinya, dan Anda tidak akan terhambat lagi.

Keyakinan seperti apa yang harus kita perkuat?
  1. Perkuat keyakinan kepada Allah subhaanahu wa ta’ala. jika Allah sudah mengijinkan sesuatu itu pasti akan terjadi, terlepas kesulitan yang kamu miliki. Tidak ada yang bisa mencegah kehendak Allah, ‘kun fayakun’. Jangan takut, raihlah impian besar, sesulit apa pun jika Allah mengijinkan kamu akan mencapainya. Laa hawla wa laa quwwata illa billah“.
  2. Perkuat keyakinan akan potensi diri = tingkatkan percaya diri. Setelah keyakinan kepada Allah kita tingkatkan, maka kita tingkatkan pula keyakinan akan potensi diri Anda. Allah sudah memberikan potensi yang luar biasa kepada kita. Bagaimana pun hebatnya tujuan Anda, yakinlah dengan potensi yang sudah Anda miliki dan pertolongan Allah, Anda akan mencapainya. Silahkan tingkatkan kepercayaan diri Anda
  3. Yakinlah bahwa harapan Anda bisa dicapai. Asal tidak berdosa “LAKUKAN”
Dengan memperkuat 3 dimensi keyakinan seperti diatas, berarti kita sudah memiliki 65% dari keberhasilan kita.

Lakukan Perubahan

Salah satu bentuk tradisi masa lalu yang dapat menghambat adalah; menganggap apa yang kita lakukan dan cara berpikir kita adalah yang terbaik. Kita menganggap tidak perlu diperbaiki lagi. Ini salah besar. Ilmu Allah itu luas, kenapa harus membatasi dengan cara kerja dan cara berpikir sendiri?
Kita harus mau untuk berubah baik cara berpikir maupun cara bekerja kita. Yakinlah bahwa ada cara yang lebih baik. Meski pun belum kita ketahui saat ini. Kuncinya adalah kita harus mulai membuka diri untuk berubah.
Beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk berubah adalah sebagai berikut;
  1. Muhasabah
  2. Rencanakan
  3. Lakukan
Muhasabah adalah evaluasi dari apa yang sudah kita lakukan. Mana yang berhasil, mana yang tidak, dan mana yang perlu diperbaiki. Kedua rencanakan apa yang akan dilakukan dan perbaiki apa yang telah dilakukan. Ketiga lakukan rencana itu. Dengan cara ini Insyaallah kita bisa berubah.

Semua Perubahan Datang Dari Diri Kita Sendiri

Jadi, kesimpulannya harapan baru itu datang dari perubahan dari diri kita sendiri. Mau tahun baru atau tidak, jika kita mau mengubah diri baik keyakinan, cara berpikir, dan cara bertindak, maka kita akan berubah menjadi lebih baik. Jika kita berubah menjadi lebih baik, maka harapan baru itu ada di hadapan kita.
Sumber : http://www.motivasi-islami.com/harapan-baru-bukan-karena-tahun-baru/

Tradisi Unik Perayaan Tahun Baru di Berbagai Negara

Tradisi Unik Merayakan Tahun Baru



Tahun baru tinggal menghitung hari. Para pedagang terompet mulai bertebaran hampir di setiap jalanan kota. Tak bisa dipungkiri, di Indonesia untuk merayakan tahun baru identik dengan tradisi unik tiup terompet yang biasanya berpusat di alun-alun kota. Orang dari desa berbondong-bondong menuju kota pada saat malam pergantian tahun. Bukan hanya para remaja saja yang merayakan malam pergantian tahun ini. Mulai dari yang masih kanak-kanak sampai dengan orang dewasa juga ikut menyemarakkan pergantian tahun ini. Kalau di Indonesia mempunyai tradisi unik meniup terompet, beberapa negara berikut juga mempunyai tradisi unik perayaan tahun baru. Ingin tahu? ikuti ulasannya yuk...

Bola Crystal raksasa

Amerika Serikat (USA)

Di Amerika utamanya New York, untuk perayaan tahun baru mereka mempunyai tradisi unik yaitu berkumpul di Times Square. Mereka berkumpul untuk menanti penghitungan detik-detik pergantian tahun yang ditandai dengan penurunan bola raksasa terbuat dari Waterford Crystal dengan diameter 182,8 cm, dan berat 485,34 kg yang disiarkan langsung jaringan TV Nasional. Tradisi unik perayaan tahun baru seperti ini sudah berlangsung sejak lebih dari 100 tahun yang lalu.

Brazil

Berbeda dengan USA, Brazil mempunyai tradisi unik perayaan tahun baru mengadakan pertandingan Marathon Saint Silvester yang diikuti oleh para pelari marathon dunia yang bertempat di kota Sao Paulo. Selain itu mereka juga mengadakan pesta kembang api dan pertunjukan musik selepas tengah malam atau setelah pergantian tahun. Tempat yang paling ramai dikunjungi adalah pantai Copacabana, Rio de Janeiro.

Spanyol

Malam tahun baru di Spanyol disebut dengan Nochevieja atau Fin de Año. Tradisi unik perayaan tahun baru di Spanyol dimulai dengan makan malam bersama keluarga. Hidangan yang disajikan biasanya berupa masakan dari udang, domba, atau ayam kalkun. Pakaian dalam berwarna merah yang dipakai pada malam tahun baru dipercaya mendatangkan nasib baik. Perhitungan detik-detik pergantian tahun mengikuti jam yang ada di gedung Casa de Correos dekat lapangan Puerta del Sol, Madrid. Orang Spanyol memiliki tradisi unik perayaan tahun baru yaitu dengan memakan 12 buah anggur, satu per satu mengikuti bunyi lonceng jam. Tradisi memakan 12 buah anggur bermula dari tahun 1909. 12 buah anggur identik dengan tahun baru. Setelah pergantian tahun, orang saling memberi selamat tahun baru sambil bersulang dengan gelas minuman anggur bersoda seperti cava atau sampanye, dan cider.

Suasana malam tahun baru di Spanyol
Setelah makan malam bersama keluarga dan makan anggur, anak-anak muda pergi ke tempat hiburan malam dan aula hotel untuk berpesta sampai pagi. Tradisi pesta ini disebut cotillones de nochevieja, dan berasal dari kata cotillón yang dalam bahasa Spanyol berarti pernik-pernik pesta. Di pagi harinya, peserta pesta biasanya berkumpul untuk menikmati hidangan sarapan pagi musim dingin berupa minuman cokelat panas dan churro (kue goreng).

Jepang

Lain halnya dengan Jepang. Sepanjang hari terakhir dalam setahun, orang Jepang disibukkan dengan berbagai tradisi "toshi koshi" (melewatkan tahun). Malam pergantian tahun (31 Desember hingga 1 Januari pagi hari) disebut "joya" (malam tahun baru), dan merupakan kesempatan berkumpul bagi anggota keluarga.  Tradisi unik perayaan tahun baru orang Jepang adalah menikmati makanan yang terdiri dari tiga jenis makanan yang diawetkan yaitu telur ikan, sebagai simbol kemakmuran; ikan sarden asap biasa disebut tatsukuri, yang berarti tanah yang subur; dan manisan tumbuhan laut yang diisyaratkan sebagai simbol perayaan. 

Italia

Di Naples, salah satu kota di Italia terdapat tradisi unik perayaan tahun baru dengan melemparkan barang-barang yang sudah usang atau tidak terpakai lagi ke luar jendela tepat pada pukul 24:00 antara tanggal 31 Desember dan 1 Januari. Sehingga jangan heran apabila Anda berjalan-jalan di Naples keesokan paginya menemukan banyak peralatan dapur, lemari es dan barang-barang rongsokan lainnya tersebar di jalanan

Jerman

Lain lagi dengan tradisi unik perayaan tahun baru di Jerman. Mereka mempunyai tradisi memakan makanan sisa perayaan tahun baru yang disebut New Years Eve. Hal ini dikarenakan adanya kepercayaan orang Jerman, jika mereka makan sisa hidangan pesta perayaan New Year's Eve di tanggal 1 Januari, mereka tidak akan mengalami kekurangan pangan selama setahun penuh. Di Berlin, makanan klasik yang biasa disajikan di hari istimewa ini ialah ikan mas. Hal yang unik, duri ikan mas tersebut akan dibagikan pada para tamu untuk dibawa pulang sebagai good luck charm. Sumber: id.wikipedia.orgwww.conectique.com

Itulah berbagai macam tradisi unik perayaan tahun baru di berbagai negara yang sekiranya bisa menambah wawasan kita.  Sekarang, apa kebiasaan atau tradisi anda untuk merayakan tahun baru? 

HAM Dalam Perspektif Islam

HAM Dalam Perspektif Islam oleh : Prof. DR. KH. Sjeichul Hadi Permono, SH. MA - Menurut pandangan Islam, manusia diterima sebagai sosok pribadi yang utuh, tidak dipilah-pilah. Islam menempatkan manusia pada posisi yang berimbang antara jasmaniah dan rohaniyah. Keduanya merupakan satu kesatuan yang utuh, kemanunggalan yang totalitas.

Kehadiran manusia yang dilengkapi dengan akal budi dan pikiran (tidak sebagaimana makhluk lainnya) berfungsi sebagai Khalifah Tuhan dalam menegakkan tata kehidupan dunia sebagai bekal menuju masa depan yang hakiki yaitu kehidupan di akhirat. Tuhan menetapkan manusia sebagai wakil-Nya di bumi, dengan pemberian tri potensi pada diri manusia. Tri potensi ini adalah :
  • Al-Quwwatul Jismiyah / human frame, potensi jasmani;
  • Al-Quwwatul Aqliyah / human intellect, potensi intelgensial;
  • Al-Quwwatun Nafsiyah / human essence, potensi jiwa.

Manusia juga disebut sebagai:
  • Makhluk terbaik dan termulia;
  • Makhluk pemegang amanah dan bertanggung jawab
  • Makhluk yang memiliki hak pilih bebas;
  • Makhluk yang menyandang kelemahan;
  • Makhluk yang menyandang peran ganda;
  • Makhluk yang menyimpan fitrah ber-Tuhan.

Manusia makhluk terbaik dan termulia


Manusia dikatakan makhluk terbaik karena di antara makhluk ciptaan Tuhan memang manusialah yang terbaik, paling sempurna dalam bentuk maupun struktur anatomi jasmaniyah dan ruhaniyahnya sebagaimana dinyatakan dalam al-Qur’an yang artinya: ”Sesungguhnya kami ini telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”. (Q.S. At Tin 95 : 4).

Dan dikatakan termulia karena manusia pertama, Nabi Adam a.s. mendapat penghormatan sujud dari para Malaikat atas perintah Allah, dalam AL-Qur’an surat Al Baqarah ayat 34 Allah berfirman yang artinya : “Dan (ingatlah) ketiak Kami berfirman kepada malaikat: “Sujudlah kemu kepada Adam, “maka sujudlah meraka kecuali Iblis, ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang kafir”.

Dari posisi manusia yang mulia itu Allah menyediakan jenis, macam dan sarana alam, untuk kepentingan umat manusia, baik berupa nabati, hewani, udara, air, besi, bulan. bintang, matahari, seluruh benda padat, cair dan cahaya seperti ditegaskan dalam firman Allah, surat Ibrahim (14) Ayat 32-33 yang artinya: “Allahlah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit “Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya) ; dan telah menundukkan bagimu malam dan siang”.

Manusia makhluk pemegang amanah dan tanggung jawab


Kesanggupan manusia menerima “amanah Allah” menunjukkan kepribadian manusia yang memiliki kesadaran tinggi akan arti keberadaannya dan memiliki keberanian untuk berbuat, bertindak dan menerima resiko sehingga manusia disebut sebagai makhluk bertanggung jawab.

Dalam kehidupan yang kekal nanti setiap diri manusia akan mempertanggungjawabkan amal perbuatannya. Sekecil apapun perbutan baik dan jahat yang dilakukan di dunia akan diperlihatkan dan diberi balasan yang setimpal, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an surat 51 Adz-Dzariyat, ayat : 6-8:”Dan sesungguhnya (hari) pembalasan pasti terjadi”. “Demi langit yang mempunyai jalan-jalan”. “Sesungguhnya kamu benar-benar dalam keadaan berbeda-beda pendapat”.

Tanggung jawab ini tidak dapat diwakilkan kepada manusia lain. Masing-masing manusia akan memikul beban tanggung jawab atas diri sendiri, Al-Qur’an surat (6) Al-An’am, ayat : 164).“……. Dan seseorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain, kemudian kepada Tuhanlah kami kembali ………… .

Manusia sebagai makhluk yang bertanggun jawab atas akibat perbuatannya sendiri memiliki kesadaran penuh untuk menentukan sikap hidupnya, memilih jalan terang dan gelap. Tuhan menganugrahkan akal pikiran dan ruh untuk membedakan yang menetapkan mana yang baik dan mana yang buruk. Dengan demikian berarti manusia memperoleh anugerah yang tinggi yaitu ikhtiar (free will), hak pilih bebas, kebebasan untuk memilih dan menentukan sikap dan keyakinan hidupnya, bebas untuk menerima dan menolak dan menampakkannya. “Dan katakahlah : “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu, maka barang siapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barang siapa ingin kafir (kafir) biarlah ia kafir ………..”. (Al-Qur’an Surat Al-Kahfli ………”

Manusia makhluk yang lemah


Kemudian berbicara tentang kelemahan manusia bukan berarti mengkerdilkan maka eksistensinya, bukan pula karena pesimis, tetapi belajar untuk bersikap lebih baik dan transparan, menerima apa adanya secara jujur untuk menanggalkan sikap kepura-puraan dan kepalsuan yang hanya merugikan diri sendiri.

Kelemahan dan kerapuhan yang mampu mencegah hadirnya waktu yang jalannya detik demi detik, menit demi menit dan seterusnya merambat dan menyita “usia manusia”, sehingga pada akhirnya mau atau tidak, siap atau tidak, terpaksa atau tidak, manusia harus pasrah dan menyerah kedatangan ajal maut.

Sikap manusia sikap mental “tergesa-gesa” tak sabar menerima janji-janji Tuhan tetang kebahagiaan disisi-Nya kelak membuat manusia hidup cukup puas dalam lingkungan duniawi yang bersifat materi dan nisbi. Manusia diciptakan bertabiat tergesa-gesa (Q.S. Al Anbiya 21:37).

Kelemahan sikap mental manusia yang mudah diperbudak oleh glamornya kehidupan duniawi menjadikan mereka terhempas pada tempat yang serendah-rendahnya asfala safilin (Q.S. At Tin 95 : 5).

Berhubung sudah terlalu panjang, biar nyambung sama judulnya silahkan lanjutkan membaca  disini.

Pendidikan di Indonesia Antara Elitisme dan Populisme

Pidato Presiden KH. Abdurrahman Wahid di STAIN Malang
Dalam rangka peresmian Ma’had Sunan Ampel Al-‘Ali 17 April 2001
                 Saya kembali ke sini memang sarat dengan kenang-kenangan, karena saya pernah menjadi dosen disini, pada saat itu gandengan saya adalah pak Bukhori Sholeh (almarhum). Dan disini pada waktu itu saya mengajar kapita selekta, yang sekaligus mengajar di Sekolah Tinggi Ilmu Theologia Balawiyata milik gereja Kristen Jawi Wetan. Yang membawa saya kesini adalah pembicaraan saya dengan DR. Muslim Abdurrahman mengenai pentingnya pendidikan nasional merubah arah dan orientasi. Jadi kalau yang lain minta kepandaian, ketrampilan ataupun peralatannya, semua harus punya arah dan orientasi yang ditetapkan. Kalau ini keliru maka seterusnya akan keliru. Saya berpendapat bahwa pendidikan nasional kita selama ini terlalu mengikuti paham Positivisme di dalam pendidikan. Positivisme ini banyak aspek-aspek yang positif, tetapi juga ada kerugian-kerugian ketika kita menggunakan aliran positivisme, yang pada kenyataannya membuat perguruan tinggi kita terpisah dari masyarakat, dan ini diingatkan secara terbuka oleh Romo Mangunwijaya. Beliau selalu mengemukakan pentingnya orientasi yang benar dalam pendidikan kita. Kata-kata ini menjadi nyata bagi kita, betapa orang kalau sudah punya gelar Prof. DR. Seakan-akan mempunyai ketrampilan yang luar biasa ternyata pada kenyataannya tidak tidak seperti itu. Seperti yang dikatan oleh ketua STAIN tadi yaitu tidak punya daya tahan menggeluti perubahan-perubahan yang besar.
            Kalau kita cocokkan dengan kata dari Ronggowarsito, “iki jaman edan, sing ora edan ora kumanan, neng sak bejan-bejane wong edan sik bejo wong sing waspodo lan kelingan” dalam pendidikan yang punya aliran positivisme hal itu telah hilang, bahkan pengertian yang baik dan buruk itu hilang yang ada hanyalah keterampilan. Pada titik ini beliau mempunyai ukuran-ukuran yang yang jelas mana yang baik dan mana yang memang betul-betul salah, oleh karena itu di saat kita mencari yang tepat pada perguruan tinggi kita dalam rangka pendidikan nasional, maka kita harus menemukan ukuran-ukuran mana yang benar dan yang tidak benar. Ini yang menjadi penyebab mengapa orang-orang yang hebat dibidang ilmiah mau bekerja di bawah Hitler. Karena mereka hanya mengembangkan skill, tetapi tidak mengedepankan moralitas. Di Jerman pada waktu itu ada seorang ahli ekonomi yang punya keinginan membuat jalan tol karena dengan itu para pembuat jalan tol penghasilannya akan lebih besar. Mereka juga akan membutuhkan barang jadi oleh karena itu mereka disediakan manufacturing Industry, seperti kita kenal seperti Sepeda Motor BSA, Mobdanl Volk Wagen, ini adalah barang-barang yang dibuat oleh rakyat Jerman yang sudah terangkat penghasilannya karena program tersebut. Tetapi karena tidak adanya standar Moralitas, karena pada waktu itu Jerman punya motto, Jerman adalah diatas segala-galanya. Oleh karena itu kemudian bangsa Jerman menjajah negaralain yang berakhir pada perang Dunia ke-II.
            Begitu juga dengan Jepang pada sekitar tahun 30-an yang punya kebijakan Dumping(dumping policy) untuk menjaga penjualan keluar negeri, kemudian Jepang menjajah negara-negara tersebut yang pada akhirnya negara jajahan tersebut dijadikan tempat memasarkan barangnya. Seperti di negara kita ada Nisan, Toyota dan lain-lain. Apalagi banyak pabrik-pabrik yang dibuat oleh Jepang yang pada akhirnya diklaim oleh Jepang, sekaligus pabrik-pabrik penghasil polusi dipindahkan dari negara maju ke negara seperti Indonesia. Akhirnya rakyat kita menderita karena kesalahan-kesalahan Policy  yang akhirnya hutan-hutan kita gundul dan semakin menumpuknya hutang. Bagaimana kita akan membangun ekonomi secara besar-besaran apabila infrastruktur kita sangat tidak memadai dan sekarang ini kita mencoba untuk mengembangkannya. Bahkan kita jungkir balik untuk mengembalikan itu karena mulai dari dulu hutan digunduli, banyak dicuri, sedangkan gasnya banyak digelapkan. Bahkan di Indonesia Obeng sama  kunci Inggris saja harus impor dari luar negeri.

Unduh file selengkapnya disini

Simbol-simbol Lagu "Satu" Dewa 19 Apakah Gerangan di Balik Itu Semua?

Coba perhatikan video Dewa 19 "Satu" youtube berikut ini

Ada apakah gerangan dibalik simbol-simbol yang ada pada lagu tersebut???silahkan cari sendiri deh di Google dengan keyword Penganut Iluminati di Indonesia dan juga bahayanya.

Metode Pemikiran Al-Ghazali Dalam Teologi Islam


(Sebuah Telaah atas karya Dr.HM.Zurkani Jahja)

A.     Latar Belakang Masalah

Al-Gazali merupakan figur yang selalu ada dan terlibat dalam setiap diskursus keislaman, ia seakan tidak lepas dari pertimbangan siapapun yang berusaha memahami Islam secara luas dan mendalam (Nurcholis Madjid,1997), hampir dalam keseluruhan disiplin ilmu-ilmu keislaman seperti teologi, filsafat, tasawuf, dan sebagainya ia selalu terlibat didalamnya. Sebab itu cukup beralasan apa yang dinyatakan Nikolson (1976) dalam bukunya, The Idea of Personality in Sufism, bahwa seandainya masih ada seorang nabi setelah Muhammad Saw. maka al-Ghazali lah orangnya.
Dalam diskursus seputar teologi, al-Ghazali juga merupakan figur, yang oleh Dr.Zurkani dikatakan cukup unik dan menarik untuk dikaji, banyak para ahli yang melakukan penilaian terhadap al-Ghazali cukup bervariasi dan terkadang kontradiktif antara penilaian satu dengan lainnya, dan penelitian Dr.Zurkani ini adalah juga merupakan bentuk dan varian atas penilaiannya terhadap al-Ghazali terutama aspek metodologi pemikirannya dalam teologi.
Penelitian Dr.Zurkani ini didorong dan dilatarbelakangi oleh tiga hal yang cukup mendasar, yaitu;
1)      Bahwa kajian atau karya yang ditulis tentang al-Ghazali sementara ini lebih banyak mengarah pada kajian isi atau materi pemikiran al-Ghazali serta tentang kepribadiannya, penelitian belum banyak atau bahkan belum sama sekali ditemukan yang mengungkap aspek metode pemikiran al-Ghazali, padahal menurut Dr.Zurkani, pemahaman tentang metode pemikiran akan lebih memperkaya dan berguna dalam pengembangan pemikiran keagamaan pada masa sekarang ini dan akan datang “al Thariqhah ahammu bi al maaddah”.
2)    Dalam sejarah perkembangan teologi Islam (asy’Ariyah), tokoh al-Ghazali merupakan figur yang menarik. Terdapat sejumlah penilaian yang beragam terhadapnya, di satu sisi al-Ghazali dinilai sebagai seorang pendukung setia Asy’arisme, yang dengan demikian ia dianggap sepenuhnya mengikuti metode pemikiran al Asy’ari dalam memformulasikan teologinya, tetapi di sisi lain al-Ghazali diduga mempunyai metode pemikiran sendiri di bidang teologi, meskipun ada persamaan dengan metode al Asy’ari, berdasarkan perspektif yang kontradiktif tersebut Dr.Zurkani berusaha mengkaji bagaimana sebenarnya metode pemikiran al-Ghazali dalam teologi Islam ? jawaban tersebut akan membantu kita meletakkan posisi al-Ghazali di tengah-tengah para teolog Islam lainnya.
3)      Berkaitan dengan yang alasan pertama bahwa metode berfikir lebih penting karena sifatnya yang lebih mendasar dibanding hasil pemikiran itu sendiri. Melalui penelusuran metode pemikiran al-Ghazali tentang teologi Islam dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam melakukan pembaharuan (tajdid) dan dalam pengembangan teologi Islam yang lebih relevan bagi umat Islam pada masa sekarang dan yang akan datang.
Terkait dengan pernyataan bahwa terdapat penilaian yang kontradiktif, apakah al-Ghazali merupakan pengikut setia al Asyari atau ia seorang pemikir yang tidak terikat oleh pemikiran sebelumnya, Harun Nasution (1972;69) menganggap al-Ghazali seorang tokoh yang telah mengembalikan beberapa doktrin tertentu kepada ajaran sang pendiri (asy’ari), setelah tergeser oleh pendapat dua tokoh sebelumnya (al Baqillani dan al Juwaini) yang lebih dekat kepada mu’tazilah, demikian juga apa yang dinyatakan Ibnu Khaldun, Syed Ameer Ali, dan Fazlur Rahman yang senada dengan di atas, tetapi menurut Muhammad Abu Zahrah, bahwa al-Ghazali bukan seorang pengikut al Asy’ari atau al Maturidi, ia adalah seorang pemikir bebas yang pemikirannya tidak terikat dengan aliran apapun. Permasalahn-permasalahan tersebut menurut Dr.Zurkani perlu untuk dijernihkan, sehingga penelitian dalam konteks di atas masih dianggap cukup menarik.
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka permasalahan dalam penelitian ini oleh Dr.Zurkani dirumuskan dalam tiga sub masalah, yaitu;
1.      Bagaimana konsepsi al-Ghazali tentang teologi Islam ?
2.      Bagaimana konsepsi al-Ghazali tentang sumber-sumber teologi Islam ?
3.      Bagaimana konsepsi al-Ghazali tentang cara orang bisa meyakini kebenaran akidah Islam ?
Dari rumusan masalah di atas, selanjutnya ditetapkan judul penelitian yaitu “metode pemikiran al-Ghazali dalam teologi Islam” (dalam buku ditulis “Teolodi al-Ghazali; Pendekatan metodologi), maksud dari topik tersebut adalah berusaha mengkaji dan meneliti cara berfikir yang digunakan al-Ghazali menurut sistem aturan tertentu tentang aqidah sehingga menghasilkan suatu corak teologi Islam sebagaimana nampak dalam karya-karyanya.

File selengkapnya silahkan unduh disini.

Asal-muasal Mitos Larangan Pernikahan Sunda-Jawa



Sebagai orang yang hidup di kepulauan Jawa khususnya yang tinggal di daerah Sunda, pernahkah anda mendengar sebuah mitos bahwa orang Sunda dilarang  menikah dengan orang Jawa dan juga sebaliknya? Ternyata hal itu  masih dipercaya oleh sebagian masyarakat kita hingga kini. Lalu apa sebenarnya yang menjadi sebab akan mitos tersebut?

Mitos tersebut hingga kini masih dipegang teguh beberapa gelintir orang. Ada yang mengatakan Tidak bahagia, melarat, tidak langgeng dan hal yang tidak baik bakal menimpa orang yang melanggar mitos tersebut. Sebenarnya tidak ada literatur yang menuliskan tentang
asal muasal mitos larang perkawinan itu. Namun mitos itu diduga akibat dari tragedi perang Bubat.

Peristiwa Perang Bubat diawali dari niat Prabu Hayam Wuruk yang ingin memperistri putri Dyah Pitaloka Citraresmi dari Negeri Sunda. Konon ketertarikan Hayam Wuruk terhadap putri tersebut karena beredarnya lukisan sang putri di Majapahit, yang dilukis secara diam-diam oleh seorang seniman pada masa itu, bernama Sungging Prabangkara.

Hayam Wuruk memang berniat memperistri Dyah Pitaloka dengan didorong alasan politik, yaitu untuk mengikat persekutuan dengan Negeri Sunda. Atas restu dari keluarga kerajaan Majapahit, Hayam Wuruk mengirimkan surat kehormatan kepada Maharaja Linggabuana untuk melamar Dyah Pitaloka. Upacara pernikahan rencananya akan dilangsungkan di Majapahit. 

Maharaja Linggabuana lalu berangkat bersama rombongan Sunda ke Majapahit dan diterima serta ditempatkan di Pesanggrahan Bubat. Raja Sunda datang ke Bubat beserta permaisuri dan putri Dyah Pitaloka dengan diiringi sedikit prajurit. 

Menurut Kidung Sundayana, timbul niat Mahapatih Gajah Mada untuk menguasai Kerajaan Sunda. Gajah Mada ingin memenuhi Sumpah Palapa yang dibuatnya pada masa sebelum Hayam Wuruk naik tahta, sebab dari berbagai kerajaan di Nusantara yang sudah ditaklukkan Majapahit, hanya kerajaan Sunda lah yang belum dikuasai.

Dengan maksud tersebut, Gajah Mada membuat alasan untuk menganggap bahwa kedatangan rombongan Sunda di Pesanggrahan Bubat adalah bentuk penyerahan diri Kerajaan Sunda kepada Majapahit. Gajah Mada mendesak Hayam Wuruk untuk menerima Dyah Pitaloka bukan sebagai pengantin, tetapi sebagai tanda takluk Negeri Sunda dan pengakuan superioritas Majapahit atas Sunda di Nusantara. Hayam Wuruk sendiri disebutkan bimbang atas permasalahan tersebut, mengingat Gajah Mada adalah Mahapatih yang diandalkan Majapahit pada saat itu.

Versi lain menyebut bahwa Raja Hayam Wuruk ternyata sejak kecil sudah dijodohkan dengan adik sepupunya Putri Sekartaji atau Hindu Dewi. Sehingga Hayam Wuruk harus menikahi Hindu Dewi sedangkan Dyah Pitaloka hanya dianggap tanda takluk.

"Soal pernikahan itu, teori saya tentang Gajah Mada, Gajah Mada tidak bersalah. Gajah Mada hanya melaksanakan titah sang raja. Gajah Mada hendak menjodohkan Hayam Wuruk dengan Diah Pitaloka. Gajah mada Ingin sekali untuk menyatukan antara Raja Sunda dan Raja Jawa lalu bergabung. Indah sekali," tegas sejarawan sekaligus arkeolog Universitas Indonesia (UI) Agus Aris Munandar.

Hal ini dia sampaikan dalam seminar Borobudur Writers & Cultural Festival 2012 bertemakan; 'Kontroversi Gajah Mada Dalam Perspektif Fiksi dan Sejarah' di Manohara Hotel, Kompleks Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jateng, Selasa (30/10).

Pihak Pajajaran tidak terima apabila kedatangannya ke Majapahit hanya untuk menyerahkan Dyah Pitaloka sebagai taklukan. Kemudian terjadi insiden perselisihan antara utusan Linggabuana dengan Gajah Mada. 

Perselisihan ini diakhiri dengan dimaki-makinya Gajah Mada oleh utusan Negeri Sunda yang terkejut bahwa kedatangan mereka hanya untuk memberikan tanda takluk dan mengakui superioritas Majapahit, bukan karena undangan sebelumnya. Namun Gajah Mada tetap dalam posisi semula.

Belum lagi Hayam Wuruk memberikan putusannya, Gajah Mada sudah mengerahkan pasukan Bhayangkara ke Pesanggrahan Bubat dan mengancam Linggabuana untuk mengakui superioritas Majapahit. Demi mempertahankan kehormatan sebagai ksatria Sunda, Linggabuana menolak tekanan itu. 

Terjadilah peperangan yang tidak seimbang antara Gajah Mada dengan pasukannya yang berjumlah besar, melawan Linggabuana dengan pasukan pengawal kerajaan (Balamati) yang berjumlah kecil serta para pejabat dan menteri kerajaan yang ikut dalam kunjungan itu. Peristiwa itu berakhir dengan gugurnya Raja Linggabuana, para menteri, pejabat kerajaan beserta segenap keluarga kerajaan Sunda di Pesanggrahan Bubat. 

Tradisi menyebutkan sang Putri Dyah Pitaloka dengan hati berduka melakukan bela pati atau bunuh diri untuk membela kehormatan bangsa dan negaranya. Menurut tata perilaku dan nilai-nilai kasta ksatria, tindakan bunuh diri ritual dilakukan oleh para perempuan kasta tersebut jika kaum laki-lakinya telah gugur. Perbuatan itu diharapkan dapat membela harga diri sekaligus untuk melindungi kesucian mereka, yaitu menghadapi kemungkinan dipermalukan karena pemerkosaan, penganiayaan, atau diperbudak.

Hayam Wuruk pun kemudian meratapi kematian Dyah Pitaloka. Akibat peristiwa Bubat ini, hubungan Hayam Wuruk dengan Gajah Mada menjadi renggang. Gajah Mada sendiri menghadapi tentangan, kecurigaan, dan kecaman dari pihak pejabat dan bangsawan Majapahit, karena tindakannya dianggap ceroboh dan gegabah. Mahapatih Gajah Mada dianggap terlalu berani dan lancang dengan tidak mengindahkan keinginan dan perasaan sang Mahkota, Raja Hayam Wuruk sendiri. 

Tragedi perang Bubat juga merusak hubungan kenegaraan antar Majapahit dan Pajajaran atau Sunda dan terus berlangsung hingga bertahun-tahun kemudian. Hubungan Sunda-Majapahit tidak pernah pulih seperti sedia kala.

Pangeran Niskalawastu Kancana, adik Putri Dyah Pitaloka yang tetap tinggal di istana Kawali dan tidak ikut ke Majapahit mengiringi keluarganya karena saat itu masih terlalu kecil dan menjadi satu-satunya keturunan Raja yang masih hidup dan kemudian akan naik takhta menjadi Prabu Niskalawastu Kancana. 

Kebijakan Prabu Niskalawastu Kancana antara lain memutuskan hubungan diplomatik dengan Majapahit dan menerapkan isolasi terbatas dalam hubungan kenegaraan antar kedua kerajaan. Akibat peristiwa ini pula, di kalangan kerabat Negeri Sunda diberlakukan peraturan larangan estri ti luaran (beristri dari luar), yang isinya diantaranya tidak boleh menikah dari luar lingkungan kerabat Sunda, atau sebagian lagi mengatakan tidak boleh menikah dengan pihak Majapahit. Peraturan ini kemudian ditafsirkan lebih luas sebagai larangan bagi orang Sunda untuk menikahi orang Jawa.

Tindakan keberanian dan keperwiraan Raja Sunda dan putri Dyah Pitaloka untuk melakukan tindakan bela pati (berani mati) dihormati dan dimuliakan oleh rakyat Sunda dan dianggap sebagai teladan. Raja Lingga Buana dijuluki 'Prabu Wangi' (bahasa Sunda: raja yang harum namanya) karena kepahlawanannya membela harga diri negaranya. Keturunannya, raja-raja Sunda kemudian dijuluki Siliwangi yang berasal dari kata Silih Wangi yang berarti pengganti, pewaris atau penerus Prabu Wangi.

Beberapa reaksi tersebut mencerminkan kekecewaan dan kemarahan masyarakat Sunda kepada Majapahit, sebuah sentimen yang kemudian berkembang menjadi semacam rasa persaingan dan permusuhan antara suku Sunda dan Jawa yang dalam beberapa hal masih tersisa hingga kini. Antara lain, tidak seperti kota-kota lain di Indonesia, di kota Bandung, ibu kota Jawa Barat sekaligus pusat budaya Sunda, tidak ditemukan jalan bernama 'Gajah Mada' atau 'Majapahit'. Meskipun Gajah Mada dianggap sebagai tokoh pahlawan nasional Indonesia, kebanyakan rakyat Sunda menganggapnya tidak pantas akibat tindakannya yang dianggap tidak terpuji dalam tragedi ini.

Sumber: http://id.berita.yahoo.com/mitos-asal-muasal-larangan-menikah-sunda-jawa-050028273.html 

Yuk Liat Kehidupan Bali Tempo Dulu Sebelum Kemerdekaan

Bali,... pulau indah nan elok yang menjadi primadona pariwisata Indonesia dan sudah terkenal ke seluruh penjuru dunia. Tapi, tahukah kamu bagaimana kehidupan rakyat Bali tempo dulu sebelum kemerdekaan? Kita liat sama-sama yuk...
Tapi maaf sebelumnya kalo tayangannya kelihatan vulgar. Jadi mohon sebaiknya kita melihat dari sudut pandang lain yaitu sebagai pengetahuan khasanah budaya bangsa tempo dulu. Selamat menikmati...



Awas jangan mikir yang macem-macem lho ya... :D
 
Copyright © Celotehan Warung Kopi