Showing posts with label Karya Ilmiah. Show all posts
Showing posts with label Karya Ilmiah. Show all posts

Pasword Rar Karya Ilmiah

Dikarenakan masih banyak saja yang merasa kesulitan dengan pasword rar karya ilmiah yang saya unggah, maka agar lebih mudah bagi Anda untuk mengaksesnya, saya berikan saja langsung pswordnya lewat postingan ini.

Maksud saya sebelumnya untuk mempasword RAR karya ilmiah yang saya share adalah hanya untuk meng-track atau mengetahui saja dimana karya ilmiah yang ada di blog ini terdistribusi. Karena terus terang saya khawatir akan terjadinya penyalahgunaan dari karya ilmiah yang ada disini. Namun setelah saya pikir, tidak ada salahnya saya memberikan sedikit kemudahan para sobat semua dalam mengakses tanpa perlu kirim SMS maupun email ke saya.

Walaupun begitu, saya mengajukan syarat kepada sobat semua yang mendownload karya ilmiah, agar meninggalkan jejak dengan memberikan nama, dan lokasi sobat lewat kotak komentar yang sudah tersedia di setiap postingan. Dan saya yakin sobat semua akan jujur untuk memberikan nama asli dan juga lokasi sobat.

Pasword rar: bintangbulanbumi

Sebelum saya akhiri postingan ini perlu saya ingatkan kembali, bahwa semua karya ilmiah yang ada disini hanya boleh dijadikan rujukan, contoh dalam pembuatan karya ilmiah. Tidak dibenarkan untuk menduplikat (mengganti nama, dan diakui sebagai karya sendiri). Dan saya mengharap kerelaan sobat semua untuk memberikan +1 (Google+) pada karya ilmiah yang didownload yang letaknya berada dibawah tiap-tiap postingan. Semoga karya ilmiah yang ada disini bermanfaat bagi sobat.

Islam dan Pendidikan Agama - Celotehan Warung Kopi

Islam dan pendidikan agama

Islam merupakan agama yang mendapat perhatian besar dan serius, hal ini menunjukan bahwa kehadiran agama sebenarnya sangat diperlukan. Kondisi ini dapat diketahuinya dengan maraknya diskusi para sarjana pendidikan agama di berbagai negara. Seperti juga terjadi di Departemen Pengkajian Agama di perguruan tinggi Universitas Amerika Utara, yang menyampaikan data lapangan yang bersifat umum. Secara tekstual dan ekspresi tingkah laku orang-orang yang beragama dalam konteks para ahli teologi dam ahli sejarah agama. Para sarjana studi agama telah mencoba untuk melupakan sebuah data lapangan yang merupakan perjanjian kedisiplinan atau akurasi. Para sarjana studi agama telah mencoba untuk memberi kesempatan berbuat curang kepada partai politik terhadap data lapangan. Sesuatu yang dimiliki sendiri membuat pluralitas (keberagaman) teori, metode dan data agama. Singkatnya, prinsip studi agama adalah menduga perkara subyektif bukan tradisi kesarjanaan (ilmiah) seperti ditemukan dalam disiplin manusia tradisional, perilaku klasik, ilmu bahasa, filsafat dan sejarah.

Studi-studi Islam dan sejarah agama-agama


Dalam pembahasan ini, Charles J. Adams, mengemukakan sebuah perkiraan hubungan antara sejarah agama dan studi islam, dikatakan juga bahwa alat-alat yang konseptual untuk analisa yang lebih tajam dari tradisi-tradisi islam dan pemahaman yang lebih jelas. Ada dua alasan yang menyebabkan terjadinya hubungan itu, yaitu ;
  • Adanya fakta bahwa sejarawan agama hanya sedikit memberi kontribusi data yang original untuk pertumbuhan ilmu pengetahuan tentang masyarakat islam dan tradisi agama.
  • Tema-tema besar untuk mendominasi pandangan sejarawan agama pada dasawarsa terakhir, sehingga hal ini tidak menguntungkan untuk studi akademik islam sebagai agama.

Adapun unsur lain yang sering diperdebatkan dalam rangka mencoba untuk melaksanakan pendekatan yang seragam, terhadap kebudayaan yang berbeda terhadap masalah yang mengitari hubungan pengamat dan yang diamati. Sikap jujur dan tidak terpengaruh sering tidak mendapat perhatian yang cukup dan ada bukti yang kuat untuk menyarankan bahwa agama telah berubah dibawah pengaruh studi secara akademik, diantaranya yaitu orang yang membuat teori tentang proses ini adalah para sarjana yang memperbincangkan bahwa isi kepercayaan orang lain tetap selamanya tak tertutup sekalipun pengamat simpati terhadap kepercayaan masyarakat yang ada. Garis keras pendekatan ini bahwa hanya orang muslim yang dapat mempelajari atau mengajar tentang islam dengan beberapa perbedaan tingkatan pemahaman. Garis yang lebih lunak, menuntut dengan tegas bahwa keterbukaan terhadap kepercayaan dari yang lain adalah pra kondisi yang penting.

Sejarah agama-agama


Dalam perkembangan selanjutnya, jika perkembangan sejarah antropologi, sosiologi, psikologi, injil dan studi-studi teologi, sangat mempengaruhi perkembangan agama. Sejarah agama-agama dan studi agama-agama adalah istilah yang digunakan dalam tulisan ini untuk merujuk secara kolektif terhadap beberapa pendekatan yang telah ada pada studi-studi agama secara umum. Sekarang ini berusaha untuk menjelaskan dan memahami data agama dan tradisi islam dalam konteks studi agama secara umum membutuhkan survei singkat tentang perkembangan dalam disiplin sejarah agama pada masa lalu. Salah satu yang penting dari aspek lapangan kerja antropologi, yakni menambah pandangan yang tajam pada partisipan observasi pada studi agama. Hal ini berlanjut pada abad 21 dan studi agama mengalami perkembangan diantaranya spesialisasi: sejarah, psikologi, antropologi dan arkeologi.

Para sarjana penomenologi juga telah menuntut untuk melakukan pendekatan-pendekatan yang empati terhadap pemahaman keagamaan. Salah satu kecenderungan yang penting di abad ke 19 adalah perbedaan yang dibuat oleh sejarawan Wilhelm Dithey (1833-1911) yakni kecenderungan antara ilmu-ilmu natural dan studi-studi kultural. Kultural atau kemanusiaan memiliki semua pekerjaan dan kreasi dibidang kemanusiaan dalam bentuk artistik, intelektual, sosial ekonomi, agaa, politik (ilmu pengetahuan) sebagai obyek. Bagi studi-studi kemanusiaan sebagai studi penomenologi, pemahaman budaya membutuhkan pengetahuan yang luas, meliputi psikologi, sejarah, ekonomi, filologi, dll, pendek kata semua disiplin-disiplin ilmu yang mempelajari kemanusiaan, aktifitas intelektual dan sosial.

Pendidikan agama


Para sarjana merasa bangga dengan apa yang di konsep oleh orang-orang Eropa pada abad ke 19, bahkan sebagian telah diterapkan. Mereka mengutamakan aturan yang sifatnya menyeluruh dari pada sementara untuk diterapkan. Hal ini karena tidak memiliki kebebasan dan hak perorangan bagi mereka yang menjalin hubungan dengan sarjana muslim. Orang-orang islam taat menjaga kedisiplinan aturan-aturan dengan menekan semakin minim hal-hal yang kurang bermanfaat selama ini dan memperbaiki dengan petunjuk yang telah disepakati. Penghargaan terhadap aturan yang mendasar dan sederhana dapat menghindarkan kesalahpahaman terhadap bahasa dan pengetahuan orang-orang muslim sekaligus memperluas hubungan dengan pihak lain.

Problem yang sering timbul dari studi islam adalah diskursus yang menentang paham oriantalis, yakni ahli yang berpegang pada pendekatan sejarah dan ahli yang berpegang pada pendekatan dogma keimanan, disini sering terjadi pertentangan. Esensi masalah yang sering muncul dan sangat penting dalam hal akademik adalah pertanyaan tentang keadaan studi yang harus di pertimbangkan kejelasan disiplin-nya atau studi islam harus di korelasikan dengan disiplin berbagai ilmu. Pada masalah selanjutnya para sarjana secara individu (sarjana Inggris, Mesir, Iran, atau Jepang) tanpa pandangan yang absolut akan memberikan alasan validitas pilihan mereka dari data yang dikumpulkan dari hasil kerja para oriantalis.

Sebuah tanda yang penuh harapan, bahwa para ahli sejarah, ilmu-ilmu sosial dan sejarawan agama sedang memanfaatkan penggunaan metode. Sedang semiotic, paham stukturalis, fungsionalis dan penomenologi lebih menghasilkan teori-teori kebudayaan, sasaran dari berbagai disiplin ilmu memfokuskan pada sasaran masalah dan kreatif yang beradaptasi dan penerapan dari berbagai metode untuk menyeleksi data lapangan keagamaan. Metode-metode penelitian adalah subyek yang berkelanjutan untuk penyesuaian dan penyaringan sebagai sarjana yang memakai penerapan dari data lapangan ini, hasrat untuk mempelajari data lapangan adalah kemungkinan yang diinspirasikan dengan sesuatu tujuan tertentu.

Islam dalam disiplin mempelajari agama.


Dari uraian artikel Jacob Nausner, yang mengangkat tiga pertanyaan tentang disiplin pendidikan agama di tingkat sarjana, yaitu :
  • Memiliki disiplin yang dalam menghasilkan kurikulum yang berdasarkan konsensus lembaga pendidikan untuk mencapai disiplin yang sempurna. (manfaat disiplin dalam dunia pendidikan).
  • Apakah kesarjanaan dalam sebuah disiplin mengikuti suatu program penelitian, agar mencapai kemajuan yang jelas dalam menghadapi persoalan jangka panjang.
  • Adakah kreteria yang dihasilkan dalam mengakui hak/perbuatan yang semestinya diterapkan dalam disiplin.

Dari ketiga pertanyaan diatas, maka Nausner memberikan solusi dengan melalui penelitian yang dilakukan pada Departemen Penelitian Agama. Dengan penekanan pada analisa teks agama, yaitu meskipun penelitian melalui filologi yakni memahami kata dari sebuah teks dan melalui sejarah dan dapat diketahui secara tepat apa yang terjadi peristiwa-peristiwa pada suatu waktu, dimana teks memberikan kesaksian. Sebuah teks agama tidak hanya menyajikan tujuan-tujuan dari filologi atau sejarah, ia juga menawarkan tempat yang tepat sebagai sebuah statemen agama.

Pengaruh Lingkungan dan Pendidikan Orang Tua terhadap Prestasi Belajar -Tesis


Pengaruh Lingkungan dan Pendidikan Orang Tua terhadap Prestasi Belajar -Tesis

Prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor eksternal meliputi lingkungan dimana siswa tersebut berada, baik dalam lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat. Di lingkungan keluarga, orang tua sangat berperan dalam meningkatkan prestasi siswa. Namun, lingkungan tempat tinggal juga berpengaruh yang akurat terhadap peningkatan prestasi tersebut.

ABSTRAK

Sungeb, Program Pascasarjana (S-2) Universitas Kanjuruhan Malang " Pengaruh Lingkungan Tempat Tinggal dan Pendidikan Orang Tua terhadap Prestasi Belajar Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) (Studi Terhadap Siswa di SDN I Semanding Kecamatan Pucanglaban Kabupaten Tulungagung) ", Komisi Pembimbing, Ketua: Prof.Dr. Lilik Kustiani ,SS , MM Anggota: Drs.H.Moch.Amir Sutedjo,SH,MPd.

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui adanya pengaruh yang signifikan antara lingkungan tempat tinggal terhadap prestasi belajar mata pelajaran IPS. (2) mengetahui adanya pengaruh yang signifikan antara pendidikan orang tua terhadap prestasi belajar mata pelajaran IPS. (3) mengetahui adanya pengaruh secara bersama-sama antara lingkungan tempat tinggal dan pendidikan orang tua terhadap prestasi belajar mata pelajaran IPS.

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif korelatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh seluruh siswa yang ada di SDN Semanding 1. Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan mengambil 90 % dari populasi. Sedangkan teknik dan instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah (1) teknik observasi, dokumentasi, dan angket. Analisis data dengan menggunakan analisis statistik dengan analisis regresi linier berganda memakai uji t dan uji F.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Terdapat pengaruh yang signifikan antara lingkungan tempat tinggal terhadap prestasi belajar siswa di SDN Semanding 1 Pucanglaban Tulungagung. Hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikansi t yang lebih kecil dari α (0,000 < 0,05) dan thitung yang lebih besar dari ttabel (4,900 > 2,000); (2) Terdapat pengaruh yang signifikan antara pendidikan orang tua terhadap prestasi belajar siswa di SDN Semanding 1 Pucanglaban Tulungagung. Hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikansi t yang lebih kecil dari α (0,003 < 0,05) dan thitung yang lebih besar dari ttabel (3,013 > 2,000); (3) Terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan (bersama-sama) antara lingkungan tempat tinggal, dan pendidikan orang tua terhadap prestasi belajar siswa di SDN Semanding 1 Pucanglaban Tulungagung. Hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikansi F yang lebih kecil dari α (0,000 < 0,05) dan Fhitung yang lebih besar dari Ftabel (25,801 > 8,570).

Download file lengkap Pengaruh Lingkungan dan Pendidikan Orang Tua terhadap Prestasi Belajar disini

Penggunaan Alat peraga dan Cara Belajar Terhadap Prestasi Belajar

Penggunaan Alat peraga dan Cara Belajar Terhadap Prestasi Belajar
SUHARTI, Program Pasca Sarjana Universitas Kanjuruhan Malang, Pengaruh Persepsi Tentang Penggunaan Alat peraga dan Cara Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa ( Studi di Sekolah Dasar Negeri Segugus IV Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung). Komisi Pembimbing, Ketua : Prof. Dr. Lilik Kustiani,SS., M.M. Anggota : Drs. H Amir Sutedjo, SH., M.Pd.

Didalam kelas guru merupakan orang yang sangat penting dalam penyampaian materi pelajaran. Jika penyampaian materi tersebut tidak menarik minat siswa, hal ini akan berakibat siswa akan sulit menerima materi pelajaran. Oleh karena itu seorang guru harus mencari alat peraga pembelajaran dan cara belajar yang bervariasi agar siswa tidak cepat jenuh. Penggunaan alat peraga mempunyai peranan yang cukup penting dalam proses pembelajaran.

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui dan menganalisis pengaruh persepsi siswa tentang penggunaan alat peraga terhadap prestasi belajar siswa. (2) mengetahui dan menganalisis pengaruh cara belajar terhadap prestasi belajar siswa. (3) mengetahui dan menganalisis pengaruh persepsi siswa tentang penggunaan alat peraga dan cara belajar terhadap prestasi belajar siswa.

Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SD Negeri segugus IV Kecamatan Pucanglaban Kabupaten Tulungagung sejumlah 35 siswa. Dari total populasi tersebut diambil seluruhnya sebagai sampel penelitian, sehingga jumlah sampel adalah 35 siswa. Data-data penelitian tentang penggunaan alat peraga, data tentang cara belajar diperoleh melalui angket dengan menggunakan skala likert dan data prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial diperoleh dengan menggunakan metode dokumentasi. Selanjutnya data-data penelitian tersebut dianalisis dengan menggunakan teknik regresi linier ganda dengan bantuan computer SPSS versi 17.0.

Secara umum hasil analisis menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa diperoleh nilai r hitung = 76,71 tingkat signifikan 0,000 dengan demikian hipotesis 1 diterima secara signifikan. Hasil analisis data cara belajar siswa diperoleh nilai r hitung = 69,71 tingkat signifikan 0,000 dengan demikian hipotesis 2 diterima secara signifikan.

Kesimpulan sebagai temuan hasil penelitian ini adalah (1) terdapat pengaruh yang signifikan persepsi siswa tentang penggunaan alat peraga terhadap prestasi belajar siswa. (2) Terdapat pengaruh yang signifikan cara belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa. (3) Secara bersama-sama terdapat pengaruh yang signifikan persepsi siswa tentang penggunaan alat peraga dan cara belajar terhadap prestasi belajar siswa.

Download file tesis Penggunaan Alat peraga dan Cara Belajar Terhadap Prestasi Belajar lengkap disini

Pengaruh Motivasi Belajar Dan Kebiasaan Belajar Terhadap Prestasi Belajar - TESIS

Pengaruh Motivasi Belajar Dan Kebiasaan Belajar Terhadap Prestasi Belajar
Motivasi belajar adalah dorongan dari dalam atau dari luar diri seseorang atau individu dengan penuh kesadaran untuk bertindak atau melakukan sesuatu demi tercapainya tujuan tertentu yang sesuai dengan fungsi dan motivasi yaitu : 1. Mendorong manusia untuk berbuat, 2. mendorong manusia untuk menentukan arah perbuatan 3. Mendorong manusia untuk menyelesaikan perbuatannya dengan demikian ketiga fungsi tersebut akan menentukan intensitas belajar, menentukan tujuan yang ingin dicapai serta bersifat selektif terhadap bentuk kegiatan belajar yang dapat memberikan hasil yang lebih baik.

ABSTRAK

RUBINGAT, 2012, Pengaruh Motivasi Belajar Dan Kebiasaan Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa Studi di SDN 1 Tamanan Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung. Tesis program studi pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Program Pasca Sarjana Universitas Kanjuruhan Malang
Ketua : Prof. H. Bambang Swasto, ME, Anggota : 1). Prof. Dr. Lilik Kustiani, SS, MM 2) Drs. H. Amir Sutedjo, SH, M.Pd

Kata Kunci : Motivasi belajar, kebiasaan belajar, prestasi belajar.

Motivasi belajar adalah dorongan dari dalam atau dari luar diri seseorang atau individu dengan penuh kesadaran untuk bertindak atau melakukan sesuatu demi tercapainya tujuan tertentu yang sesuai dengan fungsi dan motivasi yaitu : 1. Mendorong manusia untuk berbuat, 2. mendorong manusia untuk menentukan arah perbuatan 3. Mendorong manusia untuk menyelesaikan perbuatannya dengan demikian ketiga fungsi tersebut akan menentukan intensitas belajar, menentukan tujuan yang ingin dicapai serta bersifat selektif terhadap bentuk kegiatan belajar yang dapat memberikan hasil yang lebih baik.

Kebiasaan belajar berarti perulangan aktivitas yang sejenis dengan menggunakan pertimbangan dan fungsi akal seminimal mungkin atau kebiasaan belajar adalah pola aktivitas belajar yang berulang, tetap dan seragam baik secara sadar maupun tidak.

Prestasi belajar adalah suatu kegiatan yang akan mengakibatkan terjadinya perubahan tingkah laku ini ada yang bersifat pengetahuan suatu hafalan ada juga yang menyatakan ketrampilan, sedangkan tinggi rendahnya hasil yang telah dicapai siswa baik yang dinyatakan dengan angka-angka tetapi ada juga yang dinyatakan dengan kata-kata atau kalimat.

Penelitian ini menggunakan statistik SPSS dengan teknik korelasi, yaitu korelasi product Moment Pearson digunakan untuk mencari pengaruh dari masing-masing variabel bebas / Prediktor (1 dan 2) dengan variabel terikat / kriterium yaitu hubungan antara motivasi belajar dan kebiasaan belajar dengan prestasi belajar dengan responden 40 siswa. Secara umum hasil analisa secara diskriptif menunjukkan bahwa motivasi belajar dan kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar siswa dalam pembelajaran IPS ada masalah yang signifikan. 

Dari hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan hasil belajar siswa setelah motivasi belajarnya ditingkatkan. Ada perbedaan hasil belajar siswa antara yang memiliki Kebiasaan belajar yang baik terhadap prestasi belajar bidang studi IPS pada SD Negeri I Tamanan Kec. Tulungagung, Kab. Tulungagung.

Download tesis Pengaruh Motivasi Belajar Dan Kebiasaan Belajar Terhadap Prestasi Belajar disini

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah Skripsi - Celotehan Warung Kopi

Dasar Penulisan Karya Ilmiah Skripsi


Penulisan karya ilmiah merupakan salah satu ciri pokok kegiatan perguruan tinggi. Melalui penulisan karya ilmiah, anggota masyarakat akademik pada suatu perguruan tinggi dapat mengkomunikasikan informasi baru, gagasan, kajian, dan hasil penelitian. Untuk mendukung kegiatan ilmiah tersebut diperlukan suatu pedoman tentang penulisan karya ilmiah. Pedoman penulisan karya ilmiah memberikan petunjuk cara menulis skripsi.

penulisan karya ilmiah

Skripsi merupakan salah satu karya ilmiah dalam suatu bidang studi yang ditulis oleh mahasiswa Program Sarjana (S1) pada akhir studinya. Karya ilmiah ini merupakan salah satu persyaratan untuk menyelesaikan program studi mahasiswa yang dapat ditulis berdasarkan hasil penelitian lapangan, hasil kajian pustaka, atau hasil kerja pengembangan (proyek).

Penulisan Karya Ilmiah Skripsi Berdasarkan Jenis Penelitiannya


Skripsi hasil penelitian lapangan adalah jenis penelitian yang berorientasi pada pengumpulan data empiris di lapangan. Ditinjau dari pendekatan yang digunakan, penelitian lapangan dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. Penelitian kuantitatif adalah suatu penelitian yang pada dasarnya menggunakan pendekatan deduktif-induktif. Pendekatan ini berangkat dari suatu kerangka teori, gagasan para ahli, maupun pemahaman peneliti berdasarkan pengalamannya, kemudian dikembangkan menjadi permasalahan-permasalahan beserta pemecahan-pemecahannya yang diajukan untuk memperoleh pembenaran (verifikasi) dalam bentuk dukungan data empiris di lapangan.

Sedangkan penelitian kualitatif adalah penelitian yang dimaksudkan untuk mengungkapkan gejala secara holistik-kontekstual melalui pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri peneliti sebagai instramen kunci. Penelitian kualitatif bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Proses dan makna (perspektif subjek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Ciri-ciri penelitian kualitatif mewarnai sifat dan bentuk laporannya. Oleh karena itu, laporan penelitian kualitatif disusun dalam bentuk narasi yang bersifat kreatif dan mendalam serta menunjukkan ciri-ciri naturalistik yang penuh keotentikan.

Kajian pustaka adalah telaah yang dilaksanakan untuk memecahkan suatu masalah yang pada dasarnya bertumpu pada penelitian kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan. Telaah pustaka semacam ini biasanya dilakukan dengan cara mengumpulkan data atau informasi dari berbagai sumber pustaka yang kemudian disajikan dengan cara baru dan atau untuk keperluan baru. Dalam hal ini bahan-bahan pustaka itu diperlukan sebagai sumber ide untuk menggali pemikiran atau gagasan baru, sebagai bahan dasar untuk melakukan deduksi atau sebagai dasar pemecahan masalah.

Kerja pengembangan adalah kegiatan yang menghasilkan rancangan atau produk yang dapat dipakai untuk memecahkan masalah-masalah aktual. Dalam hal ini, kegiatan pengembangan ditekankan pada pemanfaatan teori-teori, konsep-konsep, prinsip-prinsip, atau temuan-temuan penelitian untuk memecahkan masalah. Skripsi yang ditulis berdasarkan hasil kerja pengembangan menuntut format dan sistematika yang berbeda dengan skripsi ditulis berdasarkan hasil penelitian, sebab karakteristik kegiatan pengembangan dan kegiatan penelitian tersebut berbeda. Kegiatan penelitian pada dasarnya berupaya menguji jawaban yang diajukan terhadap suatu permasalahan, sedangkan kegiatan pengembangan berupaya menerapkan temuan atau teori untuk memecahkan suatu permasalahan. Setiap mahasiswa wajib mengetahui dan memahami tentang pedoman penulisan karya ilmiah skripsi.

The Use of Visual Aids and Teching Methods - Thesis

The Use of Visual Aids and Teching Methods - Thesis
Suminten Yuliani, 2012. Influence Students Perceptions about The Use of Visual Aids and Teching Methods to The Class VI Student Achievement, Elementary School IV Pulosari Ngunut Sub District Tulungagung Regency. Thesis of Educational Magister for Social Studies Major Post Graduate Program Kanjuruhan University of Malang. Advisor Commissions, Chair : Dr. Lilik Kustiani, SS., MM., Member : Drs. H. M. Amir Sutedjo, S.Pd., M.Pd.

Key Words : Student Perceptions, use of props and methods of teaching and learning achievement.

Education problem that was faced by Indonesia was the low of education quality in every level especially elementary and intermediate level. Beside that education quality had not shown an equal improvement yet. In line with those problems, headmaster, teacher and counselor was requested to prepare student to get achievement maximally. Thus teacher ability in motivating student to get achievement was important. Just at the moment teacher ability in guiding student in choice The Use of Visual Aids and efficient Teching Methods.

The objectives of this research were : (1) to know whether there was significant effect of student perception about the use of visual aids toward sixth grade student learning achievement in SDN IV Pulosari Ngunut Sub District Tulungagung Regency, (2) to know whether there was significant effect of student perception about Teching Methods toward sixth grade student learning achievement in SDN IV Pulosari Ngunut Sub District Tulungagung Regency, (3) to know whether there was significant effect of student perception toward sixth grade student learning achievement in SDN IV Pulosari Ngunut Sub District Tulungagung Regency.

Population of this research was sixth grade student learning achievement in SDN IV Pulosari Ngunut Sub District Tulungagung Regency the amount was 40 students. Because the amount of the subject was not relative a lot (40 person), thus population of this research was surfeited sample technique, the amount of the subject population of this research.

The result of this research were : (1) The result of this research be expected get rewarding finding empirical provide about significant effect of student perception about the use of visual aids toward sixth grade student learning achievement in SDN IV Pulosari Ngunut Sub District Tulungagung Regency, (2) The result of this research can be used as information material to education institution primary scholl specially to do wisdom adaptation and activity, so that can increasing graduation quality, (3) add reference for another researche in analyze education institution, specially with that problem to developed further.

Download full thesis Influence Students Perceptions about The Use of Visual Aids and Teching Methods to The Class VI Student Achievement, Elementary School IV Pulosari Ngunut Sub District Tulungagung Regency here

Penggunaan Media Pembelajaran Komputer Dan Metode Kooperatif TSTS

Penggunaan Media Pembelajaran Komputer Dan Metode Kooperatif TSTSTESIS - Kualitas kehidupan suatu bangsa sangat ditentukan oleh faktor pendidikan. Nurhadi (2004:41) memaparkan ”pendidikan memiliki peranan yang sangat penting untuk menciptakan kehidupan bangsa yang cerdas, damai, terbuka dan demokratis.” Oleh karena itu, pembaharuan di bidang pendidikan harus selalu dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Untuk mencapai hal tersebut, kualitas pendidikan harus selalu ditingkatkan dan adaptif dengan perubahan zaman. Salah satunya dengan Penggunaan Media Pembelajaran Komputer dan Metode Kooperatif TSTS.


ABSTRAK

Khusna, Nur Isroatul., Pengaruh Persepsi Siswa Tentang Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Komputer dan Metode Pembelajaran Kooperatif Two Stay Two Stray (TSTS) Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Geografi-IPS. Thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Kanjuruhan Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Lilik Kustiani, SS., MM (II) Drs. H. Moch. Amir Sutedjo, SH., M.Pd

Kata Kunci : Media pembelajaran berbasis komputer, metode pembelajaran kooperatif TSTS

Pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis komputer dan metode pembelajaran kooperatif TSTS terhadap hasil belajar mata pelajaran Geografi-IPS, dilatarbelakangi oleh masih rendahnya mutu pendidikan dan pengajaran, pada khususnya di Kabupaten Tulungagung.

Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis komputer dan metode pembelajaran kooperatif TSTS terhadap hasil belajar dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.

Dari hasil analisis penelitian telah dibuktikan dengan analisa regresi bahwa ada pengaruh signifikan dari penggunaan media pembelajaran berbasis komputer, yang ditunjukkan dengan Perhitungan korelasi sederhana terhadap pasanan menghasilkan harga koefisien korelasi r sebesar 0,884. yang berarti bahwa 88,40 persen variasi variable hasil belajar dapat dijelaskan oleh variable persepsi penggunaan media pembelajaran interaktif berbasis computer.

Sedangkan pengaruh penggunaan metode pembelajaran kooperatif TSTS terhadap hasil belajar dalam tabel menunjukkan angka sebesar 0,781 yang berarti bahwa 78,10 persen variable hasil belajar siswa dapat dijelaskan oleh variable metode pembelajaran kooperatif TSTS.

Tentang adanya korelasi antara hasil belajar siswa (Y) penggunaan media pembelajaran interaktif berbasis computer (X1) menunjukkan angka seperti diatas berarti signifikan dan ada hubungan positif mantap. Sedangkan korelasi antara hasil belajar siswa (Y) dengan penggunaan metode pembelajaran kooperatif TSTS (X2) terhadap angka seperti diatas yang berarti ada hubungan positif mantap.

Dibuktikan pula dalam variable enterned / removed (b) koevisien Regresi bahwa secara bersama sama antara penggunakan metode secara konstan dihasilkan dari pengaruh X1 dan X2 yang artinya bahwa hasil belajar akan lebih baik jika dipengaruhi oleh penggunakan media pembelajaran berbasis computer (X1) dan metode pembelajaran kooperatif TSTS (X2).

Download file tesis  Penggunaan Media Pembelajaran Komputer Dan Metode Kooperatif TSTS lengkap disini

Pengaruh Penggunaan Alat peraga Terhadap Prestasi Belajar

Pentingnya Alat Peraga Dalam Pembelajaran

Penggunaan Alat peraga Terhadap Prestasi Belajar
Tesis - Dalam proses pembelajaran sangat diperlukan penggunaan alat peraga yang sesuai dengan tujuan, materi, dan kemampuan siswa. Hal ini dapat berpengaruh terhadap cara belajar siswa. Sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa yang optimal, karena dengan alat peraga dapat membantu anak berfikir lebih konkrit dan menarik sehingga mudah diingat dan dipahami. 

ABSTRAK


SUWANDI, Program Pasca Sarjana Universitas Kanjuruhan Malang, Pengaruh Persepsi Tentang Penggunaan Alat peraga dan Cara Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas VI Bidang Studi Ilmu Pengetahuan Sosial di Sekolah Dasar Negeri Segugus IV Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung. Komisi Pembimbing, Ketua :Dr. H. Didik Sukriono, SH., M.Hum Anggota : Dr. Supriyanto, S.Pd., M.Pd

Guru merupakan orang yang sangat penting dalam penyampaian materi pelajaran. Jika penyampaian materi tersebut tidak menarik minat belajar siswa, berakibat siswa akan sulit menerima materi pelajaran. Oleh karena itu seorang guru harus menggunakan alat peraga yang sesuai dengan materi pelajaran dan bervariasi.

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh persepsi tentang penggunaan alat peraga terhadap prestasi belajar siswa kelas VI bidang studi Ilmu Pengetahuan Sosial di SD Negeri segugus IV Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung. (2) mengetahui pengaruh cara belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas VI bidang studi Ilmu Pengetahuan Sosial di SD Negeri segugus IV Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung. (3) mengetahui pengaruh persepsi tentang penggunaan alat peraga dan cara belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas VI bidang studi Ilmu Pengetahuan Sosial di SD Negeri segugus IV Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung.

Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SD Negeri segugus IV Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung sejumlah 60 siswa. Dari total populasi tersebut diambil seluruhnya sebagai sampel penelitian, sehingga jumlah sampel adalah 60 siswa. Data-data penelitian tentang penggunaan alat peraga, data tentang cara belajar diperoleh melalui angket dengan menggunakan skala likert dan data prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial diperoleh dengan menggunakan metode dokumentasi. Selanjutnya data-data penelitian tersebut dianalisis dengan menggunakan teknik regresi linier sederhana dengan bantuan computer SPSS versi 17

Secara umum hasil analisis menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa diperoleh nilai r hitung = 77,962 tingkat signifikan 0,006 dengan demikian hipotesis 1 diterima secara signifikan. Hasil analisis data cara belajar siswa diperoleh nilai r hitung = 10,010 tingkat signifikan 0,020 dengan demikian hipotesis 2 diterima secara signifikan.Hasil analisis regresi sederhana diperoleh nilai r hitung 1,239 dengan probabilitas 0,006 dengan demikian hipotesis 3 diterima.

Kesimpulan sebagai temuan hasil penelitian ini adalah (1) terdapat pengaruh yang signifikan persepsi siswa tentang penggunaan alat peraga terhadap prestasi belajar siswa. (2) Terdapat pengaruh yang signifikan cara belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa. (3) Secara bersama-sama terdapat pengaruh yang signifikan persepsi siswa tentang penggunaan alat peraga dan cara belajar terhadap prestasi belajar siswa.

Download file lengkap tesis "Pengaruh Penggunaan Alat peraga Terhadap Prestasi Belajar" disini

Penggunaan Komputer Dalam Proses Pembelajaran

Penggunaan Komputer Dalam Proses Pembelajaran ; TESIS




Penggunaan komputer sebagai alat bantu/media dalam proses pembelajaran merupakan salah satu upaya meningkatkan kualitas proses pembelajaran yang pada akhirnya dapat meningkatkan prestasi belajar para siswa. Dengan menggunakan media pengajaran ini, dalam proses belajar mengajar akan diperoleh manfaat diantaranya pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa dan materi pengajaran akan lebih dipahami oleh para siswa.

Menurut Sudjana dan Rivai (2001 : 2) mengatakan bahwa media pengajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa dalam pengajaran yang pada gilirannya diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapainya. Alasannya berkenaan dengan manfaat media pengajaran dalam proses belajar siswa antara lain : (a) Pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga akan dapat menumbuhkan motivasi belajar, (b) Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya sehingga akan lebih dipahami oleh para siswa dan memungkinkan siswa menguasai tujuan pengajaran lebih baik, (c) Metode mengajar akan lebih bervariasi, (d) Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan dan lain – lain. Dengan demikian penggunaan komputer dalam proses pembelajaran akan mampu meningkatkan prestasi belajar.

Pengertian Dasar Komputer

Komputer yang merupakan salah satu hasil dari perkembangan teknologi sudah mulai dikenal sejak abad 19. Pada awalnya komputer diciptakan dengan tujuan untuk menciptakan mesin perhitungan yang otomatis (Sharp, 1996). Edwar Humby dalam bukunya yang berjudul “Computers” mendefinisikan komputer sebagai “an electronic machine that processes data under the control of stored programs“.

Komputer adalah alat elektronik yang dapat mengelolah data dengan perantaraan program dan dapat memberikan/menampilkan hasil pengolahannya Suryanto dan Rusmali (1985). Sedangkan dalam buku yang berjudul “Computer Annual” mendefinisikan komputer adalah suatu alat elektronik yang mampu melakukan beberapa tugas, yaitu menerima (masukan), memproses input tersebut sesuai dengan programnya, menyimpan perintah-perintah dan hasil pengolahannya, serta menyediakan output (keluaran) dalam bentuk informasi (Sanusi, 1997).

Komputer Sebagai Media

Media adalah segala alat yang dapat menyajikan pesan serta dapat merangsang siswa untuk belajar. Contoh-contohnya : Buku. Film,Kaset, Komputer , LCD maupun audiovisual yang dapat di lihat, didengar dan di baca. Degeng (1989:180) mengemukakan bahwa media pengajaran adalah komponen strategi penyampaian yang dapat dimuati pesan yang akan disampaikan kepada si-pelajar, apakah itu orang, alat, atau bahan. Pada intinya media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi.

Download file lengkap tesis "PENGARUH PERSEPSI SISWA TENTANG PENGGUNAAN KOMPUTER DALAM PROSES PEMBELAJARAN DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN MATEMATIKA" disini.

Pengaruh Penggunaan Metode Diskusi Kelompok dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi belajar

ABSTRAKSI


astutik , 2012 ; Persepsi Siswa Tentang Pengaruh Penggunaan Metode Diskusi Kelompok dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi belajar Mata Pelajaran IPS Kelas VI SDN I Sambijajar Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung Tahun Pelajaran 2011/2012.

Kata Kunci : Metode diskusi kelompok, motivasi belajar, prestasi belajar


Dalam kegiatan belajar mengajar tidak semua anak didik mampu berkonsentrasi dalam waktu yang relatif lama. Daya serap anak didik terhadap bahan yang diberikan juga bermacam-macam, ada yang cepat, ada yang sedang, dan ada yang lambat. Faktor intelegensi dan motivasi mempengaruhi daya serap anak didik terhadap bahan pelajaran yang diberikan oleh guru. Cepat lambatnya penerimaan anak didik terhadap bahan pelajaran yang diberikan menghendaki adanya pemberian waktu yang bervariasi, sehingga penguasaan penuh dapat tercapai.

Rumusan permasalahan yang diajukan adalah : Adakah pengaruh yang signifikan persepsi tentang penggunaan metode diskusi kelompok  dan motivasi belajar  secara bersama-sama terhadap prestasi belajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial siswa Kelas V Tahun Pelajaran 2011/2012 SDN I Sambijajar Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung ?. Adapun tujuan penelitian ini adalah : Untuk mengetahui persepsi siswa tentang pengaruh yang signifikan penggunaan metode diskusi kelompok dan motivasi belajar secara bersama-sama terhadap prestasi belajar mata pelajaran Ilmu Pengrtahuan Sosial siswa Kelas V Tahun Pelajaran 2011/2012 SDN I Sambijajar Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung.

Penelitian ini termasuk penelitian dengan metode survey, tingkat eksplantion asosiatif dengan hubungan variable kausal, dan jenis data kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas V SDN I Sambijajar Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung Tahun Pelajaran 2011/2012 dengan jumlah 35 siswa. Dalam penelitian ini karena jumlah anggota populasi kurang dari 100 ( 35 siswa ) maka seluruh anggota populasi diambil sebagai sampel ( sampel populasi / sampel jenuh ).

Berdasarkan pengujian hipotesis diperoleh nilai korelasi antara persepsi tentang pengaruh penggunaan metode diskusi kelompok dengan prestasi belajar sebesar 0,534 lebih besar dari nilai r tabel sebesar 0,312 dan nilai signifikan 0,000 kurang dari 0,05. Dengan demikian hipotesis nol (Ho) “tidak ada pengaruh yang signifikan antara persepsi terhadap penggunaan metode diskusi kelompok dengan prestasi belajar” ditolak, yang berarti penerimaan H1 atau ada pengaruh yang signifikan antara persepsi penggunaan metode diskusi kelompok dengan prestasi belajar.

Berdasarkan pengujian hipotesis diperoleh nilai korelasi antara motivasi belajar dengan prestasi belajar sebesar 0,534 lebih besar dari r tabel sebesar 0,312 dan nilai signifikansi 0,000 kuran dan 0,05. Dengan demikian hipotesis nol (Ho) “tidak ada hubungan signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar” ditolak, yang berarti penerimaan H1 atau ada hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar.

Hasil penelitian Persepsi tentang pengaruh penggunaan metode diskusi kelompok SDN I Sambijajar Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung berada pada kategori tinggi. Tingkat motivasi belajar siswa SDN I Sambijajar Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung berada pada kategori tinggi. Tingkat prestasi belajar siswa SDN I Sambijajar Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung berada pada kategori tinggi. Persepsi tentang pengaruh penggunaan metode diskusi kelompok dan motivasi belajar mempunyai hubungan positif dan signifikan dengan prestasi belajar. Semakin tinggi persepsi tentang pengaruh penggunaan metode diskusi kelompok maka semakin tinggi pula prestasi belajar siswa. Motivasi belajar mempunyai hubungan positif dan signifikan dengan prestasi belajar siswa SDN I Sambijajar Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung yang berarti bahwa motivasi belajar dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.

Untuk file lengkap Pengaruh Penggunaan Metode Diskusi Kelompok dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi belajar , silahkan Anda download disini. Password silahkan minta ke admin.

Tesis Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) SD

Pengaruh Penggunaan Metode Kolaborasi dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Mata Pelajaran Ilmu Pengatahuan Sosial

Indonesia menaruh harapan besar terhadap pendidikan dalam perkembangan masa depan bangsa , karena dari sanalah tunas muda harapan bangsa sebagai generasi penerus dibentuk. Dengan demikian perlu disiapkan dan diberikan sarana maupun prasarananya dalam arti modal material yang cukup besar, tetapi sampai saat ini Indonesia masih berkutat pada problematika (permasalahan) klasik dalam hal ini yaitu kualitas pendidikan.

Abstrak


Gapur; 2012 :  Persepsi Tentang Pengaruh Penggunaan Metode Kolaborasi dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Mata Pelajaran Ilmu Pengatahuan Sosial Siswa Kelas V SDN II Sambijajar Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung.

Kata kunci           : metode kolaborasi ,motivasi ,prestasi belajar


Permasalahan rendahnya prestasi belajar yang terjadi di kelas V SDN II Sambijajar ini perlu dipecahkan, apabila prestasi belajar IPS selalu menurun terjadi berlarut - larut akan mempengaruhi pada kenaikan kelas dan persiapan ujian sekolah tahun yang akan datang. Yang pada gilirannya kepercayaan orang tua terhadap lembaga sekolah semakin menurun, Maka perlu adanya pemilihan metode mengajar yang tepat yang dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.

Rumusan permasalahn yang diajukan adalah : Adakah pengaruh yang signifikan persepsi siswa tentang penggunaan metode kolaborasi dan motivasi belajar secara bersama –sama terhadap prestasi belajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial siswa Kelas V SDN II Sambijajar Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung Tahun Pelajaran 2011/2012 ? Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui persepsi tentang pengaruh yang signifikan penggunaan metode kolaborasi dan motivasi belajar secara bersama - sama terhadap prestasi belajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas V SDN II Sambijajar Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung Tahun Pelajaran 2011/2012 .

Berdasarkan nilai korelasi ganda antara persepsi siswa tentang penggunaan metode kolaborasi dan motivasi belajar dengan prestasi belajar sebesar 0,295 lebih besar dari nilai r tabel dan nilai sig (F) = 0,006 kurang dari 0,05. Hal ini berarti, bahwa hipotesis nol (H0) yang berbunyi : tidak ada Pengaruh yang signifikan antara persepsi siswa tentang penggunaan metode kolaborasi dan motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa SDN II Sambijajar Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung pada taraf signifikasi α = 0,05 di tolak.

Berdasarkan pengujian hipotesis diperoleh nilai korelasi antara persepsi siswa tentang penggunaan metode kolaborasi dengan prestasi belajar sebesar 0,295 lebih besar dari nilai r tabel dan nilai signifikan 0,021 kurang dari 0,05. Dengan demikian hipotesis nol (H0) “tidak ada Pengaruh yang signifikan antara persepsi siswa tentang penggunaan metode kolaborasi dengan prestasi belajar” ditolak, yang berarti penerimaan H1 atau ada Pengaruh yang signifikan antara Persepsi siswa tentang penggunaan metode kolaborasi dengan prestasi belajar.

Berdasarkan pengujian hipotesis diperoleh nilai korelasi antara motivasi belajar dengan prestasi belajar sebesar 0,319 lebih besar dari r tabel dan nilai signifikansi 0,020 kurang dari 0,05. Dengan demikian hipotesis nol (H0) “tidak ada Pengaruh signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar” ditolak, yang berarti penerimaan H1 atau ada Pengaruh yang signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar.

Berdasarkan nilai korelasi ganda antara persepsi siswa tentang penggunaan metode kolaborasi dan motivasi belajar dengan prestasi belajar sebesar 0,295 lebih besar dari nilai r tabel dan nilai sig (F) = 0,006 kurang dari 0,05. Hal ini berarti, bahwa hipotesis nol (H0) yang berbunyi : tidak ada Pengaruh yang signifikan antara persepsi siswa tentang penggunaan metode kolaborasi dan motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa SDN II Sambijajar Kabupaten Tulungagung pada taraf signifikasi α = 0,05 di tolak.

Download file Tesis Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) SD lengkap disini

Pengaruh Tingkat Pendidikan dan Tingkat Pendapatan Orang tua Terhadap Prestasi Belajar Mata Pelajaran Ekonomi


ABSTRAK


Nurkosim. 2012, Pengaruh Tingkat Pendidikan dan TingkatPendapatan Orang tua Terhadap Prestasi Belajar Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Kedungwaru Kabupaten Tulungagung Tahun Pelajaran 2011/2012

Tesis, Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Kanjuruhan Malang.
Pembimbing (I) Prof.Dr.Sa’dunAkbar,M.Pd,                                                                              
(II) Dr. Ir. H. Waluyo Edy Susanto, M.P

Kata Kunci: Tingkat Pendidikan, Tingkat Pendapatan, Prestasi Belajar,


Pada dasarnya Pendidikan di sekolah merupakan suatu usaha untuk membantu siswa dalam perkembangan sesuai dengan bakat dan kemampuan anak. Tingkat keberhasilan dari masing-masing anak banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain faktor latar belakang keluarga, tingkat pendidikan, dan tingkat pendapatan orang tua yang mempengaruhi prestasi belajar siswa.
Dengan latar belakang dan pendidikan orang tua yang tinggi akan dapat mempengaruhi cara berfikir siswa sehingga dapat mencapai prestasi yang maksimal. Tingkat Pendapatan orang tua yang tinggi akan mampu memberikan fasilitas belajar siswa sehingga siswa lebih termotivasi dalam belajarnya. Dari kedua hal tersebut ini anak akan lebih mudah dalam meraih hasil belajar yang baik sesuai dengan yang diharapkan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) apakah ada pengaruh antara tingkat pendidikan dan tingkat pendapatan orang tua secara parsial terhadap prestasi belajar mata pelajaran ekonomi kelas X SMA Negeri 1 Kedungwaru Kabupaten Tulungagung Tahun Pelajaran 2011/2012 (2) apakah ada pengaruh antara tingkat pendidikan dan tingkat pendapatan orang tua secara simultan terhadap prestasi belajar mata pelajaran ekonomi pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Kedungwaru Kabupaten Tulungagung Tahun Pelajaran 2011/2012 (3) variabel manakah yang lebih dominan tingkat pendidikan atau tingkat pendapatan berpengaruh terhadap prestasi belajar mata pelajaran ekonomi pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Kedungwaru Kabupaten  Tulungagung Tahun Pelajaran 2011/2012  Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk : (1) mengetahui ada pengaruh antara tingkat pendidikan dan tingkat pendapatan orang tua secara parsial terhadap prestasi belajar mata pelajaran ekonomi kelas X SMA Negeri 1 Kedungwaru Kabupaten Tulungagung Tahun Pelajaran 2011/2012, (2) mengetahui ada pengaruh antara tingkat pendidikan dan tingkat pendapatan orang tua secara simultan terhadap prestasi belajar mata pelajaran ekonomi pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Kedungwaru Kabupaten Tulungagung Tahun Pelajaran 2011/2012, (3) Variabel manakah yang lebih dominan tingkat pendidikan atau tingkat pendapatan berpengaruh terhadap prestasi belajar mata pelajaran ekonomi pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Kedungwaru Kabupaten  Tulungagung Tahun Pelajaran 2011/2012.  
Sedangkan hipotesisnya adalah hipotesis nol (Ho) = tidak ada pengaruh antara tingkat pendidikan dan tingkat pendapatan orang tua terhadap prestasi belajar siswa baik secara parsial maupun secara simultan dan hipotesis kerja (Ha) = ada pengaruh antara tingkat pendidikan dan tingkat pendapatan orang tua terhadap prestasi belajar siswa baik secara parsial maupun secara simultan. Penelitian ini diadakan di kelas X SMA Negeri 1 Kedungwaru Kabupaten  Tulungagung sedangkan materi yang dibahas dalam penelitian ini adalah tingkat pendidikan dan tingkat pendapatan orang tua.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi angket / kuesioner dan tes. Dari metode dokumentasi diperoleh data tentang tingkat pendidikan orangtua yang telah dilampirkan dalam buku induk sekolah. Sedangkan dari metode angket digunakan untuk mengetahui tingkat pendapatan orangtua para siswa sedangkan tes digunakan untuk memperoleh nilai dari prestasi belajar siswa
Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif yang diperoleh dari dasar penentuan kategori, maka diperoleh kesimpulan bahwa tingkat pendidikan orangtua dan tingkat pendapatan orangtua adalah positif. Sedangkan analisis data kuantitatif menggunakan regresi berganda . berdasarkan hasil penelitian didapatkan dan setelah diadakan analisis data diperoleh rhitung (X1) sebesar 0,615 dan rhitung (X2) sebesar 0.661 sedangkan thitung (X1) sebesar 2,213 dan thitung (X2)sebesar 3,531 . Sedangkan  Fhitung sebesar 22,918  dan kontribusi efektif dari kedua variabel tingkat pendidikan dan tingkat pendapatan orang tua tersebut sebesar 37% terhadap prestasi belajar dan sisanya sebesar 63% dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian Sehingga sesuai dengan pembahasan analisis data yang diperoleh dapat diambil kesimpulan bahwa ada pengaruh secara parsial maupun simultan antara tingkat pendidikan dan tingkat pendapatan orangtua  terhadap prestasi belajar siswa dan variabel yang paling dominan yang mempengaruhi prestasi belajar siswa adalah tingkat pendapatan.

Download file lengkap disini. Pasword rar silahkan minta ke saya di kotak komentar


Pengaruh Persepsi Siswa Tentang Penggunaan Media Pembelajaran dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Mata Pelajaran IPS

Tesis : ABSTRAK


Sri Arwiyani, Program Pascasarjana Universitas Kanjuruhan Malang, Pengaruh Persepsi Siswa Tentang Penggunaan Media Pembelajaran dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Mata Pelajaran IPS (Studi di Sdn IX Kampungdalem, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung); Komisi Pembimbing, Ketua : Prof. Dr. Lilik Kustiani, SS, MM Anggota : Drs. H. Moh. Amir Sutejo, SH, M.Pd.

Kata Kunci : Media Pembelajaran, Motivasi Belajar, dan Prestasi Belajar Siswa


Pembangunan sumber daya manusia dilakukan mulai proses pendidikan, mulai SD sampai perguruan tinggi. Dalam menyongsong keberhasilan otonomi daerah, diperlukan sumber daya manusia atau tenaga yang profesionil, yang berkualitas dan berdedikasi tinggi. Oleh karena itu pemanfaatan kemajuan ilmu pengetahuan dan tegnologi dalam pembangunan nasional, merupakan usaha peningkatan kualitas sumber daya manusia dan masyarakat Indonesia yang dilakukan secara berkelanjutan, berdasarkan kemampuan nasional serta memperhatikan tantangan perkembangan flobal, yang dalam pelaksanaannya mengacu pada kepribadian atau karakter bangsa dan nilai luhur yang universal untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang berdaulat, mandiri, berkeadilan, sejahtera, maju dan kukuh kekuatan moral dan etikanya, harus selalu mendapat perhatian, baik oleh pemerintah maupun masyarakat.

Dalam penelitian ini tujuan yang ingin dicapai adalah sebagai berikut : (1) Ingin mengetahui dan menganalisis pengaruh yang signifikan persepsi siswa tentang penggunaan media pembelajaran terhadap prestasi belajar mata pelajaran IPS, (2) Ingin mengetahui dan menganalisis pengaruh yang signifikan motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar mata pelajaran IPS, (3) Ingin mengetahui dan menganalisis secara bersama- sama pengaruh yang signifikan persepsi siswa dalam penggunaan media pembelajaran dan motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar mata pelajaran IPS.

Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SDN IX Kampungdalem Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung. Jumlah populasi yang digunakan adalah 39 orang siswa. Dengan jumlah populasi yang relatif sedikit, maka sample yang digunakan adalah teknik sampling jenuh, dimana sample yang dipakai adalah seluruh jumlah populasi.

Adapun hasil penelian yang diperoleh adalah : (1) media pembelajaran berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa kelas V SDN IX kampungdalem, (2) motivasi belajar siswa berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa kelas V SDN IX Kampungdalem, (3) Secara bersama- sama media pembelajaran dan motivasi belajar siswa berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa kelas V SDN IX Kampungdalem.

Saran yang diberikan adalah : (1) Variabel media pembelajaran, belajar perlu upaya peningfkatan, yang dapat dilakukan baik dengan penggunaan media pembelajaran yang menarik dan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, (2) Kemampuan guru dalam proses pembelajaran perlu selalu ditingkatkan khususnya yang berkaitan dengan motivasi belajar, melalui penataran/ seminar, studi lanjut, mengikuti workshop, KKG dan sebagainya, (3) Diperlukan penelitian yang mendalam tentang hal yang berkaitan dengan motivasi belajar dan media belajar, terutama yang menyangkut bentuk/ model sistem dan sebagainya, (4) Diperlukan penelitian tentang pengaruh hal- hal yang berkaitan dengan masalah diluar variabel bebas, seperti variase metode pembelajaran, kondidi sosial siswa, lingkungan belajar dan sebagainya terhadap prestasi belajar, (5) Perlu adanya perhatian terhadap hal- hal diluar variabel bebas tersebut seperti lingkungan belajar siswa, sikap orang tua terhadap pendidikan putra- putrinya, lingkuan sosial masyarakat, lingkungan sekolah, kondisi keluarga, sikap guru, sarana prasarana dan sebagainya.

Meningkatkan Kebiasaan Sholat Lima Waktu Melalui Pemberian Motivasi Multi Aspek Pada Siswa

ABSTRAKSI


Salamah, Zumrotus, S.Ag. 2009. Meningkatkan Kebiasaan Sholat Lima Waktu Melalui  Pemberian Motivasi Multi Aspek Pada Siswa – siswi SD Negeri 02 Tertek Kecamatan Tulungagung Tahun Pelajaran 2008 / 2009”.

Penulis berasumsi bahwa pembiasaan sholat lima waktu masih minim dilaksanakan oleh anak - anak, termasuk siswa-siswi SD Negeri 02 Tertek kecamatan Tulungagung. Setelah kami tanyakan dikelas, hampir setiap kelas hanya rata-rata 15% yang terbiasa sholat lima waktu, itupun umumnya anak-anak Rohis. Kami berasumsi bahwa kebiasaan sholat lima waktu dapat ditingkatkan. Asumsi tersebut jelas memerlukan metode yang jitu. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan  metode yang akurat dalam memacu siswa  guna pembiasaan sholat lima waktu. Sholat dicanangkan oleh Allah untuk membentuk kepribadian seorang muslim yang tangguh. Dalam sholat Allah mengajarkan hidup disiplin, hidup sabar, bermasyarakat, mengajarkan hidup sehat, hidup bersih lahir dan batin, menahan dan pengendalian diri, berkomunikasi dengan Khaliknya.

Permasalahan yang ditimbulkan adalah kurangnya kesadaran siswa untuk membiasakan sholat lima waktu. Inilah yang mendorong peneliti untuk mengkaji kebiasaan sholat lima waktu yang sudah jauh dari yang dicontohkan Rasulullah. Dari beberapa kali survey kecil, setiap kelas yang kami survey tidak lebih 15 % yang sudah melaksanakan sholat lima waktu secara rutin lima kali sehari semalam, sedangkan survey secara kuantitas belum lagi sebagai kualitas tentu lebih banyak lagi.

Metode yang saya gunakan adalah pemberian motivasi dengan memperdalam kajian sholat, melalui kajian nikmat umumnya, melalui kajian diri pribadi siswa, melalui  video penciptaan Alam semesta. Sehingga semua potensi rohani dan jasmaninya bisa berfungsi dengan lebih baik. Sehingga terdorong untuk mensyukuri nikmat-Nya salah satunya adalah melakukan shalat lima waktu

File lengkap silahkan unduh disini

TESIS : Pengaruh Kemampuan Membaca Buku dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar

Abstrak


Pujiawan, Retno. Program Pascasarjana Universitas Kanjuruhan Malang, Pengaruh Kemampuan Membaca Buku dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas IV SD Negeri IV Sumberbendo Kecamatan Pucanglaban Kabupaten Tulungagung

Kata Kunci : kemampuan membaca buku , motivasi belajar, dan prestasi belajar

Tidak ada bahasa, tidak ada teknologi. Ini berarti menunjukkan betapa pentingnya penguasaan ketrampilan berbahasa. Sebagai salah satu dari empat ketrampilan berbahasa, membaca merupakan ketrampilan yang sangat penting bagi siswa. Ini dianggap sangat penting bagi siswa sekolah dasar di Indonesia, karena tujuan pengajaran membaca di sekolah dasar ialah siswa sekolah dasar bisa membaca dengan efisien, cepat dengan pemahaman yang baik.
Kenyataan menunjukkan bahwa masih banyak siswa sekolah dasar yang belum mempunyai ketrampilan membaca dengan baik, mereka masih kesulitan untuk mendapatkan ide, topik, informasi tertentu dan tersirat.
Masalah yang paling umum adalah motivasi belajar siswa. Motivasi belajar siswa sebagai faktor internal untuk mendukung keberhasilan siswa harus ditingkatkan melalui pendekatan secara profesional, personal dan sosial. Ini adalah tantangan bagi guru. Motivasi belajar seharusnya mendapat perhatian yang sama dengan kemampuan membaca.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah , kemampuan membaca buku, motivasi belajar dan kolaborasi keduanya mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial siswa kelas IV SD Negeri IV Sumberbendo Kecamatan Pucanglaban Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif dengan bentuk hubungan kasual. Adapun sasaran penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri IV Sumberbendo Kecamatan Pucanglaban Kabupaten Tulungagung yang berjumlah 30 siswa.
Untuk memperoleh data digunakan angket, kemampuan membaca buku dan persepsi siswa tentang motivasi belajar. Berdasarkan hasil analisa peneliti menyimpulkan bahwa hasilnya signifikan.

Download file lengkap di sini
Pasword silahkan request ke Admin melalui SMS. GRATIS

Tesis: Pengaruh Model Pembelajaran Make A-Match Dan Tingkat Pendapatan Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Siswa

A.     Latar Belakang Masalah
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (UU Pendidikan No 20 tahun 2003).
Kualitas pembelajaran harus ditingkatkan dalam rangka meningkatkan kualitas hasil pendidikan dan harus ditemukan strategi atau pendekatan pembelajaran yang efektif di kelas, yang lebih memberdayakan potensi siswa (Nurhadi,2004:2). Namun pada kenyataannya sekarang ini kualitas pembelajaran seperti yang diharapkan belum terwujud. Hampir semua guru yang menggunakan strategi pembelajaran tradisional sehingga kurang memberdayakan potensi siswa untuk lebih  aktif di kelas. Sedangkan dalam kurikulum 2004 menghendaki pembelajaran yang mengaarah pada kegiatan  yang mendorong siswa aktif, baik fisik, mental intelektual maupun sosial untuk memahami konsep pembelajaran.
Kondisi tersebut juga terjadi pada mata siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Tulungagung, dimana siswa merasa jenuh dengan metode pembelajaran yang diterapkan oleh guru mereka, khususnya mata pelajaran Ekonomi. Dalam hal ini peran guru sangatlah diperlukan untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan.
Untuk mewujudkan kondisi tersebut maka tidak terlepas dari pemilihan metode pembelajaran dimana metode yang akan dipilih mampu mengarahkan siswa untuk lebih diperhatikan dalam metode pembalajaran, yaitu : (1) tidak ada yang unggul untuk semua tujuan dan kondisi, (2) metode yang berbeda memberikan pengaruh yang berbeda dan konsisten terhadap hasil belajar, (3) kondisi pembelajaran yang berbeda berpengaruh secara konsisten terhadap hasil belajar (Ghazali,2004:4). Asumsi – asumsi yang digunakan sebagai landasan pengembangan konsep pemberdayaan belajar siswa adalah siswa makhluk yang bebas membentuk dirinya sendiri, yang bermartabat, mampu mengontrol dirinya sendiri, dan memiliki karakterisik yang khas (Degeng,2000:8).
Pembelajaran kooperatif merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang secara sadar dan sengaja mengembangkan interaksi yang silih asuh untuk menghindari ketersinggungan dan kesalahpahaman yang dapat menimbulkan permusuhan (Nurhadi,2004:61). Dalam pembelajaran koopratif siswa belajar bersama dalam kelompok kecil untuk mencapai keberhasilan belajar, selain itu siswa akan lebih mudah menemukan dan memahami konsep – konsep yang sulit apabila mereka dapat saling mendiskusikan masalah – masalah tersebut dengan temannya.
Rendahnya pencapaian nilai akhir siswa ini, menjadi indikasi bahwa pembelajaran yang dilakukan selama ini belum efektif. Nilai akhir dari evaluasi belajar belum mencakup penampilan dan partisipasi siswa dalam pembelajaran, hingga sulit untuk mengukur keterampilan siswa. Untuk memperbaiki hal tersebut perlu disusun suatu pendekatan dalam pembelajaran yang lebih komprehensip dan dapat mengaitkan materi teori dengan kenyataan yang ada di lingkungan sekitarnya. Atas dasar itulah peneliti mencoba mengembangkan pendekatan kooperatif dalam pembelajaran dengan metode make a match.
Selain lingkungan sekolah ada lingkungan yang lebih penting dalam menentukan perkembangan siswa, yaitu lingkungan keluarga. Pendidikan dalam keluarga merupakan dasar bagi pendidikan di sekolah maupun di masyarakat. Dan keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama dan utama. Keluarga merupakan kelompok sosial terkecil dalam masyarakat, tempat pertama kali proses sosialisasi dilakukan (Soekanto,1992).
Dalam keluarga, orang tua berkedudukan sebagai pendidik dan pengasuh yang mempunyai peranan penting dalam proses perkembangan anak. Dasar pola kepribadian individu terbentuk melalui pengalaman sosialnya dalam keluarga. Dalam keluarga, orang tua bertanggung jawab dalam pembinaan pendidikan anak, dan dalam keluarga pula sebagai wahana sosialisasi awal perkembangan agar mampu meletakkan landasan watak dan kepribadian. Dalam hal ini perlu keteladanan dan suasana yang membantu peletakan dasar ke arah perkembangan sikap, pengetahuan, dan daya cipta.
Penerapan bentuk pola pendidikan keluarga sangat berpengaruh terhadap perilaku anak, baik di rumah maupun di sekolah. Fungsi dan peranan keluarga ditata rapi diantara anggota-anggotanya yang pada dasarnya dianggap menduduki posisi penting dan strategis untuk menumbuh kembangkan lingkungan pendidikan anak yang multidimensional yang tidak saja mampu menciptakan dirinya sendiri sebagai anak yang baik, taat dan patuh di rumah, tetapi juga berprestasi serta menjadi panutan baik di sekolah maupun masyarakat. Jadi pola perilaku yang ditampakkan anak, sedikit banyak mencerminkan kehidupan  di dalam keluarganya.
Kondisi obyektif yang dikemukakan di atas menunjukkan bahwa penerapan bentuk pola pendidikan dalam keluarga mempunyai kaitan yang erat dengan kecenderungan perkembangan pengetahuan, sikap dan psikomotorik anak, sehingga perlu untuk dikaji dan dikembangkan serta dimantapkan dalam pembinaannya. Orang tua dituntut untuk lebih menyadari betapa besar peranannya sebagai penyedia segala kebutuhan, sebagai teladan, motivator dan pengarah bagi anak dengan menciptkan iklim kehidupan keluarga yang kondusif, harmonis dan berwawasan global.
Anak yang berasal dari keluarga yang harmonis dan mampu secara ekonomi akan terlihat memiliki kepribadian yang matang, stabil, dan kondisi kejiwaan yang mantap, ini terlihat dari kesanggupannya untuk menghadapi problem – problem yang terjadi, dan merasakan secara positif kebahagiaan dan kemampuan dirinya (Drajat, 1982).
Latar belakang pendidikan orang tua merupakan faktor yang esensial dalam membantu pertumbuhan dan perkembangan kemampuan anak, baik dari segi kognitif, afektif maupun psikomotorik karena dengan latar belakang pendidikan orang tua akan mewarnai bagaimana orang tua tersebut mengatur rumah tangga termasuk dalam membimbing putra -  putrinya.
Berdasarkan uraian di atas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MAKE A-MATCH DAN TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA” ( Studi Terhadap Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Tulungagung ).

Download Gratis file lengkap disini
Bagi yang menginkan paswordnya gratis silahkan hubungi Admin dengan kirim SMS (no HP. ada di complit profile). Semoga bermanfaat

Tesis: Pengaruh Pemanfaatan Perpustakaan dan Persepsi Metode Mengajar terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas V SDN 1 Gilang Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung

Kata Kunci : Pemanfaatan Perpustakaan, Metode Mengajar dan Prestasi Belajar.

Pembangunan sumber daya manusia dilakukan melalui proses pendidikan, mulai SD sampai Perguruan Tinggi. Dalam menyongsong keberhasilan otonomi daerah, diperlukan sumber daya manusia (tenaga) yang berkualitas. Untuk itu dilakukan pemanfaatan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam pembangunan nasional, yang merupakan usaha peningkatan kualitas sumber manusia dan masyarakat Indonesia. Permasalahan pendidikan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia antara lain adalah rendahnya mutu pendidikan pada setiap jenjang, terutama pendidikan dasar dan menengah. Oleh karena itu kemampuan guru dalam mendorong siswa untuk berprestasi adalah sangat penting. Begitu juga kemampuan membina siswa untuk memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar.
Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan sebagai berikut : (1) Untuk mengetahui apakah pemanfaatan perpustakaan terhadap prestasi belajar siswa Kelas V SDN 1 Gilang Ngunut, Kabupaten Tulungagung. (2) Untuk mengetahui pengaruh yang signifikan persepsi metode mengajar terhadap prestasi belajar siswa Kelas V SDN 1 Gilang Ngunut, Kabupaten Tulungagung. (3) Untuk mengetahui secara bersama-sama pengaruh yang signifikan pemanfaatan perpustakaan dan persepsi metode mengajar terhadap prestasi belajar siswa Kelas V SDN 1 Gilang Ngunut, Kabupaten Tulungagung.
Penelitian ini termasuk penelitian terapan, metode survey, tingkat eksplanasi asosiatif dengan  hubungan variable kausal, dan jenis data kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah siswa Kelas V SDN 1 Gilang Ngunut, Kabupaten Tulungagung, yang berjumlah 40 orang siswa. Melihat subyek penelitian berjumlah relative tidak terlalu banyak (40 orang), maka sample yang digunakan dalam penelitian ini adalah tehnik sampling jenuh, yaitu semua jumlah populasi dijadikan sample.
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah : (1) Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat dan dapat menyajikan temuan empirik tentang pemanfaatan  perpustakaan terhadap  prestasi belajar siswa Kelas V SDN 1 Gilang Ngunut, Kabupaten Tulungagung, (2) Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan informasi bagi lembaga pendidikan khususnya sekolah dasar agar dapat melakukan penyesuaian kebijakan, sehingga dapat meningkatkan mutu lulusannya, (3) Menambah referensi bagi peneliti lain dalam menganalisis lembaga pendidikan, khususnya dengan masalah tersebut untuk dikembangkan lebih lanjut.
Download file lengkap disini. Pasword silahkan minta ke admin gratis dengan kirim SMS

Pendidikan di Indonesia Antara Elitisme dan Populisme

Pidato Presiden KH. Abdurrahman Wahid di STAIN Malang
Dalam rangka peresmian Ma’had Sunan Ampel Al-‘Ali 17 April 2001
                 Saya kembali ke sini memang sarat dengan kenang-kenangan, karena saya pernah menjadi dosen disini, pada saat itu gandengan saya adalah pak Bukhori Sholeh (almarhum). Dan disini pada waktu itu saya mengajar kapita selekta, yang sekaligus mengajar di Sekolah Tinggi Ilmu Theologia Balawiyata milik gereja Kristen Jawi Wetan. Yang membawa saya kesini adalah pembicaraan saya dengan DR. Muslim Abdurrahman mengenai pentingnya pendidikan nasional merubah arah dan orientasi. Jadi kalau yang lain minta kepandaian, ketrampilan ataupun peralatannya, semua harus punya arah dan orientasi yang ditetapkan. Kalau ini keliru maka seterusnya akan keliru. Saya berpendapat bahwa pendidikan nasional kita selama ini terlalu mengikuti paham Positivisme di dalam pendidikan. Positivisme ini banyak aspek-aspek yang positif, tetapi juga ada kerugian-kerugian ketika kita menggunakan aliran positivisme, yang pada kenyataannya membuat perguruan tinggi kita terpisah dari masyarakat, dan ini diingatkan secara terbuka oleh Romo Mangunwijaya. Beliau selalu mengemukakan pentingnya orientasi yang benar dalam pendidikan kita. Kata-kata ini menjadi nyata bagi kita, betapa orang kalau sudah punya gelar Prof. DR. Seakan-akan mempunyai ketrampilan yang luar biasa ternyata pada kenyataannya tidak tidak seperti itu. Seperti yang dikatan oleh ketua STAIN tadi yaitu tidak punya daya tahan menggeluti perubahan-perubahan yang besar.
            Kalau kita cocokkan dengan kata dari Ronggowarsito, “iki jaman edan, sing ora edan ora kumanan, neng sak bejan-bejane wong edan sik bejo wong sing waspodo lan kelingan” dalam pendidikan yang punya aliran positivisme hal itu telah hilang, bahkan pengertian yang baik dan buruk itu hilang yang ada hanyalah keterampilan. Pada titik ini beliau mempunyai ukuran-ukuran yang yang jelas mana yang baik dan mana yang memang betul-betul salah, oleh karena itu di saat kita mencari yang tepat pada perguruan tinggi kita dalam rangka pendidikan nasional, maka kita harus menemukan ukuran-ukuran mana yang benar dan yang tidak benar. Ini yang menjadi penyebab mengapa orang-orang yang hebat dibidang ilmiah mau bekerja di bawah Hitler. Karena mereka hanya mengembangkan skill, tetapi tidak mengedepankan moralitas. Di Jerman pada waktu itu ada seorang ahli ekonomi yang punya keinginan membuat jalan tol karena dengan itu para pembuat jalan tol penghasilannya akan lebih besar. Mereka juga akan membutuhkan barang jadi oleh karena itu mereka disediakan manufacturing Industry, seperti kita kenal seperti Sepeda Motor BSA, Mobdanl Volk Wagen, ini adalah barang-barang yang dibuat oleh rakyat Jerman yang sudah terangkat penghasilannya karena program tersebut. Tetapi karena tidak adanya standar Moralitas, karena pada waktu itu Jerman punya motto, Jerman adalah diatas segala-galanya. Oleh karena itu kemudian bangsa Jerman menjajah negaralain yang berakhir pada perang Dunia ke-II.
            Begitu juga dengan Jepang pada sekitar tahun 30-an yang punya kebijakan Dumping(dumping policy) untuk menjaga penjualan keluar negeri, kemudian Jepang menjajah negara-negara tersebut yang pada akhirnya negara jajahan tersebut dijadikan tempat memasarkan barangnya. Seperti di negara kita ada Nisan, Toyota dan lain-lain. Apalagi banyak pabrik-pabrik yang dibuat oleh Jepang yang pada akhirnya diklaim oleh Jepang, sekaligus pabrik-pabrik penghasil polusi dipindahkan dari negara maju ke negara seperti Indonesia. Akhirnya rakyat kita menderita karena kesalahan-kesalahan Policy  yang akhirnya hutan-hutan kita gundul dan semakin menumpuknya hutang. Bagaimana kita akan membangun ekonomi secara besar-besaran apabila infrastruktur kita sangat tidak memadai dan sekarang ini kita mencoba untuk mengembangkannya. Bahkan kita jungkir balik untuk mengembalikan itu karena mulai dari dulu hutan digunduli, banyak dicuri, sedangkan gasnya banyak digelapkan. Bahkan di Indonesia Obeng sama  kunci Inggris saja harus impor dari luar negeri.

Unduh file selengkapnya disini
 
Copyright © Celotehan Warung Kopi