Home » All posts
Koleksi Foto Bung Karno Putra Sang Fajar Bag. III
Diposkan oleh
Unknown
di
Celotehan Warung Kopi, pada: 10/13/2012
Label:
Bung Karno,
Download
0
komentar
Diplomasi Pemilihan Pesawat Terbang ala Bung Karno
Akhir-akhir ini kita dengar tragedi para tekhnisi pesawat Sukhoi yang meninggal di Indonesia. Entah apa yang akan terjadi di balik peristiwa tersebut, sesak rasanya fikiran untuk mengkajinya. Dari pada berbicara masalah tragedi perakitan pesawat Sukhoi mungkin akan lebih segar rasanya kalau kita berbicara tentang pesawat terbang dan kaitannya dengan Pemimpin Besar Revolusi Bung Karno.
Tahun 60-an, saat usia kemerdekaan kita masih berbilang belasan tahun, Indonesia –dan Bung Karno– sudah menjadi bangsa dan negara yang dihargai oleh para pemimpin negara besar, utamanya penguasa Blok Kapitalis (Amerika Serikat) dan Blok Komunis (Rusia atau Uni Sovyet). Kedua negara adidaya yang terlibat perang dingin karena beda ideologi tadi, saling berebut pengaruh terhadap Indonesia.
Sikap Bung Karno? Sangat jelas, dia menyuarakan kepada dunia sebagai negara nonblok. Sekalipun begitu. bukan berarti Indonesia adalah negara yang istilah Bung Karno hanya “duduk thenguk-thenguk” tanpa berbuat apa-apa bagi peradaban dunia. Nonblok yang aktif. Karena itu pula, Bung Karno berhasil menggalang kekuatan-kekuatan baru yang ia wadahi dalam NEFO (New Emerging Forces), sebuah kekuatan baru, terdiri atas negara-negara yang baru merdeka, atau sedang berkembang.
Nah, ini cerita tentang pesawat terbang. Dalam berbagai lawatan ke luar negeri, pemerintah Indonesia menyewa pesawat komersil Pan America (PanAm), lengkap beserta kru untuk rombongan Presiden Sukarno. Ini sempat jadi masalah diplomatik, ketika Bung Karno hendak berkunjung ke Rusia, memenuhi undangan Kamerad Nikita Kruschev. Sebab waktu itu, tidak ada satu pun perusahaan penerbangan Amerika Serikat yang mempunyai hubungan tetap dengan Moskow.
Rusia terang-terangan keberatan bila Bung Karno datang menggunakan PanAm dan mendarat di Moskow. Karena itu, pihak pemerintah Rusia mengajukan usul, akan menjemput Bung Karno di Jakarta menggunakan pesawat Rusia yang lebih besar, lebih perkasa, Ilyushin L.111. Sudah watak Bung Karno untuk tidak mau didikte oleh pemimpin negara mana pun. Termasuk dalam urusan pesawat jenis apa yang hendak ia gunakan. Karenanya, atas usulan Rusia tadi, Bung Karno menolak. Bahkan jika kedatangannya menggunakan PanAm ditolak, ia dengan senang hati akan membatalkan kunjungan ke Rusia.
Pemerintah Rusia pun mengalah. Ya… mengalah kepada Sukarno, presiden dari sebuah negara yang belum lama berstatus sebagai negara merdeka, lepas dari pendudukan Belanda dan Jepang. Akan tetapi, tampaknya Rusia tidak mau kehilangan muka sama sekali, dengan mendaratnya sebuah pesawat Amerika –musuhnya– di tanah Moskow. Alhasil, ketika pesawat PanAm jenis DC-8 mendarat di bandar udara Moskow, petugas traffic bandara langsung mengarahkan pesawat yang ditumpangi Sukarno dan rombongan parkir tepat di antara dua pesawat terbang “raksasa” buatan Rusia, jenis Ilyushin seri L.111. Seketika, tampak benar betapa kecilnya pesawat Amerika itu bila dibanding dengan pesawat jet raksasa buatan Rusia.
Belum cukup dengan aksi “unjuk gigi” tadi, Kruschev yang menjemput Bung Karno di lapangan terbang, masih pula menambahkan, “Hai, Bung Karno! Itukah pesawat kapitalis yang engkau senangi? Lihatlah, tidakkah pesawat-pesawatku lebih perkasa?” Mendengar ucapan itu, Bung Karno hanya tersenyum lebar dan menjawab, “Kamerad Kruschev, memang benar pesawatmu kelihatan jauh lebih besar dan gagah, tetapi saya merasa lebih comfortable dalam pesawat PanAm yang lebih kecil itu.”
Satu hal yang dapat kita petik dari tulisan ini adalah: Betapa kokohnya Presiden Soekarno dalam mempertahankan prinsip dan sangat antinya Pemimpin Besar Revolusi ini untuk diatur bangsa lain, jangankan politik atau batas wilayah Negara, masalah pesawat terbangpun Presiden Soekarno tidak mau dicampuri. Pertanyaan besar yang ada sekarang adalah: “Mampukah Presiden pasca Soekarno memiliki keteguhan prinsip seperti Soekarno.” Saya yakin anda para pembaca lebih tahu jawabannya.
Sumber: id.shvoong.com
Koleksi Foto Bung Karno Putra Sang Fajar Bag. II
Diposkan oleh
Unknown
di
Celotehan Warung Kopi, pada: 10/11/2012
Label:
Bung Karno,
Download
0
komentar
Merdeka...!!!
Melanjutkan posting yang kemarin koleksi foto bung Karno putra sang fajar bag. I yang berisi koleksi foto Bung Karno bersama keluarganya, sekarang akan aku share koleksi foto Bung Karno bersama Rakyatnya. Oke langsung saja inilah dia koleksinya...
Melanjutkan posting yang kemarin koleksi foto bung Karno putra sang fajar bag. I yang berisi koleksi foto Bung Karno bersama keluarganya, sekarang akan aku share koleksi foto Bung Karno bersama Rakyatnya. Oke langsung saja inilah dia koleksinya...
Dari foto-foto di atas kita bisa melihat, betapa Bung Karno begitu dicintai oleh rakyatnya, begitu dekat dengan rakyatnya, sehingga rakyat yang berdiri di depan beliau hanya untuk berjabatan tangan dengan beliau dibiarkan saja tanpa dihalang-halangi oleh PasPamPres, mungkinkah hal seperti ini dilakukan oleh Presiden kita selanjutnya?
Untuk koleksi foto yang lain, silahkan download di sini.
Merdeka...!!!
Misteri Keberadaan Anak Indigo Sebagai Anak Ajaib
Anak indigo atau anak nila (bahasa Inggris: Indigo children) adalah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan anak yang diyakini memiliki kemampuan atau sifat yang spesial, tidak biasa, dan bahkan supranatural. Konsep ini merupakan ilmu semu yang didasarkan dari gagasan Zaman Baru pada tahun 1970-an. Konsep ini mulai terkenal setelah diterbitkannya beberapa buku pada akhir tahun 1990-an dan dirilisnya beberapa film satu dasawarsa kemudian. Interpretasi mengenai indigo ada bermacam-macam: dari yang meyakini bahwa mereka adalah tahap evolusi manusia selanjutnya (yang bahkan mempunyai kemampuan paranormal seperti telepati) hingga yang menyebut anak indigo sebagai orang yang lebih empatik dan kreatif.
Meskipun tidak ada satu bukti penelitian pun yang membuktikan keberadaan anak indigo atau sifat mereka, fenomena ini menarik perhatian orang tua yang anaknya didiagnosis mengalami kesulitan belajar atau yang ingin anaknya spesial. Kaum skeptik memandangnya sebagai cara orang tua menghindari penanganan pediatrik atau diagnosis psikiatrik yang tepat. Daftar sifat yang dimiliki anak indigo juga dikritik karena terlalu umum sehingga dapat diterapkan untuk hampir semua orang (efek Forer). Fenomena indigo dituduh pula sebagai alat untuk menambang uang dari orang tua yang mudah ditipu.
Asal usul
Konsep anak indigo pertama kali dikemukakan oleh cenayang Nancy Ann Tappe pada tahun 1970-an. Pada tahun 1982, Tappe menerbitkan buku Understanding Your Life Through Color (Memahami Hidup Anda Melalui Warna) yang menjelaskan bahwa semenjak pertengahan tahun 1960-an, ia mulai menyadari bahwa ada banyak anak yang lahir dengan aura "indigo" (dalam publikasi lain Tappe juga mengatakan bahwa warna indigo atau nila berasal dari "warna kehidupan" anak yang ia dapatkan melalui sinestesia). Gagasan ini kemudian dipopulerkan oleh buku yang berjudul The Indigo Children: The New Kids Have Arrived (Anak Indigo: Anak-anak Baru Telah Tiba) pada tahun 1998. Buku ini ditulis oleh Lee Carroll dan Jan Tober. Pada tahun 2002, konferensi internasional untuk anak indigo yang dihadiri oleh kurang lebih 600 orang diadakan di Hawaii. Konferensi pada tahun-tahun berikutnya diadakan di Florida dan Oregon. Beberapa film bertajuk indigo juga telah dibuat, seperti Indigo pada tahun 2003 yang disutradarai oleh James Twyman. Film mengenai indigo juga dirilis di Rusia pada tahun 2008.
Dalam sebuah artikel di Nova Religio pada tahun 2009, Sarah W. Whedon pada tahun 2009 mengusulkan bahwa konstruksi sosial anak indigo merupakan tanggapan terhadap "krisis anak-anak Amerika" yang tampak dalam bentuk peningkatan kekerasan anak-anak dan diagnosis attention deficit disorder dan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). Whedon meyakini bahwa orang tua melabeli anak mereka sebagai "indigo" sebagai penjelasan alternatif bagi ADD dan ADHD anak mereka.
Karakteristik
Beberapa ciri anak indigo adalah:
- Empatik, penuh rasa ingin tahu, berkeinginan kuat, independen, dan sering dianggap aneh oleh teman dan keluarga
- Mengenal dirinya dan memiliki tujuan yang jelas
- Memiliki spiritualitas di bawah sadar yang kuat semenjak kecil
- Meyakini bahwa dirinya layak untuk berada di dunia.
Beberapa ciri lain adalah:
- Memiliki IQ yang tinggi, mempunyai kemampuan intuitif, dan
- Sering menolak mengikuti aturan atau petunjuk.
Menurut Tober dan Carroll, anak indigo mungkin tidak memiliki performa yang baik di sekolah karena menolak mengikuti aturan, lebih pintar (atau lebih matang secara spiritual) dari guru mereka, dan kurang tanggap terhadap disiplin yang didasarkan kepada rasa bersalah, takut atau manipulasi.
Hubungan dengan attention-deficit hyperactivity disorder
Banyak anak yang dilabeli indigo didiagnosis mengidap attention-deficit hyperactivity disorder (ADHD), dan buku Tober dan Carroll yang berjudul The Indigo Children sendiri menghubungkan konsep indigo dengan diagnosis ADHD. Robert Todd Carroll menyatakan bahwa pelabelan anak-anak sebagai indigo merupakan alternatif dari diagnosis yang seolah menunjukkan ketidaksempurnaan, kecacatan atau penyakit kejiwaan. Setelah menghubungkan konsep anak indigo dengan ketakutan terhadap penggunaan Ritalin untuk mengontrol ADHD, Carroll berpendapat bahwa ketakutan akan penggunaan Ritalin telah memperkeruh suasana, dan berdasarkan pilihan yang ada, tentu adalah sesuatu yang masuk akal apabila orang tua lebih memilih meyakini bahwa anak mereka itu spesial dan terpilih untuk misi yang penting daripada menerima kenyataan bahwa anak mereka mengidap penyakit kejiwaan.
Stephen Hinshaw, profesor psikologi di Universitas California, Berkeley, menyatakan bahwa ketakutan akan kelebihan pengobatan terhadap anak itu masuk akal, namun anak berbakat yang didiagnosis ADHD dapat belajar lebih baik dengan lebih banyak struktur, bahkan jika struktur tersebut awalnya mengakibatkan kesulitan. Banyak anak yang dilabeli inidgo telah dimasukkan ke sekolah rumah.
Kritik
Menurut psikolog Russell Barkley, pergerakan Zaman Baru belum menghasilkan satu bukti pun mengenai keberadaan anak indigo, dan 17 sifat yang dikaitkan dengan anak indigo itu merupakan efek Forer (atau dalam kata lain, terlalu umum sehingga dapat dikaitkan dengan hampir semua orang). Konsep indigo dikritik terdiri dari sifat-sifat yang terlalu umum, dan juga dianggap sebagai diagnosis palsu yang sama sekali tidak didukung oleh sains. Kurangnya dasar ilmiah untuk konsep indigo diakui oleh beberapa tokoh pendukung indigo seperti Doreen Virtue, pengarang buku The Care and Feeding of Indigos, dan James Twyman, orang yang membuat dua film mengenai indigo.
Ahli kesehatan kejiwaan juga khawatir karena pelabelan indigo dapat menghambat diagnosis dan penanganan yang tepat yang dapat membantu sang anak. Ahli lain juga menyatakan bahwa sifat-sifat anak indigo dapat diinterpretasikan sebagai pembangkangan dan kewaspadaan belaka.
Nick Colangelo, profesor di Universitas Iowa, menyatakan bahwa buku indigo pertama seharusnya tidak diterbitkan, dan bahwa "...pergerakan anak indigo itu bukan mengenai anak-anak, dan juga bukan mengenai warna indigo, tapi mengenai orang dewasa yang menyebut diri mereka sebagai ahli dan mengeruk uang dari buku, presentasi dan video."
Komersialisasi
Di artikelnya yang berjudul "Indigo: The Color of Money" (Indigo: Warna Uang), Lorie Anderson menuduh bahwa Twyman dan organisasinya adalah "penipu Zaman Baru yang mencari keuntungan." Menurutnya, kepercayaan akan anak indigo dapat menghasilkan banyak uang dari penjualan buku, video, sesi bimbingan untuk anak-anak, serta sumbangan. Saat ini ada berbagai macam buku, film, kemah musim panas, dan konferensi yang ditargetkan untuk orang tua yang meyakini bahwa anak mereka adalah seorang indigo.
Sumber: Wikipedia bahasa Indonesia
Koleksi Foto Bung Karno Putra Sang Fajar bag. I
Diposkan oleh
Unknown
di
Celotehan Warung Kopi, pada: 10/10/2012
Label:
Bung Karno,
Download
0
komentar
Merdeka...!!!
Sebagai warga negara Indonesia, siapa sih yang tek mengenal nama Proklamator Indonesia yang satu ini.?Sosok beliau yang penuh kharisma, gaya kepemimpinan beliau yang saya rasa sangat patut untuk dicontoh oleh para Presiden selanjutnya. Indonesia mempunyai pendirian yang teguh dan prinsip yang kuat dalam menjalankan pemerintahan dan juga politiknya pada saat beliau memimpin. Idealisme Marhaenisme beliau yang begitu terkenal hingga seluruh penjuru dunia, sehingga Indonesia sangat-sangat diperhitungkan dan tidak hanya dipandang sebelah mata oleh negara lain baik oleh blok barat (Amerika dan sekutunya) maupun oleh blok timur (Uni Soviet dan seluruh sekutunya) pada waktu kepemimpinan beliau. Seorang pemimpin yang sangat mencintai bangsa dan negaranya dan selalu memperhatikan rakyatnya, sehingga kata beliau yng kurang lebih begini, "aku cinta keluargaku, tapi aku lebih cinta negara dan rakyatku". Kita patut bangga pernah memiliki sosok pemimpin seperti beliau.
Sebagai warga negara Indonesia, siapa sih yang tek mengenal nama Proklamator Indonesia yang satu ini.?Sosok beliau yang penuh kharisma, gaya kepemimpinan beliau yang saya rasa sangat patut untuk dicontoh oleh para Presiden selanjutnya. Indonesia mempunyai pendirian yang teguh dan prinsip yang kuat dalam menjalankan pemerintahan dan juga politiknya pada saat beliau memimpin. Idealisme Marhaenisme beliau yang begitu terkenal hingga seluruh penjuru dunia, sehingga Indonesia sangat-sangat diperhitungkan dan tidak hanya dipandang sebelah mata oleh negara lain baik oleh blok barat (Amerika dan sekutunya) maupun oleh blok timur (Uni Soviet dan seluruh sekutunya) pada waktu kepemimpinan beliau. Seorang pemimpin yang sangat mencintai bangsa dan negaranya dan selalu memperhatikan rakyatnya, sehingga kata beliau yng kurang lebih begini, "aku cinta keluargaku, tapi aku lebih cinta negara dan rakyatku". Kita patut bangga pernah memiliki sosok pemimpin seperti beliau.
Baiklah, tanpa perlu bicara panjang lebar mengenai sosok beliau yang saya yakin semua warga Indonesia sedikit banyak sudah pasti mengetahuinya. Inilah dia koleksi foto Bung Karno Putra Sang Fajar bersama keluarganya.
Biar tidak terlalu panjang halaman postingnya, untuk koleksi yang lainnya, silahkan download di sini. Koleksi foto ini saya peroleh dari detik forum. Semoga posting kali ini bermanfaat dan bisa menjadi inspirasi generasi bangsa Indonesi dan pemimpin kita selanjutnya. Amin...
Merdeka...!!!
Merdeka...!!!
Ringakasan Buku "Materi dan Pembelajaran Bahasa Indonesia SD" bab 2
KEGIATAN BELAJAR 2
STRATEGI PEMBELAJARAN BAHASA
A.
PENGERTIAN STRATEGI PEMBELAJARAN BAHASA
Strategi bermakna rencana yang
cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus. Di dalam proses
pembelajaran guru harus memiliki strategi agar siswa dapat mencapai tujuan
pembelajaran dengan baik. Salah satu unsur dalam strategi pembelajaran adalah
menguasai teknik-teknik penyajian atau metode mengajar. Beberapa ciri metode
belajar yang baik, yaitu:
1. mengundang rasa ingin tau murid;
2. menantang murid untuk belajar;
3. mengaktifkan mental, fisik dan psikis
murid;
4. memudahkan guru;
5. mengembangkan kreatifitas murid; dan
6. mengembangkan pemahaman murid terhadap
materi yang dipelajari.
Beberapa metode yang perlu
dikuasai guru dalam mengatur strategi pembelajaran bahasa, yaitu:
- diskusi;
- inkuiri;
- sosiodrama
atau bermain peran;
- tanya jawab;
- penugasan;
- latihan;
- bercerita;
- pemecahan
masalah;
- karya
wisata.
B.
CONTOH PENERAPAN TEKNIK PENYAJIAN DALAM
STRATEGI PEMBELAJARAN BAHASA
- Teknik Diskusi
Tujuan penggunaan teknik
diskusi agar siswa dapat:
a. mengembangkan pengetahuannya untuk
mengatasi masalah;
b. menyampikan pendapatnya dengan bahasa yang
baik dan benar;
c. menghargai pendapat orang lain;
d. berpikir kreatif dan kritis.
Dalam teknik diskusi siswa
dilatih untuk:
a. merumuskan masalah;
b. menetapkan tema pembicaraan;
c. menyampaikan pendapat dengan bertanggung jawab;
d. menghargai pendapat orang lain;
e. menarik kesimpulan;
f.
menyusun
laporan diskusi.
- Inkuiri
Inkuiri adalah suatu cara yang
digunakan guru untuk mengajar di depan kelas yang dapat dilakukan dengan cara
murid-murid diberi kesempatan untuk meneliti suatu masalah sehingga ia dapat
menemukan cara penyelesaiannya.
Tujuan teknik inkuiri
a. Membentuk dan mengembangkan rasa percaya
diri
b. Mendorong siswa untuk berpikir dan bekerja
atas inisiatifnya sendiri
c. Mengembangkan bakat dan kecakapan individu
d. Memberi siswa kesempatan untuk belajar
sendiri
e. Mendorong murid untuk memperoleh informasi
Dengan teknik inkuiri ini
siswa dilatih untuk:
a. menyusun rencana kegiatan;
b. menentukan sasaran kegiatan;
c. menentukan target kegiatan;
d. berkomunikasi dengan orang lain;
e. mencari sumber informasi.
- Sosiodrama dan Bermain Peran
Teknik sosiodrama ialah
mendramatisasikan dan mengekspresikan tingkah laku, ungkapan, gerak-gerik
seseorang dalam hubungan sosial antarmanusia.
Tujuan teknik sosiodrama dan
bermain peran adalah agar siswa dapat:
a. memahami perasaan orang lain;
b. menempatkan diri dalam situasi orang lain;
c. mengerti dan menghargai perbedaan
pendapat.
Dalam sosiodrama dapat
mengembangkan kemampuan siswa dalam berlatih:
a. menjiwai peran yang dimainkan;
b. mengemukakan pendapat;
c. memecahkan masalah bersama;
d. menarik kesimpulan dari sebuah peristiwa;
dan
e. bersosialisasi dengan lingkungan.
- Teknik Tanya Jawab
Tanya jawab adalah suatu
teknik untuk memberi motifasi para murid agar timbul keberaniannya untuk
bertanya atau menjawab pertanyaan guru selama proses pembelajaran berlangsung.
Tujuannya adalah sebagai
berikut ini
a. Siswa dapat mengerti dan mengingat kembali
materi yang dipelajari, didengar atau dibaca.
b. Siswa dapat berpikir secara kronologis
atau runut.
c. Siswa dapat mengetahui taraf pengetahuan
dan pemahamannya.
d. Siswa dapat memahami bacaan.
Dalam tanya jawab siswa
berlatih:
a. merumuskan pertanyaan;
b. menyebutkan fakta;
c. menyampaikan opini atau tanggapan;
d. mengungkapkan kembali uraian secara runut;
e. menggunakan kata tanya;
f. bersikap kritis.
Ringakasan Buku "Materi dan Pembelajaran Bahasa Indonesia SD" bab 1
KEGIATAN BELAJAR 1
HAKIKAT BAHASA DAN BELAJAR BAHASA
A.
HAKIKAT BAHASA
1.
Pengertian Bahasa
Bahasa yang dalam bahasa
Inggris-nya disebut language berasal
dari bahasa Latin yang berarti “Lidah”. Bahasa merupakan alat komunikasi yang
mangandung beberapa sifat yakni, sistematik,
mana suka, ujar, manusiawi dan komunikatif. Disebut sistematik karena
bahasa diatur oleh sistem. Setiap bahasa mangandung dua sistem, yaitu sistem
bunyi dan sistem makna.
2.
Bentuk dan Makna
Bahasa yang digunakan sebagai
alat komunikasi antaranggota masyarakat terbagi atas dua unsur utama, yakni bentuk (arus ujaran) dan makna (isi).
Bentuk merupakan bagian yang dapat diserap oleh unsur panca indera (mendengar
atau membaca). Bagian ini terdiri 2 unsur, yaitu unsur segmental dan unsur suprasegmental. Makna adalah isi yang
terkandung dalam bentuk-bentuk di atas.
3.
Fungsi Bahasa
Bahasa sebagai alat komunikasi
memiliki fungsi sebagai berikut.
a. Fungsi
informasi, yaitu untuk
menyampaikan informasi timbal balik antaranggota keluarga ataupun
anggota-anggota masyarakat.
b. Fungsi
iekspresi diri, yaitu
untuk menyalurkan perasaan, sikap, gagasan, emosi atau tekanan-tekanan perasaan
pembicara.
c. Fungsi
adaptasi dan integrasi,
yaitu untuk menyesuaikan dan membaurkan diri dengan anggota masyarakat.
d. Fungsi
kontrol sosial. Bahasa
berfungsi untuk mempengaruhi sikap, dan pendapat orang lain.
Fungsi Khusus Bahasa Indonesia
- alat
untuk menjalankan administrasi negara.
- alat
pemersatu berbagai suku yang memiliki latar belakang budaya dan bahasa
yang berbeda-beda;
- wadah
penampung kebudayaan.
4.
Ragam Bahasa
Ragam bahasa dapat
diklasifikasikan berdasarkan bidang wacana. Dengan dasar ini ragam bahasa dapat
dibedakan atas (a) ragam ilmiah,
yaitu bahasa yang digunakan dalam kegiatan ilmiah, ceramah, tulisan-tulisan
ilmiah; (b) ragam populer, yaitu
bahasa yang digunakan dalam pergaulan sehari-hari dan dalam tulisan populer.
Ragam bahasa dapat digolongkan menurut
sarana dibagi atas ragam lisan dan
ragam tulisan. Ragam bahasa dari
sudut pendidikan dapat dibagi atas bahasa baku dan bahasa tidak baku.
B.
BELAJAR BAHASA
Belajar merupakan perubahan
perilaku manusia atau perubahan kapabilitas yang relatif permanen sebagai hasil
pengalaman. Faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar adalah berbagai
kondisi yang berkaitan dengan proses belajar yakni kondisi eksternal dan
kondisi internal.
Jenis keterampilan dan
perilaku dalam proses belajar bahasa.
Keterampilan yang paling
sederhana adalah keterampilan mekanis
berupa hafalan atau ingatan. Keterampilan tahap berikutnya adalah pengetahuan
berupa demonstrasi pengetahuan tentang fakta kaidah tentang bahasa yang
dipelajari. Tahap ketiga adalah keterampilan
transfer. Tahap keempat adalah komunikasi.
Tahap kelima adalah kritik.
Pengaruh Penggunaan Pembelajaran Dalam Proses Penyampaian Pendidikan Islam Terhadap Motivasi Belajar Siswa Di Smp Kartika V-9 Malang
Dalam menyampaikan pesan pendidikan agama diperlukan media pembelajaran. Media pendidikan agama adalah sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan pendidikan agama dari pengirim pesan dalam hal ini adalah seorang guru kepada siswanya, agar dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, minat serta motivasi belajar siswa sehingga terlaksananya proses belajar mengajar khususnya pendidikan agama. Bertolak dari latar belakang tersebut penulis bermaksud mengadakan penelitian pengaruh penggunaan media pembelajaran dalam proses penyampaian pendidikan agama Islam di SMP Kartika V-9 Malang dengan rumusan masalah : Apa saja jenis media pembelajaran yang digunakan oleh SMP Kartika V-9 Malang, adakah kriteria penggunaan media pembelajaran di SMP Kartika V-9 Malang, bagaimana pengaruh media pembelajaran terhadap motivasi belajar pendidikan agama Islam di SMP Kartika V-9 Malang.
Dan tujuan yang ingin dicapai dalam pembahasan atau penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis media pembelajaran yang telah digunakan oleh SMP Kartika V-9 Malang, mengetahui secara jelas kriteria penggunaan media pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran, mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran terhadap motivasi belajar pendidikan Agama Islam.
Dengan menggunakan rumus Chi Kwadrat menunjukkan bahwa pengaruh panggunaan media pembelajaran pendidikan Islam terhadap motivasi belajar siswa di SMP Kartika V-9 Malang adalah penolakan terhadap hipotesis (Ho), yakni tidak adanya pengaruh penggunaan media pembelajaran dalam proses penyampaian pendidikan Islam terhadap motivasi belajar siswa sedangkan Ha diterima karena dalam penelitian ini terbukti bahwa adanya pengaruh penggunaan media pembelajaran dalam proses penyampaian pendidikan Islam terhadap motivasi belajar siswa di SMP Kartika V-9 Malang. Dan juga menunjukkan bahwa tingkat pengaruh penggunaan media pembelajaran pendidikan agama terhadap motivasi belajar di SMP Kartika V-9 Malang masuk dalam kategori (cukup) sesuai dengan nilai intepretasi artinya pengaruhnya cukup besar.
Download File disini
Dinamika Morfologi
Wilayah Indonesia merupakan wilayah yang beranekaragam dalam kondisi morfologi. Terdapat wilayah yang sangat tinggi dan ada juga wilayah yang sangat dalam. Di daratan juga terdapat banyak variasi morfologi. Banyak gunung-gunung yang tinngi dan juga lembah-lembah yang dalam. Salah satu media yang menyebabkan banyaknya variasi morfologi adalah sungai. Sungai dapat menjadikan berbagai bentuk muka bumi seperti delta sungai, bantaran sungai, dan lembah sungai.
Salah satu pulau di Indonesia yang terkenal dengan sungai yang besar dan panjang adalah Pulau Kalimantan. Di Pulau kalimantan ada tiga sungai besar yaitu Sungai Barito, Sungai Mahakam, dan Sungai Kapuas. Sungai-sungai tersebut disamping panjang juga sangat lebar lebar, sehingga banyak digunakan oleh penduduk sekitar untuk berbagai kepentingan, seperti jalur transportasi. Disamping itu sungai tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk usaha pertanian dengan memanfaatkan pasang dan surutnya air sungai. Pada awalnya reklamasi rawa pasang surut diprioritaskan untuk pembukaaan lahan persawaan secara besar-besaran, tetapi akhirnya pemanfaatan untuk navigasi juga menjadi menonjol, sehingga konstruksi kanal primer dan skunder dibuat lebar, dalam dan panjang yang bertujuan untuk menurunkan tinggi genangan dan mengalirkan air pasang dan air surut dari sungai ke areal persawahan (Notohadiprojo, 1986).
Download file disini
Download file disini
Nilai-nilai Ajaran Islam Dalam Paket Wayang Syadat
Saiful Ansori, 2005 Skripsi, Judul: Nilai-nilai Ajaran Islam Dalam Paket Wayang Syadat (Studi Kasus Transformasi Nilai-nilai Ajaran Islam Melalui Pertunjukan Wayang Syadat Di Dusun Gentong Singosari Malang)
Pembimbing : Drs. Muhammad Djakfar, SH. M.Ag
Kata Kunci : Nilai-nilai ajaran Islam, transformasi, pertunjukan wayang syadat
Islam adalah agama rahmatallil ‘alamiin (rahmat bagi alam semesta) sudah barang tentu kita sebagai orang muslim wajib untuk menjadikan Islam sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, karena terkadang kebiasaan ataupun norma-norma yang terben tuk dalam masyarakat tidak sesuai dengan ajaran Islam yang sudah kita yakini kebenarannya. Untuk itu dirasa perlu adanya pelurusan pelurusan yang mengkiblat pada ajaran Islam, yang memang itu merupakan suatu hal yang mutlak dilakukan sebagai seorang muslim, yang tentunya hal itu tidak terlepas dari penterjemahan penterjemahan sebagai bentuk dari penggalian nilai-nilai ajaran Islam dalam memahaminya. Selebihnya bertolak pada hal tersebut perlu adanya metode-metode yang sesuai sebagai pendekatan yang digunakan dalam memahamkan nilai-nilai ajaran Islam kepada masyarakat.
Dalam penelitian ini peneliti ingin mengetahui tujuan pembentukan wayang syadat yang ada di dusun Gentong sebagai media pendekatan untuk mensosialisasikan ajaran Islam dan keefektifan wayang syadat dalam mentransformasikan ajaran-ajaran Islam kepada masyarakat dusun Gentong. Penelitian ini dilakukan di dusun Gentong-Purwoasri Kecamatan Singosari Kabupaten Malang.
Dalam mengumpulkan data ini peneliti menggunakan metode observasi, Interview, documenter, angket, dan analisa data dengan prosentase. Populasi yang diambil dalam peneletian adalah seluruh masyarakat dusun Gentong sebanyak 200 orang, sedangkan peneliti hanya mengambil 40 orang (20 %) untuk dijadikan sampel yang terdiri dari tokoh masyarakat, perangkat dusun, orang tua dan pemuda.
Dari hasil penelitian ini dapat diperoleh data bahwa tujuan pembentukan wayang Syadat adalah untuk mensosialisasikan ajaran Islam dan mengenai transformasi nilai-nilai ajaran Islam melalui pertunjukan wayang Syadat boleh dikatan sangat efektif. Karena metode pendekatan ini sangat sesuai dengan latar belakang masyarakat dusun Gentong yang sebagian besar sangat menyukai seni yang berbau gamelan.Download file disini
Subscribe to:
Comments (Atom)
















