Akar Pemikiran Teologis Aswaja

Iklan

Judul                : Al-Ushul al-Fikriyyah li Mazhab Ahl as-Sunnah
Penulis              : DR. Abdul Lathif Muhammad al ‘Abd
Penerbit            : Dar an-Nahdhah al-‘Arabyiyah (tt.)
Tebal                : 161 halaman
Peresensi          : M. Zainuddin
__________________________________________________________________________
           
            Kitab yang berjudul Al-Ushul al-Fikriyyah li Mazhab Ahl as-Sunnah ini berisi ushul (pokok bahasan penting) tentang pemikiran dasar Ahl as-Sunnah wa ‘l-Jama’ah (selanjutnya disingkat ASWAJA).
            Ada dua pembahasan penting dalam karya ini: pertama tentang prinsip-prinsip ajaran ASWAJA; dan yang kedua tentang sikap ASWAJA terhadap sebagian mutakallimin yang dianggap memiliki pemikiran menyimpang.
            Menurut penulis kitab ini, golongan ASWAJA adalah golongan yang meyakini keesaan Allah dan menyepakati prinsip-prinsip kebenaran agama yag bersumber dari Al-Qur’an dan Al-Hadits yang terdiri dari para fuqaha’, qurra’ ahli Hadis dan para mutakallimin (h. 22-24).
           Mengutip pendapat Al-Baghdadi dalam karyanya, Al-Farq Bain al-Firaq, penulis kitab ini menyebutkan 8 (delapan) kriteria yang dianggap sebagai kelompok ASWAJA, antara lain: 1.Kelompok yang menguasai persoalan-persoalan teologi, imamah, ijtihad dan sebagainya, kelompok yang meyakini sifat-sifat Tuhan, bukan kelompok Ahl al-bid’ah seperti Rafidhah, Khawarij, Jahmiyah dan semua aliran sesat lainnya; 2. Para imam fiqh dari kelompok Ahl ar-Ra’y dan Ahl al-Hadits yang mempercayai sifat-sifat Allah yang azali, bukan kelompok Qadariyah dan Mu’tazilah; 3. Kelompok yang memakai sumber akhbar dan sunnah ma’tsurah dari nabi yang memahami persoalan-persoalan al-Jarh wa at Ta’dil.
            Meski sebuah karya ringkasan --sebagaimana penuturan penulisnya--  kitab ini ternyata berisi berbagai persoalan: mulai dari persoalan teologi sampai pesoalan ijtihad.
            Pandangan ASWAJA yang elementer adalah soal sifat Tuhan. Menurut ASWAJA, Tuhan memiliki sifat-sifat azali dan abadi, seperti al-hayah, al-ilm, al-qudrah, al-iradah, as-sam’u, al-bashr, dan al-kalam. ASWAJA menolak pendapat kaum Rafidhah yang berpendapat bahwa sifat-sifat Tuhan adalah baru. Demikian juga menolak pendapat Mu’tazilah yang menafikan sifat-sifat Tuhan. .Menurut ASWAJA, sifat hidup (al-hayah) Tuhan berbeda dengan hidup manusia atau makhluk lain. Hidup Tuhan adalah tanpa ruh, karena ruh adalah makhluk. Dan hidup (al-hayah) bagi makhluk adalah hidup seperti layaknya manusia, binatang dan tumbuh-tumbuhan yang berkembang biak (h. 45-46). Oleh sebab itu ASWAJA menolak anggapan kaum Kristiani tentang qadimnya (Tuhan) anak dan ruh Qudus di sisi Tuhan (Allah).

Download file disini

Terimakasih Atas Kunjungan Anda

Judul: Akar Pemikiran Teologis Aswaja
Ditulis oleh Abid Muhammad Nur
Rating Blog 5 dari 5
Item Reviewed: Akar Pemikiran Teologis Aswaja
Semoga artikel Akar Pemikiran Teologis Aswaja ini bermanfaat bagi saudara. Silahkan membaca artikel kami yang lain.
Ping your blog, website, or RSS feed for Free

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan berkomentar yang baik, jangan spam/ SARA
Boleh masang link asal jangan LiveLink, karena pasti saya hapus... THANKS

 
Copyright © Celotehan Warung Kopi