Islam dan Pendidikan Keluarga

Oleh : Dra. Hj. Zuhairini
Pendahuluan
           Salah satu hasil dari pembangunan nasional kita khususnya dalam bidang pendidikan, adalah dengan ditetapkannya Undang-Undang Pendidikan yang baru pada tahun 1989, yang disebut dengan : Undang-Undang Republik Indonesia no. 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan nasional.
            Dalam undang-undang pendidikan tersebut telah dirumuskan tujuan pendidikan Nasional dalam Bab II Pasal 4 yang berbunyi :
“Pendidikan Nasional bertujuan untuk mencerdaskan khidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan ketrampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian mantap dan mandiri, serta tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan”
            Kalau kita kaji secara mendalam, maka kita akan melihat bahwa rumusan tujuan pendidikan nasional tersebut sebenarnya ada relevansinya dengan tujuan pendidikan Islam, karena didalamnya terdapat point-point yang sama, yaitu :
  1. Membentuk manusia yang beriman dan bertaqwa kepa Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Berbudi pekerti luhur dan berkepribadian.
  3. Berdisiplin dan bertanggung jawab.
  4. Berilmu penget ahuan dan memiliki ketrampilan.
  5. Sehat jasmani dan rohani.
            Kelima tujuan butir pendidikan nasional tersebut pada dasarnya juga merupakan tujuan yang ingin dicapai oleh pendidikan Islam. Ini mengandung makna, bahwa kalau kita melaksanakan pendidikan Islam, maka sekaligus kita juga melaksanakan pendidikan nasional. Agar supaya tujuan pendidikan tersebut dapat tercapai maka perlu adanya upaya usah secara kontinyu dan secara terpadu, baik pendidika itu dilakukan dalam keluarga, sekolah maupun masyarakat.
               Sebagaimana ditetapkan dalam GBHN 1988 yang berbunyi :
“Pendidikan berlangsung seumur hidup dan dilaksanakana di dalam lingkungan rumah tangga, sekolah dan masyarkat, karena itu pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarkat dan pemerintah”
            Bertolak dari ketetapan MPR (GBHN) tersebut, maka jelaslah bahwa pendidikan, termasuk di dalamnya pendidikan Islam haruslah dilakukan dalam tiga lembaga pendidikan, yaitu dalam keluarga yang menjadi tanggung jawab orang tua, di sekolah yang menjadi tanggung jawab guru-guru, dan dimasyarakat yang menjadi tanggung jawab para tokoh masyarakat, pemimpin-pemimpin masyarakat, seperti para ulama, muballiqh dan lain-lain. Antara ketiga lembaga tersebut haruslah berjalan secara terpadu, seiring sejalan dan setujuan, dan bersifat saling melengkapi antara satu dengan yang lainnya. Terlebih lagi dalam bidang pendidikan agama Islam, maka mutlak diperlukan adanya keterpaduan antara ketiga lembaga pendidikan tersebut. Sebab manakala ketiga lembaga pendidikan itu tidak sejalan dan setujuan, maka pendidikan Islam tidak akan berhasil dengan baik. Sebagai contoh : dalam keluarga seorang anak tidak mendapat pendidikan agama Islam dari orang tuanya, tetapi disekolah mendapatkan pendidikan agama lain, maka hal ini akan dapat menyebabkan konflik psikis dalam jiwa anak, yang pada gilirannya anak tersebut akan menjadi bingung, bahkan dapat mengakibatkan jauh dari agama. Itulah sebabnya maka pendidikan Islam tersebut harus dimulai semenjak dini dalam lingkungan keluarga, kemudian dilanjutkan disekolah dan selanjutnya dimantapkan dalam masyarakat.
              Tetapi kenyataan yang kita lihat di masyarakat pada akhir-akhir ini menunjukkan adanya gejala, bahwa kebanyakan orang tua kurang memperhatikan pendidikan agama dan pendidikan moral kepada anak-anaknya. Hal ini tentu saja disebabkan adanya berbagai macam faktor, antara lain :
  • Karena pengaruh dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi canggih sekarang ini, dan juga pengaruh dari pola kehidupan yang meterialistik, menyebabkan para ayah ataupun ibu terlalu sibuk dalam tugas-tuganya, baik tugas dinas maupun diluar tugas dinas, sehingga mereka tidak sempat memberikan perhatian dan kasih sayang kepada anak-anaknya, apalagi memberikan didikan agama kepada mereka.
  • Masih banyaknya para orang tua yang minim dalam hal agama, baik secara ilmiah maupun secara alamiah, sehingga mereka kurang mampu untuk mendidik agama kepada anak-anaknya.
  • Dilain fihak, masih banyak dari kita beranggapan, bahwa pendidikan, termasuk di dalamnya pendidikan agama cukup diserahkan kepada sekolah ataupun guru-guru ngaji saja.
                Padahal sekolah hanya memberikan pendidikan agama secara ilmiah ataupun secara teoritis saja, sedangkan amaliah agama seharusnya berada dalam keluarga di bawah bimbingan, pengawasan dan keteladanan dari orang tua.
            Hal-hal inilah yaang perlu disadari oleh umat Islam pada dewasa ini, lebih-lebih pada saat kita menghadapi era globalisasi sekarang ini, justru seharusnya kita harus lebih meningkatkan pendidikan Islam kepada anak-anak.

File lengkap silahkan unduh di sini

Pengetahuan Ibu Primipara tentang Penurunan Berat Badan Fisiologis Pada Bayi Dalam 1 Minggu Pertama

PENDAHULUAN 

 1.1 Latar Belakang 

(Skripsi) Kelahiran bukanlah awal kehidupan melainkan interupsi dalam pola perkembangan yang dimulai pada saat pembuahan, itulah saat individu harus melakukan peralihan dari lingkungan intern di dalam rahim ke dunia luar tubuh ibu (Hurlock EB, 1997). Setelah bayi lahir ke dunia ia mulai menyesuaikan diri dengan usaha sendiri pula, misal dengan menghisap, menelan atau bahkan menangis. Hal itu berbeda selama ia dalam kandungan, si bayi mendapat makanan dari ibu melalui plasenta. Dengan demikian selama di dunia bayi merupakan orang yang paling tahu berapa kebutuhan kalorinya yang dibutuhkan dan bagaimana kemampuan pencernaannya sendiri (Budi, 2000).

Menurut Hurlock, EB 1997 masa bayi merupakan waktu penyesuaian yang radikal dan sulit. Hal ini terlihat dalam salah satu bukti paling penting yaitu kehilangan berat badan, sebenarnya penurunan berat badan pada bayi dalam minggu-minggu pertama disebabkan oleh kesulitan penyesuaian bayi terhadap kehidupan pasca natal. Penyesuaian pada bayi neonatal diantaranya : perubahan suhu, menghisap, menelan dan pembuangan. Padahal hal itu merupakan fenomena yang sering terjadi pada bayi di minggu-minggu pertama kehidupannya. Berat badan tersebut akan pulih kembali setelah 10 hari dan akan terjadi kenaikan berat badan secara cepat pada bulan-bulan berikutnya.

Bayi baru lahir umumnya kehilangan berat badan sekitar 10% dari berat badan lahir dalam 7 hari. Menurut Judith Groner Assosiate Profesor Bidang Penyakit Anak Pada Fakultas Ohio State University Of Colombia Amerika Serikat. Bayi tidak memerlukan cairan yang ada dalam tubuhnya begitu ia lahir.

Berdasarkan catatan yang didapat dari sub bagian tumbuh kembang pediatrik komunitas bagian ilmu kesehatan anak FKUI RSCM didapatkan dari 126 ibu bersalin, 105 (83,3%) bayi mengalami penurunan berat badan fisiologis yaitu sekitar 1-3% dan berat badan lahir sedangkan 21(16,7%) bayi tidak mengalami penurunan berat badan, sedangkan dari studi pendahuluan yang dilakukan di desa Bendo pada tanggal 23-24 September 2004, peneliti memperoleh data bahwa dari 15 ibu didapatkan bayi yang mengalami penurunan berat badan fisiologis sebanyak 11 bayi (73,3%) yaitu sekitar 1-4% dan ibu tidak tahu cara mengatasi agar bayi tidak mengalami penurunan berat badan fisiologis yang berlebihan dan apa dampak dari itu semua sedangkan yang tidak mengalami penurunan berat badan sebanyak 4 bayi (26,6%).

Beberapa orang tua cemas apalagi ibu primipara yang baru berpengalaman dalam mengasuh bayi. Meraka khawatir bayi akan kekurangan cairan dalam tubuhnya dan bayi akan mengalami penurunan berat badan. Tapi mereka tidak tahu apa dampak dari semua itu dan tidak tahu apa yang harus dilakukan padahal itu semua bisa berakibat fatal pada bayi bila penurunan berat badan pada 1 minggu pertama melampaui 10% dari berat badan lahir, mungkin pada hari pertama bayi hanya rewel, tidak mau minum ASI ibunya lalu akan jatuh sakit dan bila keadaan ini terus berlanjut, maka akan terjadi kematian.

Untuk itu dibutuhkan pengetahuan tentang penurunan berat badan fisiologis pada bayi dalam 1 minggu pertama dari segi pengertian maupun sebab sebab penurunan berat badan, dan setelah ibu-ibu mengetahui tentang penurunan berat badan diharapkan adanya perubahan perilaku misalnya : bayi jangan terlalu lama dimandikan dan segeralah selimuti bayi mulai dari ubun-ubun sampai kaki agar tidak terjadi hipotermi, susui bayi secepatnya agar dapat mengetahui reflek menghisap bayi, merawat tali pusat untuk mencegah terjadinya infeksi. Menurut Soekijo, 1997 pengetahuan merupakan dominan yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang.

Dari fenomena tersebut, peneliti ingin mengadakan penelitian yang berjudul “Pengetahuan ibu primi para terhadap penurunan berat badan fisiologis pada bayi dalam 1 minggu pertama”.

File lengkap silahkan unduh di sini

Koleksi Foto Bung Karno Putra Sang Fajar bag. IX

Ini adalah koleksiku yang terakhir dari foto-foto Bung Karno. Koleksi ini berisi foto-foto beliau bersama para kawan-kawan seperjuangan. Langsung saja ini dia koleksinya, selamat menikmati...






Untuk foto lengkapnya silahkan unduh di sini

Koleksi Foto Bung Karno Putra Sang Fajar. VIII

Kali ini aku ingin share koleksi foto Bung Karno waktu berorasi...inilah dia kleksinya






Untuk koleksi yang lain bisa diunduh di sini.

Criticube, Gabungan Wikipedia dan Twitter Buatan Indonesia

Apa yang akan dilakukan seseorang ketika ingin mencari informasi atau berbagi ide? Dewasa ini, tempat yang cocok untuk memenuhi hal itu adalah internet. Jaringan global ini memang menyediakan bermacam-macam fasilitas yang bisa memfasilitasi keperluan tersebut. 

Dua diantaranya yang sering dikunjungi adaah situs Wikipedia dan Twitter, di mana banyak orang bisa berkontribusi pada pengetahuan dan menyebarkan ide tentang suatu hal ke seluruh penjuru dunia.

Kebutuhan untuk mengembangkan pengetahuan dan berbagi ide ini ditangkap oleh Rama Manusama, mantan mahasiswa Indonesia jurusan S2 Bisnis yang kini bermukim di Belanda. Bersama sejumlah teman, dia mengembangkan Criticube, situs serupa forum di mana penggunanya bisa saling mengemukakan pemikiran dan mengajukan tanggapan.

"Konsepnya mirip Twitter, kita membuat posting tentang suatu thoughts atau pemikiran tentang sesuatu yang bisa dibaca oleh banyak orang sekaligus," jelas Rama kepada KompasTeknomelalui conference call. Bedanya dengan Twitter, pemikiran para pengguna ini lebih terorganisir dengan pembagian ke kategori-kategori topik, atau yang disebut dengan istilah "cube". 

Pengguna kemudian bisa mengikuti perkembangan topik tersebut dengan cara mem-follow cube yang bersangkutan. Orang lain bisa menimpali sebuah 'thought' dengan menulis balasan ataureply. 

Nah, balasan ini bisa disampaikan dalam tiga sikap berbeda: postif atau mendukung, netral, danchallenge atau menentang. Pilihan sikap tersebut bisa dipilih dari checklist yang tersedia di kotak reply, maksudnya agar si empunya pemikiran paham benar bahwa pendapatnya -misalnya tentang situasi politik atau keilmuan- sedang didukung atau ditentang.

Dengan cara ini, Rama berharap bisa menumbuhkan iklim diskusi di dalam Criticube. "Soalnya, masing-masing orang pasti punya pendapat berbeda, tapi justru dari perbedaan itu bisa ditumbuhkan pengetahuan baru," ujar Rama. 

Sebuah posting thoughts dalam suatu cube pun bisa di-follow, sehingga orang yang tertarik bisa senantiasa mengikuti perkembangan diskusi.

Knowledge Sharing


Jenis "cube" di situs Criticube cukup beragam. Ada sekitar 50-an cube dengan topik mulai dari seputar hobi seperti video game dan tokoh komik hingga yang lebih serius seperti social entrepreneurship dan bahkan diskusi tentang asal muasal manusia.

Di samping menulis pendapat untuk cube yang sudah ada, masing-masing pengguna bisa membuat cube baru dengan topik sesuai minat.

"Untuk beberapa cube yang sifatnya ilmiah pengetahuan, sebuah pemikiran harus mencantumkan sumber referensi. Ini supaya pembacanya tahu bahwa informasi yang disampaikan benar-benar faktual dan diperoleh dari sumber yang kredibel," jelas Rama. 

Tujuan dari hal itu, menurut Rama, adalah agar Criticube bisa digunakan sebagai sumber referensi informasi bagi orang yang membutuhkan. 

"Misalnya ada mahasiswa yang sedang menulis skripsi tentang penelitian media sosial, dia bisa mengikuti suatu cube yang topiknya berhubungan, atau membuat cube baru dan mengumpulkan informasi dari sana. Orang-orang yang punya interest sama bisa juga berkumpul di sini," katanya, sambil menambahkan pencantuman referensi tidak diperlukan untuk cube dengan topik casual atau tidak bersifat ilmiah.

Untuk meningkatkan kualitas situsnya, Rama mengadakan sejumlah survei. "Kami tanya, berapa lama pakai criticube, apakah criticube bisa membantu dalam bekerja dan belajar, lalu feedback nya dipakai sebagai acuan untuk mengembangkan aspek knowledge sharing Criticube."

Sejak pertama kali dijalankan pada bulan Februari lalu, Criticube sudah mengumpulkan sekitar 500 pengguna yang kebanyakan berasal dari Belanda dan Indonesia. Sebanyak 40 persen dari jumlah itu berprofesi sebagai pekerja profesional dan mahasiswa.

Untuk saat ini, posting dalam Criticube harus ditulis menggunakan menggunakan bahasa Inggris agar bisa dimengerti oleh audience internasional yang menjadi target situs tersebut, "Tetapi nanti juga akan ada cube dalam bahasa Indonesia untuk mengakomodir lebih banyak pengguna di Tanah Air," ujar Rama.

Sumber: Kompas.com

Orang Gemuk Cenderung Telmi?



    Orang obesitas kurang efisien dalam membuat keputusan yang sulit, yang pada akhirnya menyulitkan mereka dalam mengontrol perilaku impulsif.
 Mengapa orang yang obesitas tidak mampu memilah makanan yang sehat, atau tidak mampu mengontrol dorongan untuk makan enak? Bagi para peneliti, hal ini ada kaitannya dengan fungsi otak yang berbeda dari orang dengan obesitas.

Dalam presentasi mereka di konferensi Neuroscience 2012 di New Orleans, Amerika, peneliti mengatakan bahwa apa yang kita makan (dan berapa banyak makanan yang kita makan) bisa mengubah cara otak kita berfungsi. Timothy Verstynen, PhD, dari Center for the Neural Basis of Cognition University of Pittsburgh, menggunakan teknik functional magnetic resonance imaging (fMRI) untuk mengobservasi aktivitas otak dari 29 orang dewasa, dan melihat reaksinya ketika mereka makan.

Responden lalu ditunjukkan kata-kata di layar komputer yang ditulis warna-warni. Mereka lalu diminta untuk menyebutkan warna tulisan tersebut, bukan kata-katanya. Misalnya, tulisan merah, tetapi ditulis dengan warna biru. Jika kata "merah" ditulis dengan warna merah, mudah saja mengidentifikasinya. Yang sulit adalah ketika kata "merah" ditulis dengan warna biru.

sumber: http://kompas.com

Koleksi Foto bung karno putra sang fajar bag. VII

Malem semua... untuk koleksi saat ini masih melanjutkan koleksi foto Bung Karno dan politik luar negerinya yang sekarang masuk pada bag. 4. Ini dia koleksinya






Untuk koleksi foto yang lain pada bagian 4 ini silahkan unduh di sini.

Cerita Konyol: Pilih-pilih Siksa Neraka

Siksa Neraka
Dewi - Kuching
Ternyata neraka itu dibagi sesuai dengan asal setiap orang. Tetapi setiap manusia bebas memilih untuk masuk ke neraka mana saja. Misalnya saja, si perampok yang sudah jelas-jelas masuk neraka itu, dan kebetulan ngefans sama celebrities Amerika, akhirnya dia memilih masuk ke pintu neraka Amerika.
Si perampok pun membuka pintu neraka tempat orang-orang Amerika berasa. Setelah dibuka ternyata tak banyak orang yang mengantre. Kepada salah seorang yang sudah lebih dahulu mengantre, sang perampok bertanya,’’Kalian diapain di sini?"
"Pertama kita didudukkan di atas kursi listrik selama satu jam. Lalu didudukkan lagi di atas kursi paku juga selama satu jam. Terakhir kita disiram bensin dan disulut api sambil menunggu setan Amerika datang yg akan mencabik-cabik tubuh kita sepanjang sisa hari," jawabnya.
Hati perampok itu langsung ciut. Dia sudah membayangkan betapa tersiksanya di Neraka Amerika. Si perampok pun memutuskan untuk pindah dan melihat-lihat neraka lainnya, antara lain Neraka Rusia, Inggris, Jepang dan negara lainnya.
Ternyata semua tempat di neraka itu sangat tidak menyenangkan dan semuanya serba menyeramkan. Mendengar dan melihatnya saja sudah membuat keringat bercucuran. Akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke neraka orang INDONESIA. Siapa tahu perlakuannya lebih ringan dan menyenangkan.
Si perampok pun membuka pintu Neraka Indonesia. Dia benar-benar terperejat. Banyak sekali orang mengantre di Neraka Indonesia. Bahkan orang-orang dari negara lain ikut berdesak-desakkan.
"Kalian diapain di sini?" Tanya sang perampok ke salah satu yang mengantre.
"Pertama-tama kita didudukkan di atas kursi listrik selama satu jam. Lalu kita didudukkan lagi di atas kursi paku selama satu jam. Terakhir disiram bensin lantas disulut api sambil menunggu setan Indonesia datang yang akan mencabik kita sepanjang sisa hari."
"Lho! Itu kan sama persis dengan perlakuan di neraka lainnya? Tapi kok di sini banyak sekali yang mengantre ketimbang tetangga sebelah!" tanya si perampok tak habis pikir.
"Mas, di sini service-nya amat buruk. Kursi listriknya nggak nyala karena LISTRIK SERING MATI. Kursi pakunya juga nggak ada, tinggal pakunya aja krn KURSINYA JADI REBUTAN dan BENSINnya juga gak ada tuh, karena HARGANYA MELAMBUNG tinggi. Panitianya nggak sanggup menyelenggarakan siksaan neraka di sini, " jelas si pengatre itu. "Dan yang paling enak, SETANnya CUMAN TANDA TANGAN ABSEN DOANG, langsung pulang=)) =D =)).''
note : jangan serius aah bacanya...

Sumber: http://kolomkita.detik.com/baca/artikel/19/3430/siksa_neraka

Koleksi Foto Bung Karno Putra Sang Fajar bag. VI

Masih melanjutkan posting kemarin tentang Koleksi foto Bung Karno dan Politik Luar Negerinya bag. 1 dan 2, kali ini aku ingin share lagi Koleksi lain foto Bung Karno dan politik luar negerinya bag. ke 3. Ini dia koleksinya






Untuk koleksi yang lainnya pada bagian ini silahkan unduh di sini.

Fakta Lain Tentang Hitler Yang Masih Tersembunyi

Pada sharing kali ini saya akan merepost tentang fakta lain tentang Hitler yang saya peroleh dari http://oediku.wordpress.com/2011/07/13/fakta-terbaru-benarkah-hitler-islam/. Ok langsung saja, ini posting yang saya peroleh dari sana.

FAKTA TERBARU:BENARKAH HITLER ISLAM?

Anda pasti mengenal sosok yang bernama Adolf Hitler ini. Dia sering di gadang-gadang sebagai seorang yang bengis dan tidak manusiawi. Tetapi apakah semua itu benar adanya? Benarkah ia tidak lagi memiliki rasa kemanusiaan dan belas kasih? Atau memang ada gerakan dan alasan tertentu, demi tujuan tertentu,  sehingga sang pemimpin besar Nazi ini selalu di pandang jelek di mata dunia? Setelah mengulik di internet, saya pun mendapatkan sisi yang lain dari seorang Hitler, yang mungkin selama ini tidak banyak diketahui oleh orang. Karena sisi lain itu adalah beberapa hal yang luput dari perhatian media. Atau memang sengaja di hilangkan dari peredaran dengan tujuan tertentu, entahlah. 
Untuk mempersingkat waktu, berikut saya sertakan sisi-sisi yang memperlihatkan kehidupan lain dari Hitler: Sebelumnya, apa yang akan Anda baca ini adalah sebuah email yang saya terima dari seorang sahabat dari Arab Saudi yang saya terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia untuk dibagi kepada Anda sekalian. Suatu ketika saya berdiskusi dengan seorang sarjana yang sedang menamatkan tesis PhD-nya. Saya sangat terkejut ketika dia mengatakan kalau tesisnya berkaitan dengan sosok pemimpin besar Nazi, yaitu Adolf Hitler. Saya katakan padanya “Apakah sudah habis semua tokoh Islam di dunia ini hingga ia pun memilih “si kejam ini” untuk dijadikan bahan penelitian?”. Dia tertawa lalu bertanya apa yang aku ketahui tentang Hitler? Saya lalu menjawab bahwa Hitler seorang pembunuh yang membunuh secara sporadis tapi berhasil membawa Jerman menguasai banyak hal. Lalu dia bertanya lagi padaku; “Dari mana aku mendapatkan informasi itu” Saya pun menjawab: sumberku dari TV, internet dan pastinya buku-buku. Lalu dia berkata: ”Baiklah, pihak Inggris telah melakukan lebih dahsyat dari itu. Pihak Jepang semasa zaman Kekaisarannya dulu juga sama. Tapi kenapa dunia hanya menghukum Hitler dan meletakkan kesalahan bahkan memburuk-burukkan nama Nazi seolah-olah Nazi masih ada hingga hari ini. Sedangkan mereka melupakan kesalahan pihak Inggris kepada Scotlandia, pihak Jepang kepada dunia dan pihak Afrika Selatan kepada kaum kulit hitam mereka?” Saya lantas meminta penjelasan lebih jauh darinya. Ia pun melanjutkan, katanya: “Ada dua sebab mengapa Hitler/Nazi selalu di pojokkan, yaitu:

Prinsip Hitler berkaitan dengan Yahudi, Zionisme dan berdirinya negara Israel. Hitler pun di tuduh telah melancarkan Holocaust untuk menghapus Yahudi karena beranggapan Yahudi akan menghancurkan dan menguasai dunia pada suatu hari nanti. Padahal Holocaust sendiri hingga kini masih menjadi pertanyaan besar, apakah memang benar-benar terjadi dan dilakukan oleh Nazi. Prinsip Hitler berkaitan dengan Islam. Hitler telah mempelajari sejarah kerajaan terdahulu dan umat yang lampau, bahkan beliau telah menyatakan bahwa ada tiga pengaruh yang terkuat, yaitu Persia, Romawi dan Arab. Ketiga pengaruh ini telah menguasai dunia di masa lalu bahkan Persia serta Romawi telah mengembangkan pengaruh mereka hingga hari ini, sedangkan Arab sendiri sungguh sangat di sayangkan masih lebih kepada persengketaan sesama mereka saja. Dia melihat ini sebagai satu masalah yang besar, karena Arab akan merusak pengaruh Islam yang menurutnya dulu begitu hebat. Atas rasa kagumnya Hitler pada pengaruh Islam, ia telah mencetak risalah yang berkaitan dengan Islam dan disebarkan kepada tentara Nazi semasa perang, bahkan kepada tentara yang bukan Islam.

Gambar 1. Foto: Tentaran Nazi yang membaca risalah Islam



Hitler juga telah memberi peluang kepada tentara Jerman yang beragama Islam untuk menunaikan shalat ketika masuk waktunya dimana saja, bahkan tentara Jerman pernah shalat di dataran Berlin dan Hitler ketika itu menunggu mereka sampai selesai shalat berjama`ah untuk menyampaikan pidatonya.

Gambar 2. Foto: Tentara Nazi yang shalat berjamaah 

Hitler juga sering bertemu dengan para ulama Islam dan meminta pendapat mereka serta belajar dari mereka tentang agama atau bagaimana kisah Rasulullah SAW dan para sahabat.
Gambar 3. Foto: Hitler bersama Syeikh Amin Al-Husainiy 

Beliau juga meminta para Syeikh agar mendampingi tentaranya (Nazi) untuk mendoakan mereka yang bukan Islam dan memberi semangat kepada yang beragama Islam untuk melawan Yahudi.
Gambar 4. Foto: Syeikh Amin Al-Husainiy bersama tentara Nazi



Gambar 5. Foto: Seorang tentara Nazi yang menempelkan gambar Mufti Al-Quds


Semua informasi ini adalah hasil kajian sejarah yang dilakukan oleh sahabat saya untuk tesis PhD-nya dan beliau meminta saya untuk tidak merubah atau menambahkan yang lainnya, agar tidak menyusahkannya pada saat memaparkannya nanti (seminar). Dia tidak mau saya campurkan dengan bahan dari sumber internet karena saya bukan pakar sejarah. Tetapi gambar-gambar yang ada disini mungkin sudah lama tersebar dan semua orang bisa melihatnya di internet. Namun, saya sedikit “nakal” untuk tidak 100% mematuhi permintaannya. Karena ada juga sisi lain yang bisa menjelaskan tentang sosok Adolf Hitler sebagai pelengkap artikel ini. Dari sisi sebagai manusia biasa, dia tetaplah manusia yang memiliki sifat kemanusiaan dan rasa belas kasih terhadap sesama. Berikut yang saya dapatkan: 

1. Pengaruh Al-Quran di dalam ucapan Hitler.
Ketika tentara Nazi tiba di Moscow, Hitler hendak menyampaikan pidato. Dia pun memerintahkan penasihat-penasihatnya untuk mencari kata-kata pembukaan yang paling cocok dan mengandung arti yang luar biasa dari kitab agama, kata-kata ahli filsafat ataupun dari bait syair. Seorang sastrawan Iraq yang tinggal di Jerman lalu mengusulkan ayat Al-Qur`an berikut ini: “Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan” (QS. Al-Qamar [54] : 1)
Hitler merasa kagum dengan ayat ini dan menggunakannya sebagai kalam pembukaan dan isi kandungan pidatonya. Memang para ahli tafsir menguraikan bahwa ayat tersebut bermaksud kehebatan, kekuatan dan memberi maksud yang mendalam. Sebab dulu di zaman Rasulullah SAW pernah terjadi satu mukjizat dari beliau yaitu membelah bulan dengan jari telunjuknya. Perkara ini dinyatakan oleh Hitler di dalam bukunya yang berjudul Mein Kampf, yang ditulis di dalam penjara. Dia menjelaskan bahwa banyak aspek tindakannya berdasarkan ayat Al-Qur`an, khususnya yang berkaitan dengan tindakannya terhadap kaum Yahudi.

2. Hitler bersumpah dengan nama Allah yang Maha Besar
Hitler telah memasukkan sumpah dengan nama Allah yang Maha Besar di dalam ikrar para tentaranya yang akan tamat belajar di akademi tentara Jerman. Berikut isinya: ”Aku bersumpah dengan nama Allah (Tuhan) yang Maha Besar dan ini adalah sumpah suciku, bahwa aku akan mentaati semua perintah komandan tentera Jerman dan pemimpinnya Adolf Hitler, pemimpin bersenjata tertinggi, bahwa aku akan senantiasa bersedia untuk berkorban dengan nyawaku kapanpun demi pemimpinku” 

3. Hitler yang enggan meminum beer (arak)
Hitler tidak mau meminum beer (arak) pada saat dia cemas dalam keadaan Jerman yang agak goyah dan bermasalah. Contohnya adalah ketika para dokter meminta dia minum beer sebagai obat tapi dia tidak mau, sambil mengatakan; ”Bagaimana Anda ingin agar seseorang itu minum arak untuk tujuan pengobatan sedangkan dia tidak pernah seumur hidupnya menyentuh arak?”. Ya memang, Hitler tidak pernah menjamah arak sepanjang hayatnya. Minuman kebiasaan beliau hanyalah teh yang di racik secara khusus. 

4. Hitler dan anak-anak

Sebagai sosok yang sering disamakan dengan figur yang menakutkan, kejam, tidak manusiawi dan pembunuh sadis, ternyata Hitler mempunyai sisi yang sebaliknya. Ia juga seorang pemimpin yang menyukai anak-anak sebagai wujud kemanusiaannya. Berikut ini buktinya:



Gambar 5. Foto: Hitler dan anak-anak 

Sungguh, banyak peristiwa dan fakta sejarah yang disembunyikan di dunia ini. Entah apa alasannya, yang jelas ini tidaklah baik bagi perkembangan sejarah dunia. Bagaimanapun juga yang baik haruslah dikatakan baik dan yang salah harus dikatakan salah pula. Tidak boleh sebaliknya, apalagi disembunyikan. Sedangkan tujuan dari penulisan artikel ini tidaklah untuk membela apa yang pernah dilakukan oleh Adolf Hitler, tetapi hanya bertujuan untuk menyingkap apa yang disembunyikan oleh banyak pihak – Barat khususnya – sebagai fakta sejarah. Semoga kita semua mendapatkan manfaat. 

Yogyakarta, 13 Juli 2011

Mashudi Antoro (Oedi`)

[Sebagian disadur dari: Muhd Hazrie Abd Wahab, http://muhdhazrie.wordpress.com/2011/07/07/hitler-di-sebalik-"kejahatannya"/]
 
Copyright © Celotehan Warung Kopi